Hiburan

Konser Dream Theater 40 Tahun 2026 di Ancol Jakarta, Mike Portnoy Comeback

Intrend.id – Dream Theater membuktikan itu di konser “An Evening With Dream Theater 40th Anniversary Tour 2026” yang digelar di Beach City International Stadium Ancol Jakarta, Sabtu malam 7 Februari 2026. Band progressive metal legendaris asal Amerika Serikat ini tampil hampir tiga jam penuh, menyuguhkan musikalitas kelas dewa yang bikin sekitar 10 ribu penonton larut dalam nostalgia dan kekaguman.

Pembukaan konser Dream Theater 40 Tahun 2026 di Ancol Jakarta terasa khidmat sekaligus unik. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, sebelum langsung dihantam dengan “Metropolis – Part I: The Miracle and the Sleeper”. Sejak detik pertama, atmosfer stadion langsung panas. Formasi klasik Petrucci–Portnoy–Rudess–Myung–LaBrie sukses membuat DT Mania memenuhi Ancol.

Usia boleh menua, tapi distorsi tetap menyala.

Konser ini terasa spesial karena menandai kembalinya Mike Portnoy, drummer sekaligus salah satu pendiri Dream Theater, setelah absen selama 13 tahun. Bagi penggemar fanatik, kepergian Portnoy pada 2010 dulu terasa seperti kehilangan satu kaki. Meski era Mike Mangini solid, namun energi Portnoy memang sulit tergantikan.

“Mike Portnoy bukan sekadar drummer, dia dirigen emosi di atas panggung,” celetuk seorang penonton. Setiap ketukan drum terasa bicara, menegaskan bahwa Dream Theater memang “harus seperti ini”.

Dari total 17 lagu yang dimainkan, hanya satu lagu dari era Mangini, yakni “The Enemy Inside”. Selebihnya adalah repertoar kejayaan Dream Theater di paruh awal karier mereka, ditambah materi dari album terbaru “Parasomnia”. John Petrucci kembali menjadi nyawa band dengan shred gitar presisi level dewa, sementara vokal James LaBrie malam itu terdengar lebih stabil dibanding penampilan mereka di 2024—maklum, rata-rata personel kini telah menginjak usia 60-an.

Momen paling emosional terjadi menjelang akhir konser saat “The Spirit Carries On” dibawakan. Lagu ini terakhir kali dimainkan live di Indonesia pada 2012. Malam itu, stadion berubah jadi karaoke raksasa. Encore ditutup dengan “Pull Me Under”, lagu pamungkas yang selalu jadi ritual Dream Theater di setiap konser.

Tak ketinggalan, Dream Theater juga membawakan komposisi epik berdurasi hampir setengah jam seperti “Octavarium”, “The Shadow Man Incident”, hingga “Bend the Clock”. Mereka bahkan sempat menyelipkan cover Pink Floyd dan Metallica—bukti bahwa band ini sudah bermain tanpa beban, seperti sekumpulan sahabat yang jamming di halaman belakang, hanya saja “halaman belakang”-nya bernama Ancol.

Konser Dream Theater 40 Tahun 2026 di Beach City International Stadium Ancol Jakarta ini menjadi bagian dari tur dunia perayaan 40 tahun Dream Theater. Setelah Jakarta, mereka dijadwalkan tampil di Adelaide (Australia), lalu melanjutkan tur ke Thailand, Korea Selatan, Jepang, hingga Amerika. Dipromotori Rajawali Indonesia, malam itu menjadi bukti satu hal: meski kini sering disebut “perkumpulan bapak-bapak profesor”, Dream Theater tetap cadas, relevan, dan tak tergantikan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status