Trend in Siber

Anjlokan Kereta Api Bangunkarta di Bumiayu, Sejumlah Perjalanan Mulai Normal

Intrend.id – Insiden anjlokan Kereta Api Bangunkarta (KA 161) relasi Jombang–Pasar Senen membuat panik dunia perkeretaapian. Peristiwa ini terjadi di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada Senin 6 April 2026 sekitar pukul 14.20 WIB.

Atas insiden anjlokan Kereta Api Bangunkarta tersebut, Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi kejadian tersebut melalui keterangan resminya. Anjlokan terjadi sesaat setelah kereta melintas dari Stasiun Bumiayu.

“Diinformasikan bahwa terjadi anjlokan pada perjalanan Kereta Api Bangunkarta, rute Jombang-Pasarsenen (KA 161) di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada tanggal 6 April 2026,” tulis KAI, Senin 6 April 2026 di akun media sosial resmi Instagram KAI121.

Dampak dari insiden ini cukup besar. Sebanyak 8 perjalanan kereta api jarak jauh terpaksa dibatalkan hingga dialihkan. Beberapa KA yang terdampak antara lain Sawunggalih, Taksaka, Purwojaya, hingga Joglosemarkerto.

Daftar perjalanan KA yang dibatalkan per Senin 6 April 2026 pukul 19.40 WIB melalui Instagram KAI121.

1. KA 113B Sawunggalih rute Kutoarjo-Pasar Senen
2. KA 116B Sawunggalih rute Pasar Senen-Kutoarjo
3. KA 45 Taksaka rute Yogyakarta-Gambir
4. KA 48 Taksaka rute Gambir-Yogyakarta
5. KA 54 Purwojaya rute Gambir-Cilacap
6. KA 57F Purwojaya rute Cilacap-Gambir
7. KA 185 Joglosemarkerto rute Purwokerto-Solo Balapan
8. KA Kamandaka rute Semarang Tawang Purwokerto

Untuk meminimalkan gangguan, KAI juga menerapkan rekayasa pola operasi dengan mengalihkan rute perjalanan melalui wilayah Daop 2 Bandung. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan sekaligus mengurangi potensi keterlambatan yang lebih luas.

Di lapangan, proses evakuasi langsung dilakukan. Tim teknis bahkan mendatangkan bantuan bogie atau roda kereta dari Balai Yasa Tegal guna mempercepat penanganan.

Kabar baiknya, proses evakuasi KA Bangunkarta rampung pada Selasa 7 April 2026 dini hari. Setelah itu, dilakukan penguatan konstruksi rel untuk memastikan jalur aman dilalui kembali.

Secara bertahap, jalur mulai dibuka. Kereta pertama melintas di jalur hulu pada pukul 04.04 WIB, disusul jalur hilir pada pukul 05.44 WIB. Meski sudah bisa dilalui, KAI masih menerapkan pembatasan kecepatan sebagai langkah antisipasi.

Pihak KAI terus memastikan jalur dalam kondisi aman sebelum operasional kembali normal sepenuhnya.

“KAI juga memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan, termasuk mobilisasi dengan bus bantuan serta pemberian service recovery sesuai ketentuan,” jelas pihak KAI.

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI juga memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak. Hal ini mengacu pada Permenhub Nomor PM 63 Tahun 2019.

“Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI memberikan kompensasi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. PM 63, Tahun 2019, tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api,” demikian tulis KAI.

Skema kompensasi atau service recovery dibagi berdasarkan durasi keterlambatan. Penumpang yang mengalami keterlambatan lebih dari satu jam mendapat minuman ringan. Jika lebih dari tiga jam, akan diberikan makanan dan minuman ringan. Sementara keterlambatan lebih dari lima jam mendapat tambahan makanan berat.

1. Keterlambatan lebih dari satu jam:
– Minuman ringan: jika tidak membatalkan tiket, penumpang akan diberikan minuman ringan.

2. Keterlambatan lebih dari tiga jam:
– Minuman dan makanan ringan berat.

3. Keterlambatan lebih dari lima jam (kedatangan):
– Jam ke-3 keterlambatan: penumpang akan diberikan makanan dan minuman ringan.
– Jam ke-5 keterlambatan: penumpang akan diberikan makanan dan minuman berat.

Selain itu, KAI juga menyediakan mobilisasi penumpang menggunakan bus bantuan untuk memastikan perjalanan tetap berlanjut.

Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mereka memastikan seluruh jajaran bekerja maksimal agar operasional kereta api bisa kembali normal secepatnya.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya bagi pelanggan yang terdampak. Seluruh jajaran bekerja maksimal, agar perjalanan kereta api segera normal kembali.” ungkap KAI.

Insiden anjlokan Kereta Api Bangunkarta ini menjadi gambaran pentingnya faktor keselamatan sebagai prioritas utama dalam transportasi kereta api. Meski sempat mengganggu perjalanan, upaya cepat penanganan membuat kondisi kini berangsur pulih. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status