Intrend.id – Ayah dari pelatih Barcelona Hansi Flick dikabarkan meninggal dunia Minggu 10 Mei 2026, hanya beberapa jam sebelum pertandingan besar tersebut digelar. Kabar duka ini langsung menyelimuti FC Barcelona jelang laga panas El Clasico melawan Real Madrid CF pada Senin dini hari 11 Mei 2026 waktu Indonesia.
Informasi duka ayah Hansi Flick meninggal dunia ini pertama kali ramai diperbincangkan publik sepak bola dunia setelah jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano mengunggah kabar tersebut melalui akun media sosial X pada Minggu 10 Mei 2026.
“Hansi Flick’s father has passed away today. Thoughts are with Hansi and with the family. Rest in peace,” tulis Fabrizio Romano di akun X miliknya, Minggu 10 Mei 2026.
Tak lama setelah itu, Barcelona juga mengeluarkan pernyataan resmi melalui media sosial klub. Blaugrana menyampaikan belasungkawa mendalam kepada sang pelatih dan keluarganya.
“FC Barcelona and the entire blaugrana family wish to send all our love to Hansi Flick after the passing of his father. We share in your sorrow and our thoughts are with you and your family during this difficult time,” tulis pernyataan resmi klub FC Barcelona.
Ucapan belasungkawa juga datang dari rival abadi mereka, Real Madrid CF. Dalam pernyataan resminya, Madrid menyampaikan rasa duka kepada keluarga Flick.
“Real Madrid C.F, it’s President and Board of Directors deeply regret the death of the Father of Hansi Flick, coach for F. C. Barcelona. Real Madrid wants to express it’s condolences and affection to his families and all their loved ones. Rest in peace,” tulis Los Blancos.
Meski tengah mengalami kehilangan besar, Hansi Flick dikabarkan tetap memilih mendampingi Barcelona pada laga El Clasico di Spotify Camp Nou.
Keputusan tersebut langsung mendapat respek besar dari banyak pihak. Apalagi pertandingan kontra Real Madrid kali ini sangat penting karena Barcelona hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci gelar La Liga musim 2025/2026.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai penyebab meninggalnya ayah Hansi Flick. Pihak keluarga maupun klub memilih menjaga privasi terkait detail kesehatan almarhum.
Sosok ayah Hansi Flick sendiri dikenal memiliki pengaruh besar dalam perjalanan karier sang pelatih. Dalam sejumlah wawancara lama, Flick beberapa kali menceritakan bagaimana ayahnya menjadi figur pekerja keras yang selalu mendukung impiannya menjadi pesepak bola profesional.
Ayah Hansi diketahui bekerja sebagai tukang bangunan di kawasan Heidelberg, Jerman, demikian laporan tribuna.com. Meski hidup sederhana, ia tetap berusaha mendukung anaknya untuk mengejar mimpi di dunia sepak bola.
Hansi kecil bahkan sering diajak menonton pertandingan amatir sang ayah di desa kecil Muckenloch dekat Heidelberg. Dari sana kecintaan Flick terhadap sepak bola mulai tumbuh.
Flick juga pernah bercerita bahwa ayahnya sangat disiplin dan keras dalam mendidik. Namun di balik itu semua, ada dukungan besar yang membuatnya berkembang hingga akhirnya menjadi pemain profesional dan kini pelatih top Eropa.
Kabar meninggalnya ayah Hansi Flick membuat suasana jelang El Clasico terasa emosional. Banyak suporter Barcelona maupun Real Madrid memenuhi media sosial dengan ucapan belasungkawa dan dukungan moral untuk pelatih asal Jerman tersebut.
Usai kabar ayah Hansi Flick meninggal dunia menyebar luas, kini perhatian publik tertuju pada ketegaran pelatih FC Barcelona jelang duel panas El Clasico. Dia akan tetap berdiri di pinggir lapangan demi memimpin Barcelona di tengah suasana duka mendalam. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan