Carrick Bawa Manchester United Bungkam Arsenal 3-2, Drama Lima Gol di Emirates

Intrend.id – Michael Carrick membawa Manchester United atau MU membungkam pemuncak klasemen Liga Inggris Arsenal 3-2 dalam drama lima gol di Emirates Stadium. Penantian panjang itu berakhir juga setelah hampir sembilan tahun lamanya Manchester United kembali merasakan manisnya kemenangan di kandang Arsenal
Terakhir kali Setan Merah julukan MU menang di kandang Arsenal terjadi pada 2017. Kini, di bawah racikan dingin pelatih Michael Carrick, sejarah itu terulang pada laga lanjutan Premier League Minggu 25 Januari 2026.
Drama lima gol tersaji dalam laga panas Arsenal vs Manchester United. Bermain sebagai tim tamu, MU tampil tanpa rasa gentar dan sukses menaklukkan pemuncak klasemen dengan skor 3-2. Gol indah Matheus Cunha di menit akhir menjadi penentu kemenangan sekaligus membungkam Emirates yang semula bergemuruh.
Laga sempat berjalan sulit bagi MU. Arsenal unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Lisandro Martínez menit 29, yang membuat publik tuan rumah semakin percaya diri. Namun, United tidak runtuh. Justru di situlah karakter tim Carrick berbicara.
Bryan Mbeumo menyamakan kedudukan lewat penyelesaian dingin menit 37, disusul gol Patrick Dorgu yang membalikkan keadaan di menit 50 babak kedua. Arsenal tak tinggal diam. Mikel Merino di menit 84 kembali menyamakan skor menjadi 2-2 dan laga terasa mengarah ke hasil imbang. Tapi malam itu milik Manchester United.
Masuk sebagai pemain pengganti, Matheus Cunha tampil krusial bagi tim MU. Golnya di menit 87 membuat Emirates terdiam, memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi United. Peran Cunha terbukti vital, sementara performa Dorgu kian menanjak dengan torehan tiga gol dari enam laga Premier League.
Di balik kemenangan ini, nama Senne Lammens layak mendapat sorotan. Meski gagal mencatatkan clean sheet, kiper muda United tampil luar biasa. Ia menggagalkan sundulan Martin Zubimendi, menahan tembakan keras Bukayo Saka, memotong alur serangan, serta mematahkan beberapa situasi bola mati Arsenal. Total, Lammens memblok empat tembakan tepat sasaran dan menjadi tembok terakhir kemenangan United.
Tak kalah penting adalah sosok Bruno Fernandes. Sang kapten kembali menunjukkan kelasnya. Ia memberi assist untuk gol Patrick Dorgu, menjadi kreator terciptanya gol Cunha, sekaligus pengatur ritme permainan. Sulit membayangkan United meraih kemenangan ini tanpa pengaruh besar Bruno di lini tengah.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena datang setelah United sebelumnya menaklukkan Manchester City pada 17 Januari lalu. Dua laga beruntun, dua kemenangan atas tim peringkat satu dan dua klasemen. pelatih MU Carrick mencatatkan rekor sempurna atas Mikel Arteta, dua kemenangan dari dua pertemuan.
Hasil ini membawa Manchester United naik ke posisi empat besar klasemen dan menjadi satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Arsenal di Emirates musim ini. Ini bukan keberuntungan, melainkan identitas baru—agresif, disiplin, dan lapar kemenangan.
Inilah Manchester United yang dikenali penggemarnya. Dan mungkin, yang mulai ditakuti lawan-lawannya. (*)









