Trend in Sports

Cerita FC Barcelona dan Atletico Madrid Belum Berakhir, Ada Protes ke UEFA

Intrend.id – Kekalahan 0-2 FC Barcelona dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions UEFA memicu reaksi keras dari kubu Blaugrana. Cerita terus berkembang usai klub asal Catalan itu resmi mengajukan protes ke UEFA terkait kinerja wasit dan VAR.

FC Barcelona sebenarnya tampil dominan atas Atletico Madrid dalam laga yang digelar 9 April 2026 dini hari WIB itu. Barca membuahkan 19 tembakan, jauh lebih banyak dibanding Atletico.

Namun mereka gagal mencetak gol. Apalagi setelah Pau Cubarsí diganjar kartu merah di akhir babak pertama.

Momen paling kontroversial terjadi pada menit ke-54. Bek Atletico, Marc Pubill, diduga melakukan handball di dalam kotak penalti.

Para pemain Barcelona langsung meminta penalti, tetapi wasit István Kovács memilih melanjutkan pertandingan. Tim VAR yang dipimpin Christian Dingert juga tidak memberikan intervensi.

Keputusan ini langsung jadi sorotan. Manajemen Barcelona menilai insiden tersebut sebagai kesalahan krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Dalam pernyataan resminya, Barcelona menyebut tim legal klub telah mengajukan keluhan ke UEFA. Mereka meminta klarifikasi atas keputusan yang dianggap tidak sesuai aturan.

“FC Barcelona mengumumkan bahwa bagian legal klub telah mengajukan keluhan kepada UEFA hari ini terkait insiden yang terjadi pada leg pertama perempatfinal Liga Champions UEFA melawan Atlético Madrid. Klub berpendapat bahwa keputusan wasit tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, yang secara langsung memengaruhi jalannya pertandingan dan hasilnya.”

Tak hanya itu, Barcelona juga menyinggung adanya pola keputusan wasit yang dinilai merugikan mereka di laga-laga Liga Champions sebelumnya. Klub bahkan menyebut adanya “standar ganda” yang mengganggu asas fair play.

“Dalam konteks yang sama, FC Barcelona menilai ini bukan kali pertama dalam pertandingan UEFA Liga Champions ada keputusan wasit yang tak dapat dimengerti telah merugikan tim, menciptakan standar ganda yang jelas, dan menghalangi persaingan yang adil dengan klub-klub lain,” demikian kritik klub.

Barcelona juga mengkritik penerapan teknologi VAR yang dinilai masih memiliki “kekurangan serius”. Menurut mereka, jika penalti diberikan dalam situasi tersebut, peluang menyamakan skor terbuka lebar.

Sebagai tindak lanjut, Barcelona meminta UEFA melakukan peninjauan menyeluruh atas keputusan wasit, termasuk membuka rekaman komunikasi antara wasit utama dan tim VAR. Jika terbukti ada kesalahan, mereka menuntut adanya pengakuan resmi dan sanksi yang jelas.

Sementara Tim asuhan Hansi Flick masih punya tugas berat di leg kedua yang akan digelar di Stadion Metropolitano. Mereka harus menang dengan selisih minimal dua gol untuk menjaga asa lolos ke semifinal.

Langkah FC Barcelona usai pertandingan melawan Atletico Madrid menunjukkan sikap memperjuangkan hak mereka di level Eropa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status