INTREND.ID Menjangkau wawasan baru

Gunung Semeru Erupsi Warga Mulai Mengungsi Awan Panas Guguran 11 Km

INTREND.ID – Gunung Semeru Erupsi sejak pagi tadi, Minggu 4 Desember 2022. Gunung Semeru erupsi mulai menjelang subuh.

Erupsi Gunung Semeru ini juga pernah terjadi satu tahun lalu, yaitu pada Desember 2021.

Gunung Semeru berketinggian 3676 mdpl terletak di Lumajang, Malang, Jawa Timur.

Hingga Minggu siang, warga di sekitar gunung Semeru erupsi mulai mengungsi.

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyatakan, awan panas guguran atau APG Gunung Semeru masih berlangsung hingga Minggu siang.

“Jarak APG terpantau hingga 11 km laporan perkembangan visual APG Semeru,” demikian keterangan tertulis BNPB.

BNPB juga melakukan pemantauan intensif melalui BPBD Lumajang terhadap warga di sekitar gunung Semeru yang erupsi.

BNPB mencatat sejauh ini sudah ada 93 warga yang mengungsi di Balai Desa Sumberurip Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“BNPB akan terus berkoordinasi dengan tim BPBD di lapangan dalam melakukan kaji cepat, monitoring dan evakuasi warga,” demikian keterangan BNPB.

Gunung Semeru erupsi seperti yang dilaporkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Badan Geologi KESDM RI.

Simak:  Ledakan di Depan Polsek Astana Anyar Bandung Diduga Bom Bunuh Diri Pelaku Tewas

Gunung Semeru erupsi kembali dengan meluncurkan guguran awan panasnya sejauh 10.000 meter ke tenggara dan selatan.

Hingga Minggu pagi, erupsi Gunung Semeru masih pada tingkat Level III atau level Siaga.

PVMBG mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 13 kilometer sisi Tenggara sepanjang Besuk Kobokan.

Jalur pendakian gunung Semeru masih ditutup sampai kondisi normal kembali.

“Karakter Erupsi Gunung Api Semeru saat ini adalah berupa erupsi eksplosif yang berselang seling dengan erupsi efusif. Letusan abu bertipe vulcanian terjadi setiap hari, yang terkadang disertai guguran lava serta awan panas guguran,” demikian rilis PVBMG dikutip 4 Desember 2022.

Pihak PVMBG melalui Mukdas Sofian, A.Md menyampaikan himbauan kepada masyarakat.
1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Simak:  Daftar Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2024 Hasil Pengundian KPU

2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

3. Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sementara itu, dari keterangan Saver Semeru, Cakyo, status Gunung Semeru erupsi dinaikkan dari Siaga (level III) menjadi Awas (level IV).

Peningkatan level itu terhitung hari Minggu 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

“Rekomendasi : Tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak, dan sektoral arah Tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) sejauh 19 km dari puncak.” ***

Baca Artikel lainnya di Google News INTREND.ID

Tinggalkan komentar