Intrend.id – Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat pertandingan Persib Bandung vs Persijap Jepara babak pertama, Sabtu 23 Mei 2026, benar-benar panas. Ribuan Bobotoh memadati stadion untuk menyaksikan laga penentuan antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara dalam pekan terakhir BRI Super League 2025/2026.
Tapi sampai babak pertama laga Persib vs Persijap, skor masih bertahan 0-0. Hasil ini bikin jantung suporter Maung Bandung naik turun.
Persib sebenarnya tampil dominan sejak awal pertandingan. Penguasaan bola mencapai sekitar 52 persen dan peluang demi peluang terus diciptakan. Namun rapatnya pertahanan Persijap Jepara membuat lini depan Persib frustrasi.
Tim tamu datang ke Bandung dengan satu misi jelas: merusak pesta juara Persib. Mereka bermain super defensif alias “parkir bus”, dengan garis pertahanan sangat rapat dan disiplin. Hampir semua pemain Persijap turun membantu bertahan setiap kali Persib menyerang.
Dua peluang terbaik Persib datang dari kaki Adam Alis. Gelandang enerjik Maung Bandung itu sempat mendapat kesempatan emas di depan gawang, tapi sayangnya belum mampu dikonversi menjadi gol. Bobotoh di GBLA pun sempat dibuat terdiam karena peluang tersebut seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan.
Meski begitu, Persib masih berada di posisi aman untuk sementara. Sebelum laga dimulai, Maung Bandung memimpin klasemen dengan 78 poin dari 33 pertandingan. Sementara itu, pesaing terdekat mereka, Borneo FC, berada di posisi kedua dengan 76 poin.
Masalahnya, di waktu yang sama Borneo FC sedang pesta gol melawan Malut United di Samarinda. Pesut Etam bahkan unggul telak 4-0 di babak pertama. Jika Borneo menang dan Persib sampai kalah, maka gelar juara bisa lepas dari tangan Persib.
Untungnya, hasil imbang sebenarnya sudah cukup bagi skuad asuhan Bojan Hodak untuk mengunci gelar juara karena unggul head-to-head atas Borneo FC. Itu sebabnya pertandingan ini terasa sangat menegangkan. Satu gol saja bisa menentukan nasib trofi musim ini.
Secara permainan, Persib tetap menunjukkan identitas khas mereka musim ini: pertahanan solid dan organisasi rapi. Formasi 4-2-3-1 milik Bojan Hodak kembali jadi andalan. Double pivot di lini tengah membuat Persib tetap stabil saat menyerang maupun bertahan.
Musim ini, Persib memang dikenal sebagai tim dengan pertahanan terbaik di liga. Mereka baru kebobolan 22 gol dalam 33 pertandingan dan sukses mencatatkan 18 clean sheet. Statistik itu jadi alasan utama kenapa mereka mampu bertahan di puncak klasemen sampai pekan terakhir.
Di laga melawan Persijap, lini belakang Persib juga terlihat sangat aman karena lawan nyaris tidak memberi ancaman berarti. Fokus utama mereka sekarang adalah mencari satu celah kecil untuk memecah kebuntuan dan memastikan pesta juara benar-benar terjadi di GBLA.
Dengan hasil pertandingan babak pertama Persib vs Persijap di tengah tekanan besar, stadion penuh, dan rival yang terus menang di pertandingan lain, laga hari ini benar-benar jadi drama penutup musim yang bikin deg-degan sampai menit akhir. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan