Hutan Batu Suobuya Enshi, Destinasi Unik di Tiongkok yang Gabungkan Alam Purba dan Budaya Tujia

Hutan Batu Suobuya

Intrend.id – Kalau sedang mencari destinasi anti-mainstream di Tiongkok, Hutan Batu Suobuya di Enshi, Provinsi Hubei, layak masuk daftar perjalanan berikutnya. Tempat yang dijuluki sebagai “Hutan Batu Ordovisian Pertama di Dunia” ini bukan sekadar menawarkan panorama alam yang memukau, tetapi juga membawa wisatawan menjelajahi sejarah bumi yang telah berlangsung sekitar 460 juta tahun.

Seiring kebijakan bebas visa Tiongkok yang terus diperluas, kawasan wisata ini kini semakin siap menyambut wisatawan Asia Tenggara. Bukan hanya menghadirkan lanskap batu yang spektakuler, Suobuya juga memperkaya pengalaman wisata melalui berbagai atraksi budaya dan aktivitas interaktif yang mulai dikembangkan sepanjang 2026.

Pemandangan Bak Labirin Bawah Laut yang Instagramable

Berlokasi sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Enshi, Hutan Batu Suobuya memiliki luas sekitar 21 kilometer persegi. Dulunya kawasan ini berada di dasar lautan purba sebelum berubah akibat proses geologi selama ratusan juta tahun.

Hasilnya adalah deretan pilar batu raksasa yang menjulang tinggi di tengah hijaunya pepohonan, menciptakan panorama yang sering disebut menyerupai labirin bawah laut. Kombinasi bebatuan purba dan vegetasi lebat membuat kawasan ini menjadi salah satu hutan batu dengan tutupan hijau terbaik di Tiongkok.

Suhu yang relatif sejuk sepanjang musim panas juga menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan alam tanpa harus menghadapi cuaca ekstrem.

Empat Zona Wisata dengan Pesona Berbeda

Setiap sudut Hutan Batu Suobuya menawarkan pengalaman berbeda.

Qinglongtai menjadi lokasi terbaik untuk menikmati panorama seluruh kawasan dari ketinggian. Sementara itu, Lianhuazhai menghadirkan lembah tersembunyi Xiniugou dengan tebing-tebing curam dan permainan cahaya yang terlihat dramatis.

Bagi pecinta sejarah alam, Mozigou menjadi destinasi favorit karena menyimpan banyak fosil dari Periode Ordovisian. Pengunjung bahkan bisa melihat langsung jejak kehidupan purba yang masih terjaga hingga sekarang.

Tak kalah menarik, Jiulonghui menawarkan perpaduan air terjun, dinding batu melingkar, serta formasi batu yang menciptakan lanskap megah. Pengalaman semakin lengkap lewat teater 5D “Shanhaijing” yang mengajak wisatawan menyaksikan evolusi dunia laut purba secara imersif.

Mengenal Budaya Tujia yang Masih Terjaga

Pesona Suobuya bukan hanya soal batuan purba. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi budaya Tujia, salah satu kelompok etnis terbesar di wilayah Enshi.

Wisatawan bisa menyaksikan Tari Baishou, tarian tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Tiongkok. Gerakannya menggambarkan kehidupan masyarakat Tujia, mulai dari berburu, bertani hingga berperang dengan iringan musik yang penuh semangat.

Pengunjung bahkan dapat ikut menari bersama dalam berbagai pertunjukan budaya yang rutin digelar di kawasan wisata.

Festival Gadis Tujia Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Salah satu agenda paling ditunggu adalah Festival Gadis Tujia yang digelar setiap bulan ketujuh kalender lunar.

Festival ini menjadi tradisi masyarakat Tujia untuk mempertemukan para muda-mudi melalui lagu rakyat dan tarian khas. Selain pertunjukan budaya, wisatawan juga bisa menikmati parade adat, pameran kerajinan tangan, hingga berbagai pertunjukan seni tradisional.

Tak heran jika Suobuya dikenal sebagai Kampung Halaman Seni Rakyat Tiongkok sekaligus Kampung Halaman Lagu Rakyat Pegunungan.

Aktivitas Seru yang Bikin Liburan Tidak Membosankan

Sepanjang 2026, pengelola menghadirkan berbagai aktivitas baru agar pengalaman wisata semakin interaktif.

Mulai dari pertunjukan flash mob budaya, program peduli lingkungan yang mengajak wisatawan menukar sampah dengan suvenir, pengalaman mengenal warisan budaya tak benda melalui “Nyanyian Pekerja Batu”, hingga permainan petualangan bertema **Ordo Rahasia Hutan Batu** yang membuat eksplorasi terasa seperti menyelesaikan misi dalam sebuah game.

Konsep ini membuat wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga benar-benar merasakan kehidupan budaya lokal.

Akses ke Hutan Batu Suobuya Kini Semakin Mudah

Perjalanan menuju Enshi juga semakin praktis. Bandara Internasional Enshi Xujiaping kini terus memperluas jaringan penerbangan internasional.

Selain rute reguler menuju Hong Kong, penerbangan ke Ho Chi Minh City dan Hanoi telah kembali beroperasi. Ke depan, rute menuju Singapura dan Kuala Lumpur juga tengah dipersiapkan sehingga wisatawan Asia Tenggara dapat mencapai Enshi dengan lebih mudah.

Hutan Batu Suobuya menjadi salah satu destinasi baru di Tiongkok yang layak masuk bucket list bagi pencinta alam maupun budaya. Kombinasi keajaiban geologi, budaya Tujia yang autentik, aktivitas wisata modern, serta akses transportasi yang terus berkembang, menjadi daya tarik tersendiri. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
© Copyright 2026, All Rights Reserved  |  @2021-2026 | Published by Intrend.id
DMCA.com Protection Status