INTREND Siber

Korban Meninggal Lebih 120 Orang Akibat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

INTREND.ID – Korban meninggal dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur (Jatim) terus bertambah.

Dari dua rumah sakit tempat perawatan para korban, yaitu di RS Wava Husada sebanyak 110 korban meninggal.

Korban lainnya dirawat di RSUD Kanjuruhan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, lebih dari 120 orang meninggal saat kerusuhan terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022.

Wiyanto Wijoyo sampaikan lebih dari 120 orang telah meninggal.

Sampai Minggu subuh, pihaknya terus melakukan pendataan jumlah korban luka yang terdapat di tiga rumah sakit kota dan kabupaten Malang.

Wiyanto Wijoyo juga menyampaikan ada beberapa alasan sampai jatuh korban jiwa saat kerusuhan terjadi.

“Lebih dari 120 orang meninggal, mereka meninggal karena caos, berdesak-desakan, terinjak-injak dan sesak napas,” kata Wiyanto dikutip dari TVOne, Minggu dini hari 2 Oktober 2022.

Wiyanto Wijoyo menambahkan korban luka yang pasti lebih dari seratus dan dirujuk ke rumah sakit Saiful Anwar dan rumah sakit Kanjuruhan.

Jika korban jiwa melebihi jumlah 126 orang, maka insiden Kanjuruhan menjadi kedua terbanyak dalam tragedi sepakbola dunia.

Insiden tragedi sepakbola yang menelan korban jiwa paling banyak terjadi di Lima Peru pada 24 Mei 1964 menelan korban 328 orang.

Insiden tragedi sepakbola yang menelan korban jiwa terbanyak lainnya terjadi di Accra, Ghana pada 9 Mei 2001 dengan menelan 126 korban jiwa.

Skor akhir 2-3 dimenangkan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, juga menyampaikan duka cita mendalam atas insiden di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

“PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang,” kata Iriawan melalui laman resmi PSSI, Minggu 2 Oktober 2022.

Iriawan menambahkan, PSSI mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. ***

Baca Artikel lainnya di Google News.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button