Intrend.id – Fenomena hujan meteor Geminid bakal menghiasi luar angkasa malam Desember 2025. Salah satu hujan meteor paling aktif dan spektakuler ini diketahui aktif sejak awal Desember dan akan berlangsung hingga Rabu, 17 Desember 2025. Puncak hujan meteor Geminid diperkirakan terjadi pada Minggu malam hingga dini hari, 13–14 Desember 2025.
Pada saat puncak hujan meteor Geminid Desember 2025, Bulan berada pada fase sekitar 25–30 persen sehingga dinilai tidak terlalu mengganggu pengamatan. Kondisi ini membuat peluang menyaksikan Geminid menjadi cukup baik, termasuk bagi pengamat di wilayah Indonesia, selama cuaca cerah dan minim polusi cahaya.
Hujan meteor Geminid dapat diamati sepanjang malam. Namun, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar. Pada rentang waktu tersebut, rasi bintang Gemini—titik pancaran (radiant) hujan meteor—akan berada lebih tinggi di langit, sehingga jumlah meteor yang terlihat cenderung meningkat.
Meteor Geminid dikenal memiliki cahaya terang dan bergerak relatif lambat. Bagi pengamat awam, meteor tampak seperti “bintang jatuh” berukuran kecil yang melesat cepat di langit. Apabila meteor tersebut tidak habis terbakar di atmosfer dan mencapai permukaan Bumi, maka sisa benda tersebut disebut meteorit.
Berbeda dengan hujan meteor lain yang umumnya berasal dari komet, Geminid berasal dari benda induk bernama 3200 Phaethon. Objek ini diperkirakan merupakan asteroid tipe Apollo yang dijuluki sebagai “komet batu”. Karena itu, Geminid bersama Quadrantid menjadi hujan meteor besar yang tidak berasal dari komet.
Secara historis, hujan meteor Geminid pertama kali tercatat pada 1862. Aktivitasnya terus meningkat sepanjang abad ke-20 dan dikenal sebagai hujan meteor tahunan paling konsisten hingga saat ini. Di lokasi dengan langit gelap dan kondisi ideal, jumlah meteor yang terlihat bisa mencapai puluhan hingga puluhan besar per jam.
Para ahli menyarankan pengamatan dilakukan dari lokasi terbuka, jauh dari lampu kota, serta menggunakan kursi santai agar pengamat dapat menatap langit dalam waktu lama dengan nyaman. Tidak diperlukan teleskop atau alat khusus, karena Geminid dapat dinikmati dengan mata telanjang.
Puncak hujan meteor Geminid Desember 2025 akan menjadi hal menarik bagi pecinta astronomi. Geminid 2025 menjadi salah satu momen terbaik untuk menikmati keindahan fenomena langit akhir tahun. (*)