Intrend.id – Insiden kecelakaan tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur bikin publik geger. Insiden terjadi malam di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026, membuat suasana jadi momen mencekam.
Video detik-detik pascakejadian tabrakan kereta api di Bekasi Timur tersebut viral di media sosial. Banyak yang menyebut ini salah satu kecelakaan kereta paling serius tahun ini.
Tabrakan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB. Berdasarkan informasi yang beredar, rangkaian KRL Cikarang Line sempat berhenti setelah diduga ada gangguan di perlintasan dekat Bulak Kapal, ketika sebuah kendaraan mogok di jalur. Situasi itu memicu rangkaian KRL bergerak sangat pelan.
Namun, dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang kemudian menghantam bagian belakang KRL. Benturan keras tak terhindarkan. Gerbong paling belakang, termasuk gerbong khusus wanita, dilaporkan ringsek parah bahkan sebagian tertembus lokomotif.
“Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang,” kata Andi (42), di Stasiun Bekasi Timur, mengutip Antara, Senin 27 April 2026.
Suasana di lokasi langsung chaos. Penumpang panik berhamburan keluar, sementara tim penyelamat, ambulans, damkar, dan petugas gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi. Sejumlah korban terlihat dievakuasi dengan tandu, sementara yang mengalami luka ringan dibawa menjauh dari titik benturan.
Sejumlah aparat keamanan stasiun, damkar, tim medis, TNI, dan Polri serta warga sekitar masih mengevakuasi korban yang terjebak di dalam gerbong KRL.
Data awal dari KAI Daop 1 Jakarta menyebut dua orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Beberapa korban dilaporkan dalam kondisi serius. Mayoritas korban berada di gerbong belakang yang menerima dampak paling parah dari tabrakan.
Mengutip dari siaran Kompas TV Senin malam, “Tercatat di rumah sakit ada dua korban meninggal dunia,” kata Manager Humas DAOP 1 Jakarta, Franoto Wibowo.
Bukan cuma soal korban, dampak insiden ini bikin perjalanan kereta di lintas Bekasi Timur-Cikarang lumpuh total sementara. Sejumlah KRL dan kereta jarak jauh tertahan di beberapa stasiun, termasuk Jatinegara dan Bekasi. Penumpang pun diminta bersabar karena ada rekayasa pola operasi yang langsung diterapkan.
KAI Commuter juga melakukan penyesuaian perjalanan. Beberapa layanan hanya beroperasi sampai Bekasi dan Cakung sebelum putar balik. Pengguna commuter diminta cek update melalui aplikasi Access by KAI maupun C-Access sebelum berangkat.
“Rekayasa Pola Operasi: – KA 6066B (Kampung Bandan-Cikarang) Perjalanan hanya sampai Stasiun Bekasi, kembali sebagai KA 5191B (Bekasi-Kampung Bandan). – KA 5574 (Kampung Bandan-Bekasi) Perjalanan hanya sampai Stasiun Cakung, kembali sebagai KA 5583B (Cakung-Kampung Bandan),” demikian pernyataan KAI Commuter Line.
PT KAI dan KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas insiden operasional tersebut. Dalam pernyataan resminya, fokus utama saat ini adalah evakuasi korban, penanganan medis, serta investigasi penyebab kecelakaan.
“KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas adanya insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur, yang berdampak pada perjalanan kereta api,”
demikian keterangan tertulis KAI Commuter di media sosial resmi.
Soal penyebab, masih didalami. Dugaan sementara mengarah pada persoalan sinyal, prosedur pemberhentian darurat, atau faktor teknis lain. Semua masih dalam penyelidikan.
Di media sosial, video kondisi gerbong ringsek dan proses evakuasi cepat menyebar. Banyak netizen menyampaikan duka, sementara lainnya mempertanyakan sistem keselamatan perkeretaapian.
Buat warga yang berencana naik kereta dari wilayah Bekasi dan sekitarnya, disarankan hindari dulu rute Bekasi Timur sampai jalur dinyatakan aman. Pantau terus akun resmi @CommuterLine, @KAI121, dan @KAIDaop1 untuk update terbaru.
Insiden tabrakan kereta api di Bekasi Timur ini masih diinvestigasi. Kini publik menunggu bagaimana tabrakan besar ini bisa sampai terjadi? (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan