Intrend.id – Persib Bandung gagal melanjutkan rekor sempurna di kandang usai ditahan imbang Arema FC 0-0 pada pekan ke-29 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat 24 April 2026. Hasil ini jadi kali pertama Maung Bandung gagal menang di rumah sendiri musim ini.
Persib tetap bertahan di puncak klasemen dengan 66 poin meski hasil lawan Arema cuma dapat satu poin. Namun posisi mereka belum aman karena Borneo FC masih punya satu laga di tangan dan bisa memangkas jarak jadi makin panas.
Laga ini sebenarnya dikuasai Persib sejak awal. Dukungan penuh Bobotoh yang memenuhi GBLA bahkan diawali doa bersama demi menguatkan perjuangan tim mempertahankan gelar juara. Atmosfer panas, tekanan tinggi, tapi gol yang ditunggu tak kunjung datang.
Pelatih Bojan Hodak menurunkan komposisi terbaiknya. Nama-nama seperti Marc Klok, Thom Haye, Berguinho, hingga Andrew Jung langsung dipercaya sejak menit awal.
Masuk babak kedua, Persib langsung gaspol. Menit 47, tendangan Luciano Guaycochea masih membentur kaki bek Arema. Setelah itu tekanan terus datang, tapi pertahanan Singo Edan benar-benar rapat.
Arema sesekali melawan lewat serangan balik. Tapi fokus utama mereka jelas bertahan total. Strategi itu sukses bikin lini depan Persib frustrasi.
Menit 70, Hodak coba ubah permainan dengan memasukkan Adam Alis dan Beckham Putra. Lalu Sergio Castel masuk di menit 79 untuk menambah daya dobrak.
Peluang emas sempat hadir. Menit 77, sepakan Berguinho masih diamankan Lucas Frigeri. Di masa injury time, Beckham punya kans emas di menit 90+5, tapi diblok bek lawan. Tandukan Andrew Jung juga dimentahkan Frigeri.
Drama berlanjut semenit kemudian. Sontekan Julio Cesar di menit 90+6 kembali ditepis Frigeri. Kiper Arema itu benar-benar jadi mimpi buruk Persib malam itu.
Skor 0-0 bertahan sampai laga selesai. Rekor 100 persen kemenangan kandang Persib pun resmi tak berlanjut.
Usai laga, Bojan Hodak mengaku timnya sudah tampil maksimal. “Setiap pertandingan kami berusaha menang. Tapi kita tahu Arema bermain bertahan dan betul-betul menjalankan instruksi pelatihnya dengan baik,” kata Hodak saat konferensi pers usai laga.
Menurut dia, Persib pantas menang, tapi penampilan disiplin Arema dan aksi gemilang Frigeri jadi pembeda. “Dan pemain terbaik (dalam laga ini) adalah penjaga gawang mereka,” kata Hodak.
Pelatih asal Kroasia itu juga mengingatkan persaingan juara makin rumit. Tambahan satu poin memang menjaga Persib di puncak, tapi tekanan jelas makin besar.
Hasil ini jadi alarm buat Maung Bandung. Dominasi penguasaan bola belum cukup kalau finishing masih tumpul. Di fase krusial perebutan gelar, setiap poin sekarang terasa mahal.
Buat Bobotoh, hasil ini bikin campur aduk. Kecewa karena rekor kandang pecah, tapi masih ada optimisme karena Persib belum tergeser dari singgasana.
Tapi ada pemandangan unik yang tampak di area penonton. Bobotoh dan pendukung arema sama-sama memajang gambar simbol klub masing-masing.
Persib dengan simbol maung dan Arema dengan simbol singa. Kondisi ini menunjukkan kedua fans sama-sama bersahabat saat kedua klub bertanding. “Respect To be Respected” demikian tulisan di bawah gambar simbol klub.

Kini fokus Persib tertuju ke laga berikutnya usai imbang lawan Arema. Kalau mau back to back juara, tak ada ruang lagi buat buang poin. Persaingan masuk mode panas. Maung Bandung wajib gaspol lagi. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan