EntertainmentINTREND Siber

Viral Lagu “Tak Diberi Tulang Lagi” Disebut Menyindir Slank Dibantah Kuburan Band

Intrend.id – Jagat media sosial kembali gaduh usai sebuah lagu berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi” yang belum terjawab lagu siapa mendadak viral di TikTok dan berbagai platform sejak akhir pekan lalu hingga Senin 5 Januari 2026. Nadanya garang, liriknya frontal, dan yang paling menyulut emosi: lagu itu secara eksplisit menyebut nama Slank.

Lagu Tak Diberi Tulang Lagi disebut karya Kuburan Band dan dalam hitungan jam menjadi perbincangan publik serta membangun satu kesimpulan bersama. Lagu tersebut dianggap sebagai balasan Kuburan Band terhadap Slank, yang sebelumnya merilis lagu kritik sosial berjudul “Republik Fufufafa”. Narasi “perang terbuka antarband senior” pun terlanjur bergulir kencang.

“Mana syairnya? Slank bernyanyi lagi, gitar tua bersuara,” begitu penggalan lirik di awal lagu yang langsung memantik tafsir liar.

Dunia musik Indonesia seolah kembali ke era diss track. Slank, band legendaris yang selama puluhan tahun dikenal vokal mengkritik ketimpangan sosial dan kekuasaan, baru saja merilis “Republik Fufufafa” bertepatan dengan ulang tahun mereka yang ke-42. Lagu ini dinilai menyindir kondisi negara, kepemimpinan, serta fenomena akun misterius “Fufufafa” yang sempat ramai dikaitkan dengan Gibran Rakabuming Raka saat Pilpres 2024.

Namun alih-alih fokus pada pesan lagu Slank, perhatian publik justru teralihkan oleh kemunculan “Tak Diberi Tulang Lagi”. Lagu tersebut dinarasikan sebagai sindiran keras terhadap Slank yang dianggap baru berani vokal mengkritik pemerintah setelah tak lagi “dekat” dengan kekuasaan.

Liriknya tajam. Sindirannya pedas. Bahkan menyinggung masa lalu Slank yang disebut pernah berada di lingkar kekuasaan, termasuk fakta salah satu personelnya pernah menjabat komisaris di era Presiden Joko Widodo. Di media sosial, perdebatan pun meledak. Ada yang menilai kritik tetap sah kapan pun disuarakan, ada pula yang menuntut konsistensi sebagai bentuk perlawanan sejati.

Nama Kuburan Band ikut terseret. Banyak akun menyebut band rock horor itu “turun gunung” untuk menyerang balik Slank. Istilah diss track bergema. Linimasa menjadi panggung. Publik menjadi penonton.

Namun, cerita itu runtuh hanya oleh satu kalimat. Di tengah riuh yang tak terkendali, Resa Rizkyan, vokalis Kuburan Band, angkat suara lewat kolom komentar Instagram.

Pernyataan mematahkan seluruh narasi yang terlanjur dipercaya. Resa menegaskan, Kuburan Band tidak pernah merilis lagu “Tak Diberi Tulang Lagi”. Tidak ada rekaman studio. Tidak ada niat menyerang Slank. Bahkan, tidak ada band di balik lagu itu. Ia bahkan meminta publik membantu memviralkan karya asli Kuburan yang berjudul “Ajeng”, bukan lagu palsu yang beredar di TikTok.

“Boleh bantu viralkan lagu baru Kuburan yang berjudul AJENG, bukan lagu yang viral di TikTok yang hoax, karena itu lagu AI,” tegas Resa, Minggu 4 Januari 2026.

Fakta-fakta pun mulai bermunculan. Lagu viral berdurasi 2 menit 35 detik itu tidak tercatat di Spotify resmi Kuburan, tidak muncul di YouTube resmi, dan tidak pernah dipromosikan melalui akun media sosial band tersebut. Visual video klipnya pun janggal: gerakan personel terlihat tidak natural, bernuansa hitam putih, dan terasa artifisial.

Yang paling mencolok, genre musiknya. Kuburan dikenal dengan rock nyentrik, horor-humoris, teatrikal, dan penuh satire. Sementara lagu “Tak Diberi Tulang Lagi” justru bergenre hip hop/rap keras, asing dari sejarah musikal Kuburan. Suara vokalnya pun terdengar sintetis—ciri kuat produksi kecerdasan buatan.

Sejumlah warganet mulai meluruskan informasi. Salah satunya akun @indrauyelesmana46 yang menyebut hasil penelusuran mesin pencari membuktikan lagu tersebut bukan milik Kuburan Band. Akun lain seperti @pendongeng5352 yang sempat menarasikan lagu itu sebagai karya Kuburan pun menuai koreksi.

Fakta lain yang tak kalah penting: karya terbaru Kuburan Band justru berjudul “Ajeng”, yang dirilis 14 November 2025, jauh sebelum Slank meluncurkan “Republik Fufufafa”. Tidak ada kronologi balas-membalas seperti yang dipercaya publik.

Di sisi lain, Slank tetap berjalan di jalurnya. “Republik Fufufafa” berdiri sebagai karya kritik sosial, bukan pemantik duel. Namun algoritma media sosial telanjur menciptakan drama yang terasa lebih menarik daripada kebenaran itu sendiri.

Lirik Lagu Tak Diberi Tulang Lagi

Mana syairnya?
Slank bernyanyi lagi
Gitar tua bersuara
Republik Fufufafa menggema di udara
Nada-nada keras dari jalanan kota
Cerita lama yang kini terbuka

Ada anjing setia sepuluh tahun lamanya
Membelah dan memuja tanpa tanya kenapa
Duduk di kaki kuasa
Menunggu isyarat hidup dari pujian dan janji yang sekarang

Reff
Tapi waktu berputar
Mangkuk tak lagi penuh
Kesetiaan diuji
Saat lapar menyentuh
Tak diberi tulang lagi

Kini dia menggonggong
Pada tuannya sendiri
Suara sumbang pun melolong

Di negeri sandiwara
Topeng mulai terlepas
Jejak digital tersimpan
Tak bisa terhapus
Layar-layar kecil jadi saksi bisu

Ucapan kemarin beradu dengan laku
Apa yang ditanam kini tunggu jadi bukti
Republik ingatan, tapi arsip tak mati
Sekarang waktu berjalan

Piring tak lagi terisi
Kesejatian diuji
Saat lapar menghampiri.

Kisah “Tak Diberi Tulang Lagi” menjadi pelajaran penting. Di era AI dan algoritma, suara bisa dipalsukan, gaya bisa ditiru, dan cerita bisa dibangun tanpa pelaku yang nyata. Layar ponsel berubah menjadi panggung, dan publik sering kali menjadi penonton yang lupa bertanya: ini sungguhan, atau sekadar ilusi digital? (*)

Yang menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status