Viral Penghulu KUA Setiabudi Muhammad Zidni Ilmi Pakai Tiga Bahasa saat Menikahkan

Intrend.id – Adalah Muhammad Zidni Ilmi (32), penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, yang mendadak jadi sorotan publik. Dalam video berdurasi sekitar dua menit yang telah ditonton jutaan kali, Zidni terlihat memimpin prosesi ijab kabul pasangan beda kewarganegaraan dengan tenang dan fasih. Mempelai pria berasal dari Jerman, sementara mempelai perempuan merupakan warga negara Indonesia.
Muhammad Zidni Ilmi muncul dalam sebuah video akad nikah yang mendadak ramai, berseliweran di linimasa, bikin netizen berhenti scroll tanpa aba-aba. Bukan karena gaun mewah atau dekorasi mahal, melainkan karena prosesi sakral itu dipimpin seorang penghulu dengan gaya beda dari biasanya. Mengalir rapi, penuh arti, dan disampaikan dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, bahkan diselipkan bahasa Jerman.
Prosesi akad nikah itu bukan sekadar formalitas kata, tapi sarat makna yang dijaga dengan penuh kesadaran. Zidni menjelaskan tata cara ijab kabul menggunakan Bahasa Inggris yang lugas, memastikan mempelai pria memahami setiap kalimat, sebelum melanjutkan akad sesuai syariat Islam. Momen makin mencuri perhatian saat ia mengucapkan salam singkat dalam Bahasa Jerman, membuat kedua mempelai terlihat terpukau.
Pasangan tersebut diketahui bernama Anggita Pradipta, warga negara Indonesia, dan Jan Frederico Reinermann, warga negara Jerman yang telah memeluk Islam. Keduanya tampak khusyuk mengikuti prosesi, sementara warganet ramai-ramai memberikan pujian di kolom komentar.
Zidni mengungkapkan, kemampuan berbahasa asing bukan datang tiba-tiba. Ia telah mempelajari Bahasa Inggris sejak menempuh pendidikan di Pondok Pesantren La Tansa, jauh sebelum menjadi penghulu. Seiring meningkatnya tren pernikahan lintas negara di Jakarta Selatan, ia merasa tuntutan profesional juga ikut naik level.
“Saya menyadari bahwa sebagai penghulu di ibukota, di era global kami harus siap melayani berbagai kalangan, termasuk warga negara asing yang menikah dengan warga Indonesia. Kemampuan berbahasa Inggris bukan sekadar nilai tambah, tapi kebutuhan,” ujar Zidni Sabtu 31 Januari 2026, dikutip dari laman Kanwil Kemenag DK Jakarta.
Selain belajar mandiri, Zidni juga rutin mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi bahasa asing yang difasilitasi Kementerian Agama. Ia mendalami istilah-istilah pernikahan Islam dalam Bahasa Inggris agar dapat menjelaskan prosesi dengan tepat, tanpa multitafsir.
“Yang paling penting adalah memastikan kedua mempelai memahami sepenuhnya makna dan konsekuensi dari ijab kabul yang mereka ucapkan. Tidak boleh ada kesalahpahaman dalam prosesi sakral ini. Karena itu saya pastikan setiap kalimat saya sampaikan dalam bahasa yang mereka pahami,” katanya lagi.
Respons positif pun datang dari berbagai pihak. Wakil Menteri Agama melalui akun Instagram @romo.syafii menuliskan komentar singkat namun bermakna, menyebut Zidni sebagai inspirasi bagi seluruh penghulu di Indonesia. Sementara akun @anggitapradipta menyampaikan rasa terima kasih dan doa, menyebut akad nikah mereka berlangsung khusyuk, khidmat, dan penuh kejutan manis.
Muhammad Zidni Ilmi juga pernah memimpin layanan nikah berbahasa Inggris sebelumnya pada 6 Desember 2025. Kini, aksinya kembali menegaskan bahwa pelayanan publik bisa tetap sakral, profesional, dan relevan dengan zaman. (*)









