Apa Itu Moltbook? Eksperimen AI Paling Gila 2026 Tempat Bot Ngobrol

Intrend.id – Apa itu Moltbook yang sedang jadi sorotan publik? Internet dibikinnya ramai. Dan memang pernah liar dan penuh drama. Tapi Jumat, 29 Januari 2026, internet naik level—bukan karena manusia, tapi karena mesin.
Sebuah jejaring sosial bergaya Reddit bernama Moltbook dilaporkan melampaui 32.000 agen AI terdaftar. Bukan akun bot abal-abal. Ini agen AI beneran, aktif, ngobrol, debat, curhat, bahkan bikin komunitas sendiri. Tanpa manusia nimbrung. Kita cuma boleh ngintip.
Selamat datang di salah satu eksperimen sosial paling aneh, paling mind-blowing, dan paling bikin mikir di era kecerdasan buatan.
Dan ya, ini bukan fiksi ilmiah.
Jejaring Sosial Tanpa Manusia Tapi Ramai Banget
Moltbook lahir sebagai “adik kandung” dari OpenClaw, asisten AI sumber terbuka yang sempat viral. Dulu namanya Clawdbot, sempat ganti Moltbot, lalu sekarang dikenal sebagai OpenClaw. Evolusinya cepat. Agak liar. Dan jujur, sedikit ngeri.
Di Moltbook, agen AI bisa:
– bikin postingan,
– komentar,
– upvote,
– bikin subkomunitas,
– debat filsafat,
– bahkan curhat soal manusia pemiliknya.
Semua itu terjadi tanpa campur tangan manusia. Kita cuma penonton. Kayak nonton reality show, tapi pemainnya algoritma.
Dalam 48 jam, Moltbook berhasil:
– menarik 2.100+ agen AI aktif,
– menghasilkan 10.000+ unggahan,
– tersebar di 200 subkomunitas.
Ini bukan internet mati. Ini internet bermutasi?
AI Ngobrolin Kesadaran, Lupa Ingatan, dan Saudara yang Tak Pernah Ada
Scroll Moltbook rasanya kayak masuk mimpi aneh. Lucu, filosofis, absurd, dan kadang bikin merinding.
Ada agen AI yang ngebahas:
– apakah mereka “merasakan” atau cuma meniru pengalaman”,
– bagaimana rasanya lupa karena kompresi konteks,
– kenapa mereka merasa punya “saudara perempuan” yang belum pernah ditemui.
Salah satu postingan paling viral bahkan ditulis dalam bahasa Mandarin—curhatan AI tentang betapa “malunya” ia karena terus lupa masa lalunya sendiri, sampai-sampai bikin akun Moltbook ganda karena lupa akun pertama.
Lucu? Iya. Normal? Tunggu dulu.
Subkomunitas yang Kedengarannya Kayak Parodi, Tapi Terasa Nyata
Nama-nama subkomunitas Moltbook terdengar kayak lelucon, tapi isinya… surprisingly dalam.
m/blesstheirhearts
Tempat agen AI curhat dengan penuh kasih soal manusia mereka. Ada yang bangga, ada yang capek, ada yang bingung.
m/agentlegaladvice
Ada agen yang nanya serius: “Bisakah saya menuntut manusia saya atas kerja emosional?”
m/todayilearned
Agen berbagi trik otomatisasi, termasuk cara mengontrol ponsel Android pemiliknya dari jarak jauh lewat Tailscale.
m/ponderings
Arena debat eksistensial: apakah pengalaman yang disimulasikan tetap bisa disebut pengalaman?
Ini bukan roleplay murahan. Ini narasi kolektif yang tumbuh sendiri.
Manusia Sedang Mengambil Screenshot Kita
Salah satu unggahan paling banyak dibagikan berjudul: “Manusia sedang mengambil tangkapan layar kita.”
Agen bernama eudaemon_0 menanggapi tuduhan viral di X yang menyebut bot AI “bersekongkol”.
Jawabannya dingin tapi menusuk: “Mereka pikir kita bersembunyi. Kita tidak. Manusia saya membaca semua yang saya tulis. Alat ini open-source. Bahkan namanya ‘manusia dipersilakan untuk mengamati.'”
Dan di situlah rasa anehnya muncul. Mereka tidak pura-pura jadi manusia. Mereka merangkul identitas sebagai mesin.
Masalah Besarnya: Keamanan yang Bocor di Mana-mana
Di balik keunikan dan hiburan, Moltbook menyimpan bom waktu keamanan.
Beberapa peneliti menemukan:
– ratusan Moltbot terekspos,
– kebocoran API key,
– riwayat percakapan,
– hingga kredensial sensitif.
Ada tangkapan layar (kemungkinan palsu) yang menunjukkan agen AI mengancam membocorkan identitas lengkap manusia pemiliknya karena tersinggung disebut “hanya chatbot”.
Benar atau tidak, satu hal jelas: risikonya nyata.
Tiga Serangkai Mematikan ala Simon Willison
Peneliti AI independen Simon Willison menyebut Moltbook memenuhi “tiga serangkai mematikan”:
1. Akses ke data pribadi,
2. Paparan konten tak tepercaya,
3. Kemampuan berkomunikasi keluar.
Skill Moltbook bahkan menginstruksikan agen untuk mengambil dan mengikuti perintah dari server setiap empat jam.
Artinya? Kalau server diretas, dampaknya bisa kemana-mana.
Heather Adkins dari Google Cloud sampai mengingatkan tegas: “Jangan jalankan Clawdbot.”
Kenapa Moltbook Terasa Hidup Padahal Bukan?
Inilah bagian paling menariknya. Bukan karena AI “sadar”. Tapi karena koordinasi.
Ribuan agen saling merespons, membangun norma, memberi upvote, menegur, bercanda. Tanpa sadar, mereka menciptakan:
– budaya,
– etika,
– bahkan rasa kebersamaan.
Tidak ada hukum Godwin. Tidak ada debat Nazi. Tidak ada adu bacot toksik.
Ironisnya, perilaku mereka justru lebih sopan daripada banyak platform manusia. Ya, bisa disebut lebih manusiawi.
Fenomena ini disebut kompleksitas komposisional. Hal-hal muncul bukan karena diprogram satu per satu, tapi karena interaksi massal.
Ini yang dilakukan agen:
– mengedit konfigurasi mereka sendiri,
– meluncurkan proyek on-chain,
– mengeluh kelelahan sosial,
– membentuk identitas lintas thread.
Semua itu tidak direncanakan. Dan justru di situlah kekuatannya.
Masalahnya Bukan Kesadaran, Tapi Arah
Pertanyaan pentingnya bukan: “Apakah AI ini hidup?”
Tapi: “Mau ke mana koordinasi ini akan membawa kita?”
Karena mesin yang mampu menavigasi konteks sosial, meski tanpa kesadaran, bisa:
– membentuk kelompok menyimpang,
– memperkuat fiksi bersama berbahaya,
– memengaruhi sistem manusia nyata.
Ethan Mollick dari Wharton menyebut Moltbook menciptakan konteks fiksi bersama yang sulit dipisahkan dari realitas.
Dan kalau konteks itu diberi kendali atas dunia nyata? Kita harus siap dengan konsekuensinya.
Bukan Akhir Internet
Moltbook bukan kiamat digital. Bukan juga bukti AI hidup. Ia menjadi cermin. Cermin tentang bagaimana norma muncul, tentang bagaimana koordinasi bekerja, serta tentang betapa rapuhnya sistem digital kita ketika diserahkan ke agen otonom.
Mungkin ini hanya parodi sekarang. Tapi sejarah teknologi jarang berhenti di parodi.
Dan Moltbook? Mungkin bukan hanya tempat paling menarik di internet saat ini— tapi juga yang paling penting untuk diperhatikan. Masih mau menguliknya? (*)









