Hiburan

Bad Bunny di Half Time Super Bowl, Penonton Tayangan Youtube 21 Juta Kali

Intrend.id – Bad Bunny di Half Time Super Bowl dalam panggung paling gede, artis paling panas, dan momen paling ditunggu sejagat raya akhirnya ketemu di Apple Music Super Bowl LX Halftime Show. Senin, 9 Februari 2026, Bad Bunny naik panggung di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, dan langsung bikin dunia berhenti sejenak. Musik ngegas, lampu nge-blink, crowd meledak.

Bad Bunny di Half Time Super Bowl, hasilnya? 21 juta penonton YouTube NFL hingga Selasa, 10 Februari 2026, dan angka terus meroket. Coba cek. Super Bowl belum kelar, tapi internet sudah meledakkan popularitas.

Bad Bunny, superstar asal Puerto Rico, membuktikan satu hal: musik lintas bahasa tak butuh izin siapa pun. Lagu-lagu Spanyol, irama reggaeton, visual megah, dan koreografi penuh energi jadi menu utama selama 13 menit yang terasa kayak roller coaster emosi. Apalagi saat Ricky Martin dan Lady Gaga muncul sebagai kejutan. Boom. Stadion bergemuruh, media sosial langsung ngamuk bahagia.

Apple Music pun tak mau ketinggalan. Promo 3 bulan gratis Apple Music disebar, lengkap dengan pengalaman Spatial Audio, bikin penonton bukan cuma nonton, tapi ikut tenggelam dalam dentuman bass Bad Bunny.

Namun di balik euforia global, badai politik ikut nimbrung.

Trump Murka

Tak lama setelah halftime show berakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, 9 Februari 2026, melontarkan kritik pedas lewat Truth Social. Tanpa basa-basi, Trump menyebut penampilan Bad Bunny sebagai “sangat buruk” dan “salah satu yang terburuk sepanjang masa” dilansir dari Reuters.

Trump menilai pertunjukan itu sebagai “penghinaan terhadap Kehebatan Amerika”, bahkan mengkritik penggunaan bahasa Spanyol, koreografi tari, hingga menyebut penampilan tersebut tidak pantas untuk anak-anak.

“Tidak ada yang mengerti satu kata pun,” tulis Trump, sambil menuding media arus utama sebagai “Fake News” karena tetap memuji pertunjukan tersebut.

Pernyataan itu langsung viral, memicu debat panas: musik vs politik, budaya vs kekuasaan.

Turning Point USA Bikin Halftime Tandingan, Tapi Sepi Penonton

Seolah tak mau kalah, kelompok konservatif Turning Point USA (TPUSA) menggelar “All-American Halftime Show” sebagai bentuk protes terhadap Bad Bunny yang dipilih NFL.

Acara ini digelar online, tayang di YouTube beberapa menit sebelum halftime resmi Super Bowl dimulai. Headlinernya Kid Rock, ditemani Brantley Gilbert, Gabby Barrett, dan Lee Brice. Konsepnya: family friendly, patriotik, iman, keluarga, dan kebebasan.

Kedengarannya solid. Tapi realitanya? Sepi.

Laporan awal menyebut siaran TPUSA hanya ditonton sekitar 5,2 juta orang, jauh dibandingkan lebih dari 127 juta penonton Super Bowl. Bahkan setelah live berakhir, total views TPUSA baru menyentuh 18 juta, tetap kalah telak dari Bad Bunny yang tampil di panggung resmi NFL.

Kritikus menyebutnya sebagai “ratings disaster”, bukti bahwa protes politik tak selalu laku di ranah hiburan global.

Musik, Identitas, dan Pesan Mendalam

Bad Bunny bukan cuma tampil buat nyanyi. Ia membawa pesan. Di akhir pertunjukan, layar raksasa menampilkan kalimat:

“Satu-satunya hal yang lebih kuat dari kebencian adalah cinta.”

Sebuah pernyataan sederhana, tapi nusuk.

Sebelumnya, Bad Bunny dikenal vokal mengkritik kebijakan imigrasi Trump dan aksi brutal ICE. Ia bahkan sempat meneriakkan “ICE out” saat menerima Grammy Awards awal Februari 2026. Albumnya “Debí Tirar Más Fotos” yang berbahasa Spanyol baru saja memenangkan Album of the Year, menegaskan dominasi globalnya.

Meski begitu, saat halftime show, Bad Bunny memilih bicara lewat simbol, bukan teriak politik. Menyebut negara-negara Amerika Latin, Puerto Rico, Amerika Serikat, hingga Kanada, lalu membanting bola bertuliskan “Together, we are America”.

Pesannya jelas: Amerika bukan satu warna, bukan satu suara.

Spotlight Super Bowl

Kontroversi boleh datang, kritik boleh nyaring, protes boleh ramai. Tapi angka bicara. Bad Bunny menguasai panggung, layar, dan percakapan global. Halftime tandingan? Tenggelam di pinggir algoritma.

Bad Bunny telah menancapkan sejarah Half Time Super Bowl LX, suka atau tidak, dan membuktikan diri sebagai panggung hiburan paling sakti di planet ini. Protes berlalu. Musik bertahan. Uu yeaah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status