Dampak Gempa M7,8 Mindanao di Filipina dan Indonesia, Video Evakuasi Warga Viral

Intrend.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah lepas pantai Mindanao Filipina pada Senin pagi 8 Juni 2026, memicu kepanikan hingga ke sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.
Sejumlah video amatir yang beredar saat Gempa Mindanao Filipina 2026 di media sosial memperlihatkan detik-detik warga melakukan evakuasi setelah peringatan tsunami dikeluarkan.
Hal ini menunjukkan dampak gempa tidak hanya dirasakan di Filipina. Getaran turut terasa di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur, terutama Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, hingga sebagian Kalimantan Timur.
Meski dampak di Indonesia relatif terbatas, rekaman dari Kepulauan Sangihe, Talaud, hingga beberapa wilayah Sulawesi Utara menunjukkan bagaimana masyarakat merespons cepat ancaman gelombang tsunami akibat gempa besar tersebut.
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah daerah pesisir di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.
Warga Berbondong-bondong Mengungsi ke Tempat Tinggi
Video yang beredar di platform TikTok, X, dan Facebook memperlihatkan antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat bergerak menjauhi kawasan pesisir. Antara lain di akun @skynewsagra.
Di Kepulauan Sangihe dan Tarakan Kalimantan Utara, banyak warga terlihat membawa anggota keluarga menuju lokasi yang lebih tinggi setelah menerima informasi peringatan tsunami dari BMKG.
Sejumlah warga tampak berjalan kaki sambil membawa barang-barang penting. Anak-anak hingga lansia turut dievakuasi untuk menghindari potensi gelombang laut yang dipicu gempa kuat di Filipina Selatan.
Situasi serupa juga terjadi di beberapa desa pesisir yang berada dalam jalur peringatan tsunami.
Getaran gempa juga sempat terekam di sejumlah fasilitas umum.
Salah satu video menunjukkan siswa sekolah dasar berlarian keluar kelas dan berkumpul di area terbuka setelah merasakan guncangan, seperti dalam video yang diunggah akun X @Anggriani3008.
Meski tidak berlangsung lama, suasana panik sempat terjadi sebelum warga mendapatkan informasi resmi dari pihak berwenang.
Rekaman lain yang beredar memperlihatkan kondisi di Pelabuhan Pananaru, Kepulauan Sangihe.
Dalam video tersebut, sejumlah struktur pelabuhan tampak bergetar saat gempa berlangsung. Aktivitas bongkar muat sempat dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Sejumlah pekerja pelabuhan terlihat menjauh dari area dermaga hingga situasi dinyatakan aman.
Gelombang Tsunami Kecil Terpantau
Selain guncangan gempa, beberapa video memperlihatkan perubahan kondisi laut di wilayah pesisir Sulawesi Utara.
Gelombang laut tampak bergerak lebih kuat dari biasanya. Beberapa lokasi juga menunjukkan fenomena surut dan naiknya permukaan air secara cepat.
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil di sejumlah titik pengamatan.
Meski tidak menimbulkan kerusakan besar, kondisi tersebut cukup untuk memicu evakuasi masyarakat yang tinggal dekat garis pantai.
Sebagai respons terhadap gempa besar tersebut, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah Indonesia.
Daerah yang masuk dalam pemantauan meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, hingga sebagian pesisir Kalimantan Timur dan Utara.
Warga di kawasan rawan diminta segera melakukan evakuasi mandiri menuju tempat yang lebih tinggi sambil menunggu informasi lanjutan dari otoritas terkait.
Setelah hasil pemantauan menunjukkan ancaman mulai mereda, peringatan tsunami secara bertahap dicabut.
BMKG mengumumkan peringatan dini tsunami resmi berakhir pada pukul 11.15 WIB. Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meski ancaman tsunami telah dinyatakan berakhir.
Akun X BMKG @infoBMKG menulis pukul 11.15 WIB. “Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.7, tanggal: 08-Jun-26 06:37:42 WIB, dinyatakan telah berakhir.”
Filipina Alami Dampak Lebih Besar
Berbeda dengan Indonesia yang hanya mengalami dampak ringan, wilayah Filipina Selatan menghadapi kondisi yang jauh lebih serius.
Gempa berkekuatan M7,8 tersebut berpusat di lepas pantai Sarangani, Mindanao, dengan kedalaman dangkal sehingga menghasilkan guncangan sangat kuat.
Otoritas Filipina melaporkan puluhan bangunan mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas publik seperti sekolah, pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan, hingga infrastruktur transportasi terdampak.
Bandara dan sejumlah jembatan juga menjalani inspeksi keselamatan pascagempa.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., langsung menginstruksikan seluruh lembaga pemerintah untuk bergerak cepat melakukan evakuasi, distribusi bantuan, dan penilaian kerusakan.
“Saya telah menginstruksikan semua instansi pemerintah terkait untuk segera bertindak. Kantor Pertahanan Sipil dan NDRRMC kini berkoordinasi dalam penanggulangan dan pemantauan bencana di seluruh wilayah yang terdampak. DSWD telah diarahkan untuk menyiapkan barang-barang bantuan dan memastikan pusat-pusat evakuasi siap dan beroperasi. DPWH dalam keadaan siaga untuk menilai kerusakan jalan, jembatan, dan infrastruktur penting, serta membersihkan jalur yang dibutuhkan untuk operasi penyelamatan dan bantuan,” demikian pernyataan Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. mengenai gempa bumi Mindanao dikutip dari pia.gov.ph.
“Pemerintah pusat sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao. Saya terus berkomunikasi dengan kantor-kantor regional dan kepala eksekutif setempat di lapangan,” ungkapnya lagi.
Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan
Hingga saat ini, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di sekitar wilayah Mindanao.
Warga juga diminta tidak mudah percaya pada video lama atau informasi yang belum terverifikasi yang banyak beredar di media sosial.
Pemerintah daerah, BPBD, BNPB, serta BMKG terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.
Dampak gempa Mindanao Filipina 2026 membuat Otoritas seismologi Filipina dan BMKG Indonesia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan aftershock yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)









