Film Dokumenter Always Lalisa Tayang di TIFF 2026, Ungkap Tekanan K-pop dan Kontroversi

Intrend.id – Lalisa Manobal atau Lisa BLACKPINK mencuri perhatian saat menghadiri Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 lewat debut dokumenter Always Lalisa. Pada 11 September 2026, Lisa berjalan di karpet merah untuk pemutaran perdana dunia Always Lalisa, dokumenter garapan sutradara Sue Kim.

Film dokumenter Always Lalisa dengan durasi 97 menit itu tayang dalam program Gala Presentation di Roy Thomson Hall. Ribuan penggemar menyambut kedatangan Lisa dengan teriakan dan sorakan.

Always Lalisa mengikuti satu tahun penting dalam perjalanan Lisa ketika ia mulai membangun identitas sebagai artis solo. Kamera Sue Kim merekam proses Lisa menggarap album Alter Ego, debut akting sebagai Mook di The White Lotus musim ketiga, penampilan solo di Coachella 2025, hingga pendirian agensinya sendiri, LLOUD.

Sue Kim sebelumnya terlibat sebagai executive producer K-Pop Idols di Apple TV+ dan menyutradarai The Last of the Sea Women. Ia mengikuti kehidupan Lisa selama sekitar satu tahun dan mendapat akses ke berbagai momen di balik layar.

Dokumenter ini juga membawa penonton kembali ke masa kecil Lisa di Thailand. Ia mulai mengikuti kompetisi tari sejak muda sebelum pindah ke Korea Selatan pada usia 14 tahun untuk menjalani pelatihan di YG Entertainment.

Lisa kemudian debut bersama BLACKPINK pada 2016. Kariernya berkembang pesat lewat lagu solo seperti “Lalisa” dan “Money”, sebelum akhirnya memperluas aktivitas ke musik, akting, fashion, dan bisnis.

Namun, Always Lalisa tidak hanya menampilkan sisi glamor kehidupan seorang superstar. Lisa juga membahas tekanan besar yang datang bersama popularitas K-pop.

Salah satu hal yang disorot adalah aturan tidak tertulis mengenai hubungan asmara idol. Lisa mengatakan, “In K-pop culture, we can’t date. If you’re seeing someone and you get caught by paparazzi, your popularity drops.”

Ia mengaku pernah menyembunyikan hubungan pribadi demi menjaga citra BLACKPINK. Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi lagu “Dream” dalam album Alter Ego.

Film ini juga memperlihatkan komentar kebencian yang diterima Lisa di internet. Ia merespons tekanan tersebut dengan kalimat, “It’s as if they search for the words that will cut my soul the deepest. I’m a human being who works hard for what I love. Why is it not enough for them?”

Kontroversi lain yang ikut dibahas adalah video lama dari masa trainee Lisa yang bocor pada 2025. Rekaman tersebut memperlihatkan Lisa dan anggota BLACKPINK lainnya berlatih rap menggunakan materi lagu berbahasa Inggris yang mengandung kata rasial ofensif.

Lisa menjelaskan bahwa saat itu dirinya masih sangat muda, baru meninggalkan Thailand, dan belum memahami konteks budaya serta sejarah kata tersebut. Ia mengaku sudah mempelajari dampaknya dan memahami mengapa istilah itu sangat menyakitkan.

Lisa juga disebut pernah ingin memberikan klarifikasi melalui LLOUD. Namun, situasi tersebut disebut rumit karena keterkaitan dengan YG Entertainment serta kekhawatiran mengenai ancaman yang bisa muncul.

Selain kontroversi, Lisa mengungkap pengalaman trainee yang ikut memengaruhi kepercayaan dirinya. Salah satunya ketika ia diminta mengulang video latihan karena bernyanyi ketika seharusnya melakukan rap. Pengalaman itu disebut membuatnya ragu terhadap kemampuan vokalnya selama bertahun-tahun.

Kini, Lisa memasuki fase baru. Setelah berpisah dari YG untuk aktivitas solonya, ia membangun LLOUD dan memperluas kerja sama musik, termasuk dengan RCA. Karier akting serta penampilan di Las Vegas juga memperlihatkan ambisinya untuk berkembang di luar musik K-pop.

Always Lalisa dijadwalkan mendapat perilisan terbatas di bioskop dan IMAX secara global pada 12 Oktober 2026, sebelum hadir di YouTube Premium pada akhir tahun.

TIFF 2026 menjadi panggung penting bagi Lisa untuk memperkenalkan sisi Lalisa Manobal yang lebih personal: bukan sekadar idol global, tetapi manusia di balik sorotan, kontroversi, dan kesuksesan besar.

Lewat film dokumenter Always Lalisa ini, Lisa tidak hanya tampil sebagai bintang BLACKPINK. Ia memperlihatkan perjalanan seorang perempuan yang meninggalkan rumah pada usia 14 tahun, menjalani latihan keras, menghadapi tekanan industri, lalu perlahan membangun kebebasan artistiknya sendiri. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status