Film “Emmy” Angkat Kisah Pahlawan Perempuan, Cerita Heroik Perawat Pejuang

Intrend.id – Proyek film sejarah berjudul “Emmy” menjadi gebrakan baru dari Denny Siregar Production. Film ini akan muncul di tengah dominasi film horor yang lagi digandrungi penonton Indonesia.
Proyek film “Emmy” diumumkan dalam acara syukuran yang digelar pada Jumat 27 Maret 2026. Film Emmy mengangkat kisah nyata sosok pahlawan perempuan Indonesia, yaitu Emmy Saelan.
Sosoknya dikenal sebagai tenaga kesehatan sekaligus pejuang dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Produser Denny Siregar mengungkapkan bahwa film ini bukan sekadar proyek biasa. Ia ingin menghadirkan cerita yang kuat secara historis sekaligus emosional, agar bisa lebih dekat dengan generasi muda.
“Film ini bukan cuma soal sejarah, tapi juga tentang perempuan, cinta, dan pilihan hidup yang besar,” ujarnya.
Untuk kursi sutradara, proyek ini kembali dipercayakan kepada Emil Heraldi. Sementara naskah ditulis bersama Evelyn Afnilia.
Sinopsis Film Emmy
Film Emmy bakal mengisahkan perjalanan hidup Emmy Saelan sebagai seorang perawat di tengah situasi perang yang penuh tekanan. Di saat banyak orang memilih mundur, Emmy justru berdiri di garis depan.
Ia digambarkan sebagai sosok perempuan tangguh yang tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, meski harus menghadapi risiko besar.
Cerita ini gak cuma fokus ke sejarah, tapi juga mengangkat sisi emosional—tentang keberanian, cinta, dan pilihan hidup yang gak mudah.
Daftar Pemain Film Emmy
Deretan aktor dan aktris muda hingga senior siap meramaikan film ini. Berikut beberapa nama yang sudah diumumkan:
– Beby Tsabina sebagai Emmy Saelan
– Vincent Verhaag sebagai Westerling
– Samo Rafael sebagai Bote
– Aji Santosa sebagai Johan
– Iqbal Sulaiman sebagai Katong
– Dioren Jalu Permana sebagai Lalo
– Dito Darmawan sebagai Maulwi
– Tubagus Ali sebagai Stefanus
– Aksara Dena sebagai Ranggong
– Dinda Ghania sebagai Upe
– Regina Suhari sebagai Keke
– Jesyca Marlein sebagai Martha
– Hans De Kraker sebagai De Vries
Peran utama dipercayakan kepada Beby Tsabina yang disebut bakal tampil “all out” demi menghidupkan karakter Emmy di era 1940-an.
Kisah Nyata Emmy Saelan
Sebagai latar cerita, Emmy Saelan adalah pahlawan nasional yang lahir pada 15 Oktober 1924. Ia dikenal sebagai perawat di RS Stella Maris Makassar yang ikut terjun langsung dalam perjuangan melawan Belanda.
Ia merupakan putri dari Amin Saelan, tokoh pergerakan Taman Siswa. Sementara adiknya, Maulwi Saelan, juga dikenal sebagai pejuang dan pernah menjadi pengawal Presiden Soekarno.
Sejak muda, Emmy sudah menunjukkan keberanian. Ia terlibat dalam aksi mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap penangkapan Sam Ratulangi.
Tak hanya itu, ia juga pernah membantu membebaskan pejuang yang ditawan Belanda dengan memanfaatkan posisinya sebagai tenaga medis—aksi yang penuh risiko.
Pada 1946, Emmy bergabung dengan LAPRIS di bawah pimpinan Ranggong Daeng Romo dan ikut bergerilya di hutan.
Puncak perjuangannya terjadi pada Januari 1947 dalam pertempuran di Kassi-Kassi, dekat Makassar. Saat pasukannya terkepung, Emmy menolak menyerah. Ia melempar granat ke arah pasukan Belanda, menewaskan sejumlah musuh, namun juga gugur dalam peristiwa tersebut.
Keberaniannya membuat ia dikenang sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia.
Kebangkitan Film Sejarah
Fakta menariknya, film horor masih jadi genre paling diminati di Indonesia saat ini. Sementara film sejarah sering dianggap “berat” dan kurang diminati generasi muda.
Namun lewat Emmy, Denny Siregar Production mencoba mengubah stigma itu. Dengan pendekatan yang lebih emosional dan relatable, film ini diharapkan bisa menarik minat penonton muda.
Apalagi, kisah Emmy Saelan punya semua elemen kuat: aksi, drama, hingga nilai kemanusiaan.
Saat ini, film Emmy masih dalam tahap persiapan produksi dan belum diumumkan tanggal rilis resminya. Namun antusiasme publik sudah mulai terasa.
Dengan kombinasi cerita sejarah, cast kuat, dan pendekatan emosional, film ini berpotensi jadi salah satu tayangan yang beda dari arus utama.
Film Emmy siap bikin merinding karena haru dan bangga berbeda dari horor yang bikin merinding karena takut. (*)









