Entertainment

Film 13 Assassins Jepang Dalam Masa Kekejaman

Film 13 Assassins menggambarkan kedamaian Jepang yang terkikis karena ulah seorang penguasa yang keji dan semena-mena terhadap rakyat. Penguasa dalam film ini bernama Naritsugu, yang merupakan saudara tiri paling sadis dari Shogun.

Pada tanggal 5 Maret 1884, film 13 Assassins dibuka dengan adegan seorang samurai bernama Susumiya yang hendak melakukan harakiri di depan rumah ketua klan Akashi. Ini merupakan bentuk protes kerasnya karena permintaannya untuk mengadili Naritsugu yang telah membantai keluarganya diabaikan oleh klan Akashi.

Naritsugu terkenal sebagai penguasa yang kejam dan mudah membunuh bangsawan atau rakyat sesuai kehendaknya. Hal ini membuat penasehat Shogun bernama Tuan Doi merasa geram.

Tuan Doi memutuskan untuk mengatasi Naritsugu secara diam-diam untuk mengakhiri kekejaman dan kesewenang-wenangan yang terjadi. Ia mengutus ajudan untuk menemui seorang mantan samurai bernama Shinzaemon Shimada. Adegan tersebut terjadi saat Shinzaemon sedang memancing.

Malam harinya, Shinzaemon bertemu dengan Tuan Doi di rumahnya. Di sana Tuan Doi menceritakan bahwa Jepang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja karena tindakan Naritsugu. Lebih buruk lagi, Naritsugu akan diangkat sebagai penasehat senior oleh Shogun.

Tuan Doi juga membawa seorang saksi mata, Yuki Makino, seorang pelayan agen Matsu dari klan Owari. Yuki Makino menceritakan kejadian pada April 1883 ketika Naritsugu dari klan Akashi menginap di kiso dengan pasukannya. Naritsugu bersikap kejam terhadap wanita setempat, termasuk keluarga Makino.

Shinzaimon mengetahui bahwa keluarga Makino telah dibantai oleh Naritsugu. Tuan Doi meminta Shinzaemon untuk menghentikan Naritsugu, meskipun harus mengorbankan nyawanya.

Hanbai, kepala samurai Naritsugu, menerima perintah dari Tuan Doi untuk membebaskan keluarga Mamiya yang disiksa oleh Naritsugu. Namun, Naritsugu dengan sombongnya tidak merespons permintaan tersebut dan malah melanjutkan perbuatannya.

Curiga terhadap Tuan Doi, Hanbai memerintahkan anak buahnya untuk memata-matainya. Hanbai yakin bahwa Tuan Doi merencanakan sesuatu karena ketidaksenangannya dengan tindakan semena-mena Naritsugu. Hanbai mengetahui pertemuan Tuan Doi dengan Shinzaemon dan Yuki Makino.

Terungkap bahwa Shinzaemon dan Hanbai telah saling mengenal sejak lama karena mereka pernah berlatih di dojo yang sama. Hanbai mengenal Shinzaemon sebagai orang yang gigih dan tak pernah menyerah, meskipun tidak begitu cerdas dan kuat.

Lalu perencanaan dan aksi pertarungan pedang pun berlangsung hingga kematian Naritsugu.

Tentang Film 13 Assasins

Film 13 Assassins adalah sebuah film Jepang tahun 2010 yang disutradarai oleh Takashi Miike. Film ini merupakan remake dari film Jepang tahun 1963 yang berjudul sama, yang disutradarai oleh Eiichi Kudo.

Film “13 Assassins” berlatar belakang pada periode akhir era Edo di Jepang. Ceritanya mengikuti sekelompok samurai yang direkrut untuk melaksanakan misi pembunuhan terhadap seorang penguasa yang kejam dan brutal bernama Lord Naritsugu Matsudaira.

Lord Naritsugu adalah seorang bangsawan yang sadis dan tidak bermoral, yang melakukan tindakan kejahatan tanpa hukuman karena perlindungan yang diberikan oleh keluarganya yang berkuasa.

Shinzaemon Shimada, seorang samurai yang dihormati, menerima tugas dari seorang pejabat tinggi untuk membunuh Lord Naritsugu. Dia membentuk sebuah kelompok yang terdiri dari 12 samurai lainnya, dengan total 13 orang, yang memiliki keahlian dan pengalaman bertempur yang tinggi.

Bersama-sama, mereka menyusun rencana yang rumit dan berbahaya untuk menyerang istana Naritsugu di Ako.

Perjalanan para samurai ini penuh dengan tantangan dan bahaya. Mereka harus menghadapi pasukan pengawal Naritsugu yang kuat dan terlatih serta mengatasi berbagai perangkap yang ditempatkan di sepanjang jalan mereka.

Pertempuran akhir di istana Naritsugu menjadi puncak dari film ini, di mana para samurai harus menggunakan semua keterampilan dan keberanian mereka untuk menghadapi musuh yang jauh lebih banyak.

“13 Assassins” adalah film yang menarik karena berhasil menggabungkan elemen-elemen tradisional dari film samurai dengan adegan-adegan aksi yang intens dan brutal.

Film ini menampilkan pertempuran yang terkoordinasi dengan baik dan diarahkan dengan baik, di samping juga mengeksplorasi karakter para samurai dan dilema moral yang mereka hadapi dalam melaksanakan misi pembunuhan ini.

Film ini mendapatkan banyak pujian dari kritikus dan penggemar film. Kualitas penyutradaraan Takashi Miike, penggambaran yang kuat terhadap periode Edo, dan aksi yang menegangkan membuat “13 Assassins” menjadi film yang layak ditonton bagi penggemar film samurai dan aksi. ***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status