HiburanTrend in Culture

Suara Shakira dan Warisan Abadi Piala Dunia

Intrend.id – Selalu Shakira! Dari Waka Waka hingga Dai Dai, suara yang tak pernah jauh dari Piala Dunia. Begitulah nama Shakira kerap terdengar kalau bicara soal lagu Piala Dunia.

Banyak nama lain pernah datang lalu pergi. Namun sosok Shakira selalu berhasil bertahan di hati para penggemar sepak bola.

Penyanyi asal Kolombia itu kembali mencuri perhatian saat tampil sebagai bintang utama pembukaan FIFA World Cup 2026 di Estadio Azteca, Mexico City, Jumat 12 Juni 2026 dini hari waktu Indonesia. Penampilan yang berlangsung menjelang laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan itu langsung menjadi pembicaraan di berbagai platform media sosial.

Bukan tanpa alasan.

Saat lampu stadion mulai menyala dan puluhan ribu penonton memenuhi tribun, atmosfer langsung berubah menjadi pesta besar. Sorak-sorai terdengar dari segala arah. Semua mata tertuju ke panggung utama.

Lalu Shakira muncul.

Dengan kostum kuning cerah yang menjadi ciri khas energinya di atas panggung, ia langsung menghidupkan suasana. Gerakan tari yang lincah dipadukan dengan irama musik yang menghentak membuat stadion legendaris itu bergemuruh.

Malam itu ia membawakan lagu “Dai Dai”, anthem resmi Piala Dunia 2026. Shakira tampil bersama musisi Nigeria Burna Boy dalam kolaborasi yang memadukan reggaeton, Afrobeats, dan pop modern.

Hasilnya?

Sebuah pertunjukan yang terasa segar, global, dan penuh energi.

Banyak penggemar menyebut penampilan tersebut sebagai salah satu momen terbaik dalam upacara pembukaan Piala Dunia sepanjang dekade terakhir. Video-video penampilannya pun langsung beredar luas dan menjadi viral hanya dalam hitungan jam.

Kisah Shakira dengan Piala Dunia bukanlah cerita baru sebetulnya. Hubungan keduanya sudah terjalin selama lebih dari dua dekade.

Perjalanan itu dimulai pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Saat itu Shakira tampil membawakan versi spesial lagu “Hips Don’t Lie” bersama Wyclef Jean pada acara penutupan turnamen. Meski bukan lagu resmi FIFA, penampilannya sukses meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar sepak bola.

Empat tahun kemudian, lahirlah momen yang mengubah segalanya.

Tahun 2010 di Afrika Selatan menjadi panggung terbesar dalam karier Piala Dunia miliknya. Lewat lagu “Waka Waka (This Time for Africa)”, Shakira menciptakan salah satu anthem olahraga paling ikonik sepanjang masa.

Lagu tersebut memadukan unsur Afro-pop, musik Latin, dan semangat khas Afrika. Hasilnya bukan sekadar lagu turnamen biasa.

“Waka Waka” berubah menjadi fenomena global.

Lagu itu menduduki tangga lagu di berbagai negara, ditonton miliaran kali di YouTube, dan diputar tanpa henti selama bertahun-tahun. Bahkan hingga sekarang, banyak penggemar masih menganggap “Waka Waka” sebagai lagu Piala Dunia terbaik sepanjang sejarah.

Tak heran jika banyak orang menjuluki Shakira sebagai “Queen of the World Cup”.

Setelah sukses besar di Afrika Selatan, ia kembali hadir pada Piala Dunia 2014 di Brasil melalui lagu “La La La (Brazil 2014)” bersama Carlinhos Brown.

Nuansa samba yang kental berpadu dengan musik pop khas Shakira. Lagi-lagi, ia berhasil menghadirkan soundtrack yang melekat dengan memori turnamen.

Kini, pada tahun 2026, Shakira kembali membuktikan bahwa namanya masih sangat relevan.

Lewat “Dai Dai”, ia menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menyatukan berbagai budaya melalui musik. Kolaborasi dengan Burna Boy menjadi simbol sepak bola dan musik bisa menyatukan dunia tanpa mengenal batas negara.

Menariknya, lagu tersebut tidak hanya berbicara soal hiburan.

“Dai Dai” juga mendukung FIFA Global Citizen Education Fund. Sebagian hasil dari proyek ini digunakan untuk membantu akses pendidikan dan pengembangan sepak bola bagi generasi muda di berbagai negara.

Di sinilah kekuatan terbesar Shakira terlihat.

Ia tidak hanya melantunkan lagu yang enak didengar. Ia juga menghadirkan pesan tentang persatuan, harapan, dan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak di seluruh dunia.

Itulah alasan mengapa warisannya terus bertahan.

FIFA berkali-kali kembali melibatkan Shakira karena ia memiliki sesuatu yang jarang dimiliki artis lain. Ia dikenal di hampir seluruh belahan dunia. Musiknya bisa diterima berbagai budaya. Dan yang paling penting, ia mampu menangkap semangat Piala Dunia dalam satu lagu.

Setiap generasi memiliki kenangan berbeda tentang turnamen terbesar sepak bola dunia.

Ada yang mengingat gol-gol spektakuler. Ada yang mengenang selebrasi para pemain. Ada pula yang mengingat momen-momen emosional di lapangan.

Namun bagi jutaan penggemar, memori Piala Dunia juga selalu datang bersama suara Shakira.

Dari “Hips Don’t Lie”, “Waka Waka”, “La La La”, hingga “Dai Dai”, ia telah menjadi bagian dari soundtrack perjalanan sepak bola dunia.

Dan setelah penampilan spektakulernya di Meksiko pada pembukaan Piala Dunia 2026, satu hal kembali terbukti.

Piala Dunia mungkin selalu berganti tuan rumah.

Generasi pemain juga terus berubah.

Rasanya selalu ada ruang untuk Shakira di manapun, termasuk di Piala Dunia. Ketika musik mulai dimainkan dan pesta sepak bola dimulai, ia tetap bersuara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status