Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bakal Hiasi Pertengahan Ramadan Indonesia

Intrend.id – Gerhana bulan total 3 Maret 2026 di Indonesia bakal menghiasi langit Ramadan 1447 H. Ini bakal membedakan vibes Ramadan bukan cuma syahdu karena doa dan tarawih, tapi juga dramatis.
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia siap jadi momen epik pertengahan puasa. Tepat Selasa, 14 Ramadan 1447 H, bulan purnama bakal berubah warna jadi merah tembaga. Auto magis, auto estetik, auto bikin takjub.
Menurut laporan resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam Almanak 2026, fenomena ini jadi salah satu dari empat gerhana yang terjadi sepanjang tahun 2026. Rinciannya: dua gerhana bulan dan dua gerhana matahari. Salah satu yang paling dinanti tentu saja Gerhana Bulan Total (GBT) pada 3 Maret 2026 ini.
Puncak Gerhana 18.33 WIB
BMKG mencatat puncak gerhana atau fase maksimum terjadi pukul 18.33.39 WIB (versi lain mencatat 18.34.52 WIB). Di momen itu, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi atau umbra. Kalau langit cerah? Siap-siap lihat “Blood Moon” alias bulan merah yang vibes-nya sendu tapi syahdu.
Secara umum, fase gerhana dimulai dari:
– Gerhana Penumbra Mulai (P1): 15.42 WIB
– Gerhana Sebagian Mulai (U1): 16.49 WIB
– Gerhana Total Mulai (U2): 18.03 WIB
– Puncak Gerhana: 18.33 WIB
– Gerhana Total Berakhir (U3): 19.03 WIB
– Gerhana Sebagian Berakhir (U4): 20.17 WIB
– Gerhana Penumbra Berakhir (P4): 21.24 WIB
Total durasi dari awal sampai akhir mencapai sekitar 5 jam 41 menit, sementara fase totalitasnya berlangsung hampir satu jam. Lumayan lama buat quality time bareng langit.
Bisa Dilihat di Seluruh Indonesia
Kabar baiknya, Gerhana Bulan Total 2026 ini bisa diamati dari seluruh wilayah Indonesia, plus kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, Pasifik, sampai Amerika. Jadi bukan fenomena lokal, tapi global.
Pembagian waktunya beda tipis sesuai zona:
- Indonesia Barat (WIB)
Kontak awal 16.50 WIB
Puncak total 18.33 WIB
Kontak akhir 20.17 WIB - Indonesia Tengah (WITA)
Kontak awal 17.50 WITA
Puncak total 19.33 WITA
Kontak akhir 21.17 WITA - Indonesia Timur (WIT)
Kontak awal 18.50 WIT
Puncak total 20.33 WIT
Kontak akhir 22.17 WIT
Menariknya, wilayah Indonesia Timur bisa menyaksikan seluruh proses dari awal sampai akhir. Sementara di Indonesia Barat, saat Bulan terbit sudah memasuki fase totalitas awal.
Fenomena Astronomi Bukan Mitos
Secara astronomi, gerhana bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Cahaya Matahari yang seharusnya menyinari Bulan terhalang oleh Bumi. Akibatnya, Bulan masuk ke bayangan Bumi.
Ada dua jenis bayangan:
– Umbra, bayangan inti yang gelap total.
– Penumbra, bayangan samar di bagian luar.
Saat Bulan sepenuhnya berada di umbra, terjadilah Gerhana Bulan Total. Warna merah muncul karena cahaya Matahari dibiaskan atmosfer Bumi sebelum mencapai Bulan. Efeknya dramatis, tapi tetap aman dilihat dengan mata telanjang.
Kenapa tak tiap bulan ada gerhana? Karena orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Jadi jarang banget posisinya benar-benar segaris.
Satu-Satunya di Aceh Tahun Ini
Di Aceh, fenomena ini disebut sebagai satu-satunya gerhana yang bisa diamati sepanjang 2026. Ahli ilmu falak Tgk Ismail dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyebut puncaknya sekitar pukul 18.34 WIB, ketika seluruh permukaan Bulan masuk ke umbra dan tampak merah kehitaman.
Ia juga mengimbau masyarakat melaksanakan salat gerhana (shalat khusuf), terutama setelah Magrib hingga sebelum Isya. Momentum ini bukan sekadar tontonan langit, tapi juga pengingat spiritual.
“Gerhana ini merupakan satu-satunya gerhana yang bisa diamati di langit Aceh sepanjang tahun 2026,” ungkap Ismail kepada AJNN, Selasa, 24 Februari 2026.
Seruan serupa datang dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang menganjurkan umat Islam memperbanyak doa, dzikir, dan sedekah saat gerhana berlangsung.
Daftar Gerhana 2026
BMKG mencatat empat gerhana sepanjang 2026, yaitu:
– Gerhana Matahari Cincin – 17 Februari 2026
– Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026
– Gerhana Matahari Total – 12 Agustus 2026
– Gerhana Bulan Sebagian – 28 Agustus 2026
Gerhana 3 Maret 2026 ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri Saros 133. Peristiwa serupa sebelumnya terjadi 21 Februari 2008 dan akan terulang lagi 13 Maret 2044.
Resapi Momen
Gerhana bukan sekadar konten estetik buat story Instagram. Ini fenomena kosmik yang menunjukkan presisi semesta. Di pertengahan Ramadan, saat hati lagi lembut-lembutnya, langit pun ikut kasih pertunjukan.
Kalau cuaca cerah, jangan cuma rebahan. Keluar sebentar, tengok ke timur, lihat Bulan memerah perlahan. Rasakan bahwa di balik rotasi dan revolusi, ada kebesaran yang tak terbantahkan.
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 bukan cuma soal waktu dan angka. Ini soal momen, makna, dan rasa takjub yang nyata. Ramadan makin syahdu, langit makin sendu, hati makin rindu. (*)









