Trend in Siber

Kisah Evakuasi Induk dan Anak Orangutan di Tengah Karhutla Kalteng

Intrend.id – Menjadi perhatian netizen saat beredar video orangutan terjebak di atas sebuah pohon dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng pun mengevakuasi dua individu orangutan yang ditemukan di tengah kawasan terdampak karhutla.

Video kondisi awal dan saat evakuasi diunggah di akun Instagram BKSDA Kalteng.

Awalnya pada Rabu 2 September 2026, BKSDA Kalteng menerima laporan adanya orangutan di kawasan Taman Hutan Kota Sampit.

Satwa tersebut terlihat berada di atas pohon, sementara area di sekitarnya sebelumnya terbakar dan masih mengeluarkan asap.

Saat proses rescue dilakukan, tim ternyata menemukan dua orangutan. Keduanya merupakan induk dan anak.

Induk bernama Raya, betina berusia sekitar 20 tahun. Sementara anaknya bernama Rayu, betina yang diperkirakan baru berusia sekitar satu tahun.

Kondisi habitat yang terbakar dan masih berasap diduga membuat Raya dan Rayu tidak memiliki banyak pilihan untuk mencari tempat aman.

Kementerian Kehutanan melalui UPT BKSDA Kalteng bersama Orangutan Foundation International (OFI) kemudian melakukan evakuasi terhadap keduanya.

Kabar baiknya, hasil pemeriksaan menunjukkan Raya dan Rayu dalam kondisi sehat. Tidak ditemukan luka bakar pada tubuh keduanya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Raya dan Rayu dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan adanya luka bakar pada kedua individu orangutan tersebut,” demikian keterangan BKSDA Kalteng, Kamis 3 september 2026.

Namun, ada satu hal yang sulit diperiksa hanya dengan melihat kondisi fisik.

“Berapa banyak luka yang tak bisa kita lihat?” tulis BKSDA Kalteng melalui akun Instagram @bksda_kalteng, Kamis 3 September 2026.

BKSDA mengingatkan, karhutla bukan hanya persoalan hilangnya pepohonan. Satwa kehilangan habitat, tempat berlindung, hingga ruang untuk membesarkan anak-anaknya.

Raya dan Rayu memang berhasil diselamatkan. Tetapi masih banyak satwa liar lain yang mungkin sedang berusaha mencari jalan keluar dari habitat yang terbakar.

Di tengah kondisi tersebut, publik figur Sherina Munaf juga turun langsung ke Kalteng. Bersama relawan, BKSDA, BOS Foundation, dan pihak terkait, Sherina mendatangi sejumlah lokasi karhutla serta ikut membantu memadamkan bara.

Dampak asap bahkan dirasakannya sejak perjalanan dari Jakarta. Asap tebal mengganggu jarak pandang saat pesawat hendak mendarat di Palangka Raya. Bau asap juga disebut masuk ke kabin.

Sherina menyoroti dampak karhutla terhadap satwa, khususnya orangutan. Ia mengajak publik ikut peduli karena menjaga hutan dan menyelamatkan satwa membutuhkan kerja bersama.

Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan cuma pepohonan. Rumah satwa ikut lenyap. Kehidupan yang selama ini bergantung pada hutan pun terancam.

Ini kisah singkat tim selamatkan induk dan anak orangutan di Tengah karhutla Kalteng Jangan tunggu hutan menjadi abu untuk mulai peduli. Jangan membakar, jangan lengah, dan jangan diam ketika melihat api. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status