Lionel Messi dan Penalti ke Gawang Islandia yang Bukan Panenka
Intrend.id – Banyak fans sempat mengira Lionel Messi mencetak gol lewat penalti bergaya Panenka saat Argentina menghadapi Islandia pada FIFA Matchday, 10 Juni 2026 waktu Indonesia. Apalagi, tayangan video gol tersebut langsung ramai beredar di media sosial.
Namun fakta tendangan penalti Lionel Messi ke gawang Islandia itu ternyata bukan Panenka.
Messi memang sukses mencetak gol dari titik penalti menit ke-72. Tetapi cara eksekusinya jauh berbeda dari teknik yang selama ini identik dengan namanya.
Dalam laga yang berlangsung di Jordan-Hare Stadium, Auburn, Argentina tampil dominan dan akhirnya menang 3-0 atas Islandia. Messi sendiri tidak bermain sejak menit awal. Kapten Albiceleste itu baru masuk sekitar menit ke-70.
Menariknya, hanya dalam hitungan menit setelah menginjak lapangan, Messi langsung memberi dampak.
Berawal dari pelanggaran terhadap Lautaro Martinez di kotak penalti, Argentina mendapatkan hadiah penalti. Messi maju sebagai algojo. Suasana stadion mendadak tegang.
Banyak yang menunggu kejutan. Apakah Messi akan kembali mengeluarkan Panenka?Ternyata tidak.
Pemain berusia 38 tahun itu memilih cara yang lebih aman. Tendangan kaki kirinya meluncur keras dan terarah ke sudut kanan atas penjaga gawang. Kiper Islandia sebenarnya sudah menebak arah bola dengan benar.
Sayangnya, akurasi tendangan kaki kiri Messi terlalu sempurna.
Bola tetap bersarang di dalam gawang dan membawa Argentina unggul 2-0.
Eksekusi tersebut lebih tepat disebut sebagai kombinasi kekuatan dan presisi. Tidak ada cungkilan pelan ke tengah gawang seperti ciri khas Panenka.
Keputusan itu cukup masuk akal.
Argentina sedang menjalani laga pemanasan menuju Piala Dunia. Messi juga masih menjaga kondisi fisiknya. Dalam situasi seperti itu, memilih penalti yang minim risiko tentu menjadi opsi terbaik.
Meski begitu, nama Messi tetap sulit dipisahkan dari Panenka.
Sepanjang kariernya, megabintang Argentina itu beberapa kali memperlihatkan kemampuan luar biasa dalam mengeksekusi teknik tersebut. Salah satu yang paling terkenal terjadi saat membela Barcelona melawan Getafe pada 2015.
Bahkan pencipta Panenka, Antonin Panenka, pernah memuji eksekusi Messi sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia lihat.
Lalu sebenarnya apa itu Panenka?
Panenka adalah teknik penalti dengan trik mencungkil bola pelan ke tengah gawang. Teknik ini mengandalkan ketenangan, kecerdasan membaca gerakan kiper, dan sentuhan yang sangat presisi.
Nama teknik tersebut berasal dari legenda Republik Ceko, Antonin Panenka. Ia pertama kali mempopulerkannya saat final Euro 1976 melawan Jerman Barat.
Saat itu, Panenka dengan santai mencungkil bola ke tengah setelah kiper Sepp Maier menjatuhkan diri ke samping. Gol tersebut langsung menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola.
Sejak saat itu, banyak pemain besar mencoba menirunya.
Zinedine Zidane pernah melakukannya pada final Piala Dunia 2006. Andrea Pirlo membuat dunia terpukau saat mengeksekusi Panenka melawan Inggris di Euro 2012. Sergio Ramos, Alexis Sanchez, hingga Sebastian Abreu juga memiliki momen legendaris dengan teknik yang sama.
Messi tentu masuk dalam daftar elite tersebut.
Namun Panenka bukan sekadar soal gaya. Teknik ini memiliki risiko besar. Jika kiper tetap berdiri di tengah atau cungkilan bola terlalu lemah, hasilnya bisa sangat memalukan.
Karena itulah para pemain biasanya hanya menggunakan Panenka pada momen tertentu.
Dan saat menghadapi Islandia, Messi tampaknya memilih pendekatan berbeda. Tidak perlu atraksi berlebihan. Tidak perlu pertaruhan.
Yang dibutuhkan hanyalah satu tendangan sempurna.
Hasilnya? Gol, kemenangan, dan satu pesan jelas untuk dunia.
Lionel Messi masih tahu dan sadar kapan harus tampil artistik, dan kapan harus bermain efektif. (*)









