Hiburan

Lirik Kontinum Dinyanyikan Vokalis Vicky Mono yang Kembali ke Burgerkill

Intrend.id – Kontinum menjadi lagu anyar Burgerkill dinyanyikan Vokalis Vicky Mono yang sudah “kembali”. Band metal legendaris asal Bandung ini belum lama membikin dentuman besar di skena musik cadas Indonesia.

Burgerkill resmi merilis single terbaru berjudul “Kontinum” sekaligus menandai kembalinya Vicky Mono sebagai vokalis utama pada 1 Februari 2026. Rilisan ini bukan sekadar lagu baru, tapi pernyataan keras bahwa Burgerkill masih berdiri tegak, tetap brutal, dan makin matang.

Kehadiran Vicky Mono di “Kontinum” menjadi momen emosional bagi para Begundal, julukan para penggemar setia Burgerkill. Sebelumnya Burgerkill mengumumkan tak lagi bersama Ronald Alexander, posisi vokalis kini kembali diisi oleh sosok yang pernah membesarkan nama Burgerkill di era awal. Vicky sendiri resmi kembali per 1 Februari 2026, usai berpisah dengan band metal Deadsquad.

Single “Kontinum” berdurasi 5 menit 46 detik yang diunggah pada kanal Youtube Burgerkill Official ini ditulis langsung oleh Vicky Mono. Liriknya mengusung tema keberlanjutan, ketahanan, dan perlawanan—sebuah refleksi perjalanan panjang Burgerkill yang telah melewati luka, kehilangan, dan perubahan. Lagu ini terasa personal sekaligus komunal, seperti ajakan berdiri bersama di tengah badai.

Video Musik (VM) Kontinum di Youtube sendiri hingga 4 Februari 2026 telah ditonton sebanyak 83.554 kali. Sejumlah netizen memberikan respon positif atas kehadiran single ini dan merasakan vibes solid lagu 3 Titik Hitam karya Burgerkill beberapa tahun lalu di lagu ini.

Secara musikal, “Kontinum” digarap dengan genre Brutal Metal yang khas Burgerkill. Musik digubah oleh Agung Ridho, menghadirkan riff berat presisi tinggi, ritme agresif, dan aransemen teknis yang tertata rapi. Atmosfer gelap membuka lagu, lalu meledak menjadi ledakan sonik penuh amarah dan disiplin musikal.

Formasi Burgerkill 2026 diperkuat oleh Agung Hellfrog (gitar), Ramdan Agustiana (bass), dan Puput (drum). Chemistry mereka terasa solid, menciptakan dinamika kontras antara bagian minimalis dan ledakan perkusi padat. Vokal Vicky bergerak dari bisikan mantra hingga teriakan komando yang menghantam.

Lirik “Kontinum” sarat simbol api, darah, luka, dan empati terpendam. Chorus “Berikan pijar Matahari” menjadi seruan akan kesadaran, cahaya, dan keberlanjutan hidup. Referensi filosofis seperti amor fati dan nomos mempertegas kedalaman makna lagu ini.

Lebih dari sekadar rilisan baru, “Kontinum” adalah deklarasi era Burgerkill 2026, lebih reflektif, lebih dewasa, namun tetap brutal dan tak kenal kompromi.

Lirik Kontinum

Ruang tumbuh berulang
Derak api membakar
Lelah ini nyata, kami tak hilang

Kami sadar, dan ini cukup
Eksistensi keras kepala
Paradoks hitam setelah runtuh
Lelah bukan alasan runtuh

Taruk pati
Amor fati
Makna integral sang adamantine

Kisah api dan memoar misteri
Rejam rindu yang kan menyapa
Realisme magis
Kami tetap berdiri

Kausa kala
Tak ada janji, tak ada harap
Langkah ini tandus, falsafah pekat yang terkuak

Berapi-api
Menyalak telak
Menyalak pekat
Sejarah ada dalam darah

Berikan pijar
Matahari
Redup redam
Cipta nalar
Menyalak telak
Kami akan tetap berdiri

Kami lahir dari niat tertunda
Dari empati yang tersimpan bangsal
Kami lidah dari barat titian, menuju sudut
Tilas raga selintas aram

Sejarah ada dalam darah
Realisme rindu

Kisah api dan memoar misteri
Rejam rindu yang kan menyapa
Realisme magis

Berikan pijar
Matahari
Redup redam
Cipta nalar
Menyalak telak
Kami akan tetap berdiri

Bertutur ke dalam
Lunar bernalar

Riak

Hey begundal, gapai siklus baru
Jagalah kami dari tipu muslihat
Jelaga egosentris

Berikanlah pijar matahari!!!

Kami terbentur, terkapar, lalu terbentuk
Kuat mengakar
Digdaya temporal

Kami terbentur, terkapar, lalu terbentuk
Kuat mengakar
Digdaya sengam ruam

Demikian lirik kontinum Burgerkill 2026 yang dinyanyikan vokalis Vicky Mono. Tetap gahar dan sangar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status