New York Cabut Larangan TikTok, Wali Kota Mamdani Langsung Ngonten

Intrend.id – Kota New York City resmi mencabut larangan penggunaan TikTok di perangkat pemerintah. Kebijakan baru ini diumumkan langsung oleh Wali Kota Zohran Mamdani lewat gaya khasnya: video singkat yang langsung viral.
Wali Kota Mamdani sendiri merupakan satu dari sekian pengguna TikTok di New York. Pengikutnya mencapai 3,5 juta akun menandapi popularitasnya.
“TikTok, we’re back,” ujarnya, Selasa 1 April 2026.
Langkah ini jadi comeback setelah hampir tiga tahun aplikasi tersebut diblokir dari ponsel milik pemerintah kota. Kini, instansi di bawah Pemkot New York boleh kembali aktif di TikTok, tapi dengan aturan keamanan yang ketat.
Dari Diblokir ke Balik Lagi
Larangan TikTok sebelumnya diberlakukan pada 2023 oleh wali kota sebelumnya, Eric Adams. Saat itu, pemerintah AS dan sejumlah negara bagian khawatir soal keamanan data.
Induk TikTok, ByteDance, dituding berpotensi membagikan data pengguna ke pemerintah China. Kekhawatiran ini bikin banyak lembaga pemerintah di Amerika membatasi penggunaan aplikasi tersebut di perangkat resmi.
Namun, TikTok membantah tuduhan itu. Bahkan, mereka disebut telah menempuh langkah restrukturisasi operasional di AS demi meredam kekhawatiran dan menghindari pelarangan total.
Balik Bukan Tanpa Syarat
Meski TikTok comeback, bukan berarti bebas sebebasnya. Pemerintah kota tetap pasang “rem” keamanan.
Lewat memo dari NYC Cyber Command, disebutkan beberapa aturan wajib:
– Harus pakai perangkat khusus (dedicated device) hanya untuk TikTok
– Dilarang menyimpan data sensitif di perangkat tersebut
– Tidak boleh digunakan untuk email atau sistem internal
– Akun TikTok wajib pakai kredensial resmi instansi
– Harus ada staf khusus yang ditunjuk untuk mengelola akun
Langkah ini diambil untuk tetap menjaga keamanan siber sekaligus memanfaatkan jangkauan besar media sosial.
Strategi Komunikasi Zaman Now
Pemerintahan Mamdani terang-terangan ingin memaksimalkan semua kanal komunikasi, termasuk TikTok.
“Ini soal membuka jalur baru untuk komunikasi dengan warga,” tulis NYC Cyber Command.
Di tengah kebutuhan informasi cepat, mulai dari layanan gratis, kondisi darurat, hingga event kota, TikTok dinilai jadi platform efektif buat menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda.
Mamdani: Politisi yang Melek Konten
Di usia 34 tahun, Zohran Mamdani bukan cuma politisi biasa. Ia dikenal sebagai “anak konten” yang jago bikin video informatif tapi tetap relate.
Popularitasnya melejit sejak masa kampanye, berkat video-video tajam yang cepat viral. Kini, sebagai wali kota, gaya itu tetap dipertahankan.
Akun resmi TikTok Wali Kota New York yang sempat mati suri kini mulai aktif lagi. Beberapa konten terbaru langsung mencuri perhatian.
Konten: Dari Keluhan Warga Sampai Basket Rusak
Salah satu video menunjukkan Mamdani mengajak warga ikut “rental rip-off hearings”—forum buat curhat soal kondisi apartemen yang buruk.
Di video lain, ia tampil bareng bintang Natasha Cloud dari tim New York Liberty.
Mereka mengumumkan kompetisi unik ala bracket, di mana warga bisa voting masalah kecil di lingkungan mereka, misalnya ring basket rusak, untuk diperbaiki langsung oleh wali kota.
Konsepnya simpel, tapi engaging. Politik dibikin lebih dekat, lebih santai, dan lebih nyambung ke kehidupan sehari-hari.
Antara Risiko dan Peluang
Kebijakan ini tetap menuai pro dan kontra. Di satu sisi, TikTok jelas powerful buat komunikasi publik. Tapi di sisi lain, isu keamanan data belum sepenuhnya hilang.
Namun, Pemkot New York tampaknya memilih jalan tengah: tetap waspada, tapi tidak menutup diri dari perkembangan zaman.
Era Baru Komunikasi Pemerintah
Kembalinya TikTok ke perangkat pemerintah New York jadi sinyal perubahan besar. Pemerintah tak lagi kaku—mereka mulai masuk ke dunia yang sama dengan warganya. Dari rapat formal ke video 60 detik. Dari pidato panjang ke konten viral. Dan satu hal yang pasti: di era digital, siapa cepat dia dapat perhatian. Kota lain? (*)









