Penembakan Mantan Anggota Parlemen Thailand, Diduga Masalah Utang

Intrend.id – Kasus penembakan terjadi di Thailan. Mantan anggota parlemen Thailand, Chalong Reawraeng, ditangkap polisi pada Senin, 10 Agustus 2026.

Ia diduga lakukan penembakan kepada Presiden Organisasi Administratif Provinsi Nonthaburi (PAO) Thailand, Pol. Col. Thongchai Yenprasert. Video rekaman CCTV detik-detik penembakan terjadi pun beredar di media sosial.

Insiden terjadi sekitar pukul 11.00 hingga 11.30 waktu setempat di kompleks kantor pemerintahan Provinsi Nonthaburi. Lokasi tersebut berada di Distrik Mueang, wilayah yang terletak di utara Bangkok.

Thongchai mengalami beberapa luka tembak. Ia sempat mendapat pertolongan dan CPR di lokasi sebelum dibawa ke Rumah Sakit Phra Nang Klao. Namun, nyawanya tidak tertolong. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Sopir Thongchai juga terkena tembakan. Kondisinya dilaporkan serius, tetapi tidak meninggal. Polisi kini menjadikannya salah satu saksi penting dalam penyelidikan.

Laporan mengenai kronologi kejadian masih berbeda. Sejumlah laporan menyebut Chalong masuk ke kantor dan melepaskan beberapa tembakan. Versi lain menyebut Chalong mendekati mobil Thongchai saat pejabat tersebut hendak pergi.

Chalong kemudian mengetuk kaca mobil. Saat kaca diturunkan, ia diduga langsung menembak. Polisi masih mengumpulkan bukti untuk memastikan urutan kejadian sebenarnya.

Setelah penembakan, Chalong sempat menghubungi komentator politik dan presenter televisi Anchalee Paireerak ketika siaran langsung melalui YouTube. Dalam percakapan itu, Chalong mengakui telah melepaskan sekitar empat atau lima tembakan.

Anchalee kemudian meminta Chalong meletakkan senjata dan menunggu polisi. Chalong akhirnya menyerahkan diri dan dibawa ke kantor polisi Rattanathibet.

Dari pemeriksaan awal, Chalong menyebut dirinya dan Thongchai merupakan teman lama. Ia bahkan mengatakan tidak berniat membunuh rekannya tersebut.

Menurut pengakuan Chalong, masalah bermula dari persoalan uang. Ia mengklaim Thongchai memiliki utang sekitar 11 juta baht. Uang itu disebut berkaitan dengan pembiayaan kampanye politik pada 2008.

Chalong mengaku sebelumnya tidak menuntut pengembalian uang tersebut karena menganggap Thongchai sebagai teman. Namun, kondisi ekonominya berubah. Ia menyebut sedang menghadapi masalah kesehatan dan biaya pengobatan yang besar.

Ia kemudian meminta agar uang tersebut dikembalikan atau dicicil. Chalong mengatakan permintaannya ditolak. Pertemuan itu kemudian berubah menjadi konflik hingga berujung penembakan.

Chalong juga sempat mengklaim bertindak untuk membela diri setelah sopir Thongchai disebut mengeluarkan senjata. Namun, polisi belum mengonfirmasi klaim tersebut.

Gubernur Nonthaburi Chettha Mosikharat mengatakan keduanya memang sudah lama berteman. Pertemuan mereka disebut berkaitan dengan masalah pribadi yang tidak berhasil diselesaikan.

Chalong merupakan politikus senior dari Nonthaburi. Ia pernah menjadi anggota parlemen selama tiga periode. Ia juga pernah bergabung dengan sejumlah partai politik Thailand.

Sementara itu, Thongchai merupakan mantan perwira polisi berpangkat kolonel. Ia kemudian terpilih sebagai Presiden PAO Nonthaburi.

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Bukti forensik, keterangan saksi, kondisi sopir, serta dugaan utang 11 juta baht menjadi bagian dari pemeriksaan.

Kasus penembakan oleh Chalong di Thailand kini masih berada dalam penanganan polisi setempat. Ia telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Thongchai, mantan konstituennya, dan masyarakat Nonthaburi. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status