Pesawat Militer Kolombia Jatuh di Putumayo, Puluhan Tewas dan Terluka

Intrend.id – Menjadi kabar mengejutkan usai sebuah kecelakaan tragis menimpa pesawat militer Kolombia jenis Lockheed C-130 Hercules jatuh pada Senin 23 Maret 2026 waktu setempat. Insiden ini menewaskan sedikitnya 66 orang dan melukai puluhan lainnya. Pesawat militer Lockheed Martin C-130H Hercules milik Fuerza Aeroespacial Colombiana (FAC).
Pesawat militer milik angkatan udara Kolombia itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara di dekat Puerto Leguízamo, wilayah selatan Kolombia yang berbatasan dengan hutan Amazon. Lokasi jatuhnya pesawat berada di area hutan lebat sekitar dua kilometer dari landasan.
Pesawat dengan registrasi FAC1016 tersebut dilaporkan membawa lebih dari 120 orang, mayoritas personel militer. Misi penerbangan ini adalah untuk mengangkut pasukan menuju wilayah operasi lain di dalam negeri.
Awalnya, laporan menyebutkan korban tewas masih di bawah 10 orang. Namun, angka tersebut terus bertambah seiring proses evakuasi. Hingga Selasa 24 Maret 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai sedikitnya 66 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan.
Tim penyelamat terus melakukan pencarian di lokasi kejadian. Sejumlah jenazah telah berhasil dievakuasi ke rumah sakit terdekat, sementara korban selamat juga langsung mendapat penanganan medis.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi ini. Dalam pernyataan awalnya, ia menyebut kecelakaan tersebut sebagai peristiwa mengerikan yang seharusnya tidak terjadi.
Petro menyampaikan pernyataannya melalui akun X (Twitter) @petrogustavo beberapa jam setelah kejadian. “Saya berharap tidak ada korban tewas dalam kecelakaan mengerikan ini yang seharusnya tidak terjadi.”
Petro juga menyoroti kondisi armada militer negaranya. Ia menilai modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) berjalan lambat akibat kendala birokrasi. Bahkan, ia mengingatkan bahwa keselamatan personel militer tidak boleh dikorbankan.
Dalam pernyataannya, Petro juga membuka kemungkinan penyebab kecelakaan, mulai dari kondisi pesawat yang sudah tua hingga faktor lain seperti perawatan yang kurang optimal. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi resmi.
Pemerintah Kolombia pun langsung menggelar rapat darurat dengan kementerian terkait guna mempercepat program modernisasi armada militer.
Pesawat yang jatuh diketahui merupakan unit lama yang sebelumnya didapatkan melalui program hibah dari Amerika Serikat pada 2020. Meski sempat menjalani perawatan besar beberapa tahun terakhir, usia pesawat tetap menjadi sorotan.
Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada hilangnya daya angkat saat fase awal penerbangan (initial climb), namun faktor cuaca, beban pesawat, hingga kondisi landasan juga masih dikaji.
Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan militer paling mematikan di Kolombia dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, tragedi ini juga menyoroti tantangan berat operasi militer di wilayah terpencil seperti hutan Amazon.
Duka mendalam kini menyelimuti Kolombia usai insiden pesawat militer jatuh. Sementara keluarga korban masih menunggu kepastian dan hasil investigasi atas tragedi memilukan ini. (*)









