Timnas Indonesia Kalah dari China U-17 di Detik Terakhir Laga Uji Coba Kedua

Intrend.id – Timnas Indonesia U-17 kembali harus menelan pil pahit saat menghadapi China U-17 dalam laga uji coba kedua di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Rabu malam, 11 Februari 2026. Garuda Muda tumbang tipis 2-3, setelah gol di menit terakhir membuat harapan sirna tepat di depan mata.
Ini menjadi pertemuan kedua Indonesia kontra China dalam rangkaian uji coba. Sebelumnya, skuad asuhan Nova Arianto kalah telak 0-7 pada Minggu 8 Februari 2026 lalu. Meski kalah lagi, performa kali ini menunjukkan peningkatan signifikan—walau akhirnya tetap berujung patah hati.
Sejak kick-off, China langsung menekan. Hasilnya cepat terasa. Pada menit ke-9, Zhao Songyuan membuka keunggulan tim tamu. Memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia, Zhao dengan mudah menuntaskan peluang untuk membawa China unggul 1-0.
Indonesia sempat kesulitan keluar dari tekanan. Distribusi bola yang kurang rapi membuat China beberapa kali nyaris menambah gol. Namun, perlahan Garuda Muda bangkit. Pada menit ke-22, tendangan bebas Chico Jericho Yarangga menjadi titik balik. Bola yang mengenai pagar betis pemain China berbelok arah dan mengecoh kiper Jiang Chengen. Skor imbang 1-1, stadion pun bergemuruh.
Sayangnya, keunggulan momentum tak bertahan lama. China kembali memimpin pada menit ke-36 lewat He Sifan. Umpan cutback dari sisi kanan disambar tanpa kawalan, membuat babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk China.
Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih berani. Hasilnya langsung terlihat. Pada menit ke-48, Miraj Rizki Sulaeman sukses mengeksekusi penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Skor kembali sama kuat, 2-2.
Setelah itu, laga berjalan makin terbuka. Indonesia mendapat sejumlah peluang emas. Mierza Firjatullah nyaris membawa Garuda Muda unggul pada menit ke-69, namun sepakannya melambung saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Peluang lain lewat Putu Ekayana dan Dava juga gagal berbuah gol.
Di bawah mistar, kiper Noah Leo Duvert tampil heroik. Dua penyelamatan krusial pada menit ke-76 membuat Indonesia tetap bertahan. Saat laga seolah akan berakhir imbang, petaka datang di menit terakhir.
Nan Zixun lolos dari pengawalan dan melepaskan tembakan keras. Bola sempat membentur tiang, mengenai tubuh Noah Leo, lalu masuk ke gawang. Gol tersebut menjadi penutup laga sekaligus penentu kemenangan China dengan skor 3-2.
Performa Timnas Indonesia U-17 patut diapresiasi meski kalah untuk kedua kali. Dari kalah 0-7, kini mampu memberi perlawanan sengit hingga detik terakhir. “Secara mental, secara motivasi, saya lihat pemain belum mengeluarkan apa yang mereka miliki. Karena apa yang sudah selama ini sudah persiapkan. Itu bisa dilihat di game pertama,” kata Nova. PR masih banyak, tapi progres mulai terlihat. Tinggal konsistensi dan penyelesaian akhir—karena di sepak bola, satu detik terakhir bisa menentukan segalanya. (*)









