Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok Viral, Warga Binaan Diperiksa
Intrend.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menjadi sorotan setelah video yang diduga memperlihatkan pesta narkoba di dalam sel viral di media sosial.
Video viral tersebut memperlihtkan beberapa orang terlihat berada di ruangan gelap dan diduga sedang asyik pesta narkoba dikaitkan terjadi di Rutan Depok. Lampu kelap-kelip menyala diiringi musik disko dengan suara keras.
Salah satu pria juga terlihat mengembuskan asap menggunakan alat isap yang disebut menyerupai bong dalam format siluet.
Video itu kemudian dikaitkan dengan Rutan Kelas I Depok.
Pihak rutan langsung melakukan pemeriksaan setelah video beredar luas.
Video Ternyata Direkam di Rutan Depok
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Depok, Bogi Nurseto, mengatakan pihaknya melakukan pendalaman dan penelusuran internal.
“Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini kami melaksanakan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran secara internal untuk memastikan kondisi yang sebenarnya,” ujar Bogi, Minggu 4 Oktober 2026, dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial.
Dalam konferensi pers, pihak Rutan Depok kemudian memastikan video tersebut memang direkam di dalam area Rutan Depok.
Dari pemeriksaan awal, terdapat sekitar 22 warga binaan di kamar yang menjadi lokasi video.
Namun, keterlibatan sekitar tiga sampai empat orang masih didalami.
Pihak rutan juga menyebut ada dua petugas yang diduga terlibat. Keduanya kini menjalani proses penanganan dan pemeriksaan.
Rutan Depok menegaskan informasi dari masyarakat tidak akan diabaikan. Setiap laporan akan diperiksa berdasarkan fakta di lapangan.
Pengawasan Rutan Jadi Sorotan
Kasus ini kembali menyoroti pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.
Rutan Kelas I Depok saat ini dihuni sekitar 1.279 warga binaan. Sementara jumlah petugas yang berjaga dalam satu shift hanya sekitar 10 orang.
Pihak rutan mengaku rutin melakukan razia, baik secara berkala maupun insidental.
Pengawasan juga melibatkan pihak eksternal. Di antaranya kepolisian, TNI, BNNK, hingga Brimob.
Rutan Depok juga menyebut menjalankan program Zero Halinar. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan pemasyarakatan bebas dari handphone, pungutan liar, dan peredaran narkoba.
Muncul Setelah Kasus Lapas Cibinong
Viralnya video di Rutan Depok muncul tidak lama setelah publik dikejutkan temuan Ombudsman di Lapas Cibinong.
Saat itu, ditemukan fasilitas yang disebut menyerupai apartemen atau vila dan diduga digunakan sejumlah warga binaan.
Lima pejabat kemudian dinonaktifkan untuk menjalani pemeriksaan.
Kini, video dari Rutan Depok kembali memunculkan pertanyaan soal pengawasan di balik tembok pemasyarakatan.
Meski video tersebut sudah dipastikan direkam di Rutan Depok, dugaan pesta narkoba dan penggunaan narkoba masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan.
Pihak rutan masih mendalami siapa saja yang terlibat serta bagaimana video tersebut bisa direkam dan beredar.
Hasil investigasi video viral pesta narkoba yang diduga berkaitan dengan Rutan Kelas I Depok ini nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan tindakan lebih lanjut terhadap warga binaan maupun petugas yang terbukti melakukan pelanggaran. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan





