Kasus Hong Min-gi Dituding Lakukan Kekerasan oleh Mantan Pacar, Agensi Balik Sebut Stalking
Intrend.id – Aktor Korea Selatan Hong Min-gi tengah menjadi sorotan atas kasus tudingan seorang perempuan berinisial A yang mengaku sebagai mantan kekasihnya. A menuduh Hong melakukan kekerasan dalam pacaran, ancaman, kontrol berlebihan hingga kekerasan emosional.
Kasus Hong Min-gi terbaru ini mencuat di media sosial pada Rabu, 19 Agustus 2026. A mengunggah sejumlah dokumen hukum dan menceritakan hubungan mereka yang disebut dimulai sekitar April 2026.
Namun, tudingan tersebut langsung dibantah agensi Hong, Fable Company. Agensi menyebut sejumlah klaim A tidak sesuai dengan fakta yang mereka ketahui.
Hingga 20 Agustus 2026, belum ada putusan pengadilan atau hasil penyelidikan independen yang mengonfirmasi tudingan utama tersebut.
Hong Min-gi Dituding Lakukan Kekerasan
Menurut A, hubungan tersebut diwarnai sejumlah tindakan agresif. Ia mengklaim Hong pernah melempar botol soju ke arahnya hingga pecah di jalan.
A juga menuduh Hong pernah memukul bahunya, mendorong tubuhnya dan mencekik lehernya.
Tudingan lain berkaitan dengan kecemburuan. A mengaku Hong diam-diam memeriksa ponsel dan pesan KakaoTalk miliknya.
Ia juga mengeklaim Hong pernah meneleponnya sekitar 40 kali ketika mencurigai dirinya berkomunikasi dengan mantan kekasih atau pria lain.
Dalam unggahannya, A menyebut adanya ancaman yang menurutnya sangat serius. Ia juga menuduh Hong mengeluarkan komentar bernada misoginis serta melakukan tindakan yang membuatnya tertekan secara emosional.
A turut membawa persoalan hewan peliharaan. Ia menuduh Hong memperlakukan anjingnya, Leo, dengan buruk. Klaim tersebut juga dibantah pihak agensi.
A Klaim Mengalami Kehamilan dan Aborsi
Kontroversi semakin ramai setelah A mengungkap persoalan kehamilan.
Ia mengaku mengetahui dirinya hamil setelah melakukan tes kehamilan sekitar pertengahan Juli 2026. Menurut A, Hong kemudian meminta dirinya menjalani aborsi.
A menyebut menjalani prosedur tersebut seorang diri pada 13 Juli. Ia mengaku menyimpan rekam medis dan foto USG sebagai bukti.
Ia juga mengatakan harus menghadapi masa pemulihan tanpa dukungan yang diharapkannya dari Hong.
A kemudian membantah tudingan bahwa dirinya melakukan stalking. Ia mengatakan kedatangannya setelah hubungan berakhir hanya bertujuan meminta permintaan maaf.
Agensi Hong Min-gi Balik Tuding A Stalking
Fable Company memberikan bantahan keras pada 19 Agustus.
Agensi menyebut hubungan Hong dan A memang dimulai sekitar April 2026. Namun, mereka mengatakan hubungan tersebut memburuk setelah muncul masalah kepercayaan.
Menurut agensi, A masih berhubungan dengan mantan kekasih dan disebut pernah mengakui bertemu pria lain selama menjalin hubungan dengan Hong.
Hong kemudian disebut ingin mengakhiri hubungan karena kepercayaan sudah rusak.
Namun, agensi mengeklaim A terus menghubungi Hong dan beberapa kali mendatangi kediamannya.
Fable Company bahkan menyebut A datang ke rumah Hong sekitar pukul 01.00 pada 19 Agustus. Menurut agensi, A disebut mengetuk pintu dan membunyikan bel hingga sekitar pukul 04.00.
Agensi juga mengklaim aksi tersebut terekam CCTV. Mereka menuduh kamera keamanan sempat ditutup menggunakan stiker dan pintu ditendang.
Kedua Pihak Siapkan Langkah Hukum
Fable Company menyatakan siap mengambil langkah hukum terhadap A atas dugaan stalking dan pencemaran nama baik.
Agensi juga membantah tudingan kekerasan fisik, penyiksaan terhadap hewan serta sejumlah klaim lain yang beredar.
Di sisi lain, A tetap mempertahankan ceritanya. Ia menilai pernyataan agensi sebagai bentuk secondary victimization dan menolak gambaran dirinya sebagai penguntit.
Hong Min-gi sendiri belum memberikan pernyataan pribadi secara terbuka mengenai kontroversi tersebut.
Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar. Sebagian mendukung A karena adanya dokumen hukum dan klaim rekam medis. Sebagian lainnya menunggu bukti objektif dari proses hukum.
Sampai saat ini, tudingan kekerasan, ancaman, kondisi kehamilan, aborsi, hingga kontak setelah putus masih menjadi klaim yang saling bertentangan.
Belum ada putusan pengadilan yang menetapkan kebenaran dari tudingan tersebut.
Jika perkara berlanjut, CCTV, rekam medis, pesan, serta keterangan saksi dapat menjadi bagian penting dalam proses pembuktian.
Kasus Hong Min-gi pun masih terus berkembang. Publik kini menunggu apakah laporan resmi akan dibuat dan bagaimana proses hukum akan menentukan fakta sebenarnya. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









