Trend in Siber

Mandelson Files Bongkar Skandal Politik Inggris, Dari Epstein hingga Keputusan Kontroversial Starmer

Intrend.id – Isu “Mandelson files” lagi jadi sorotan besar di politik Inggris. Ini bukan sekadar bocoran biasa, tapi kumpulan dokumen resmi pemerintah yang dibuka ke publik setelah perintah parlemen, berisi email, WhatsApp, memo, sampai catatan vetting pejabat tinggi.

Tokoh utama dalam kasus “Mandelson files” adalah Peter Mandelson, atau Lord Mandelson, figur senior Partai Buruh yang sempat ditunjuk sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat oleh Perdana Menteri Keir Starmer pada akhir 2024.

“Batch kedua dokumen terkait pengangkatan dan masa jabatan Peter Mandelson sebagai Duta Besar AS telah diterbitkan oleh pemerintah,” tulis Sky News, 2 Juni 2026.

Namun karier diplomatiknya berumur pendek. Ia dipecat pada September 2025 setelah kembali disorot soal kedekatannya dengan Jeffrey Epstein. Hubungan lama mereka, termasuk komunikasi personal dan dugaan aliran dana, jadi bahan kontroversi serius.

Isi “Mandelson Files”

Dokumen yang dirilis ini terbagi dalam dua gelombang besar:

– Gelombang pertama (Maret 2026): sekitar 147 halaman
– Gelombang kedua (1 Juni 2026): lebih dari 1.000 halaman, bahkan disebut salah satu publikasi pemerintah terbesar

Isinya cukup “panas”, mulai dari:

– Percakapan internal pemerintah
– Catatan proses pengangkatan Mandelson
– Penilaian risiko reputasi terkait Epstein
– Pandangan pribadi Mandelson tentang kolega politiknya

Beberapa bagian memang disensor karena alasan keamanan nasional dan proses hukum yang masih berjalan.

Fakta Kunci yang Terungkap

Dari berbagai laporan media atas dokumen ini, ada beberapa poin penting:

1. Sudah ada peringatan sejak awal
Tim internal sebenarnya sudah mengingatkan soal risiko reputasi akibat hubungan Mandelson dengan Epstein. Tapi tetap saja penunjukan dilakukan, bahkan disebut berlangsung “aneh dan terburu-buru”.

2. Kritik internal terhadap Starmer
Dalam pesan pribadi, Mandelson disebut sempat mengkritik gaya kepemimpinan Starmer, termasuk menyebutnya kurang berenergi.

3. Dugaan pelanggaran serius
Ada tuduhan bahwa Mandelson pernah membagikan informasi sensitif pemerintah kepada Epstein saat masih menjabat di era Gordon Brown. Polisi kini menyelidiki kemungkinan pelanggaran jabatan publik, meski Mandelson membantah.

4. Uang pesangon dan konflik kepentingan
Dokumen juga membahas negosiasi pesangon £75 ribu (ia disebut sempat menginginkan lebih dari £500 ribu), serta potensi konflik kepentingan dari bisnis konsultasinya.

Dampak Politik

Kasus ini jadi pukulan telak buat pemerintahan Starmer. Banyak pihak mempertanyakan:

– kualitas penilaian kandidat
– transparansi proses pengangkatan
– standar etika pejabat publik

Mandelson sendiri sudah menyatakan penyesalan atas hubungannya dengan Epstein dan mengaku kooperatif dalam penyelidikan.

“Mandelson files” bukan cuma soal satu orang, tapi membuka gambaran lebih luas tentang dinamika internal kekuasaan, proses politik, dan potensi celah dalam sistem pemerintahan Inggris. Dengan ribuan halaman dokumen yang kini terbuka, efek politiknya kemungkinan masih akan terus bergulir ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status