Home | Trend in Siber | Pernyataan “Lu Punya Otak Nggak?” Hotman Paris Hutapea kepada Wartawan Viral Berujung Minta Maaf

Pernyataan “Lu Punya Otak Nggak?” Hotman Paris Hutapea kepada Wartawan Viral Berujung Minta Maaf

pernyataan Hotman Paris Hutapea

Intrend.id – Nama Hotman Paris Hutapea kembali ramai dibicarakan pada Juli 2026 usai pernyataan dirinya viral di media sosial.

Pengacara Hotman Paris Hutapea pun menjadi sorotan setelah video konferensi pers dan pernyataan dirinya kepada wartawan viral di media sosial.

Ini bukan karena gaya flamboyannya. Bukan juga karena pernyataan hukum yang biasanya langsung mencuri perhatian.

Dalam video tersebut, Hotman terlihat emosional ketika menjawab pertanyaan terkait kasus yang menjerat kliennya, eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Salah satu kalimat yang paling banyak dibicarakan adalah, “Lu punya otak nggak?”

Ada pula ucapan berbahasa Inggris yang terdengar seperti “shut up”.

Potongan video itu kemudian menyebar luas.

Reaksi publik pun bermunculan.

Sejumlah organisasi pers menilai ucapan tersebut merendahkan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Awal Mula Kontroversi Pernyataan Hotman Paris

Kontroversi ini bermula dari konferensi pers setelah pemeriksaan Febrie Adriansyah di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Hotman Paris hadir sebagai kuasa hukum Febrie.

Dalam sesi tanya jawab, wartawan menanyakan sejumlah hal terkait perkara yang menjerat kliennya.

Salah satu pertanyaan berkaitan dengan dugaan kriminalisasi dan kemungkinan adanya agenda tertentu dalam proses hukum tersebut.

Hotman kemudian menjawab bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Namun, menurut penjelasan Hotman dalam permintaan maafnya, pertanyaan lain kembali diajukan sebelum ia selesai memberikan jawaban.

Situasi itu membuatnya emosi.

Ia kemudian mengeluarkan kalimat yang menjadi viral.

“Menurut kau gimana? Lu punya otak nggak?” demikian ucapan yang kemudian menjadi sorotan.

Hotman belakangan menjelaskan bahwa potongan kalimat yang beredar tidak menggambarkan seluruh konteks percakapan.

Ia mengaku sudah menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan yang ditanyakan.

Namun, pertanyaan berikutnya membuatnya merasa terus didesak.

Hotman akhirnya terpancing emosi.

Dewan Pers Soroti Ucapan Hotman

Pernyataan Hotman Paris kemudian mendapat respons dari Dewan Pers.

Dalam sikap resminya, Senin 20 Juli 2026 dalam video yang beredar, Dewan Pers menyayangkan respons Hotman yang dinilai bernada merendahkan wartawan.

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa wartawan memiliki tugas untuk menggali informasi.

Pertanyaan yang diajukan kepada narasumber merupakan bagian dari proses jurnalistik.

“Menyesalkan sikap advokat Hotman Paris yang menjawab pertanian wartawan dengan ungkapan yang bernada merendahkan. Ketidaksetujuan atau ketidaksenangan atas sebuah pertanyaan oleh wartawan hendaknya ditanggapi dengan cara yang lebih rasional dan beretika,” ungkap Komaruddin pada video pernyataan yang diunggah di Instagram officialdewanpers, Senin.

Menurut Dewan Pers, seseorang memiliki hak untuk menjawab atau tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Namun, ketidaksukaan terhadap sebuah pertanyaan tetap harus disampaikan dengan cara yang rasional dan beretika.

Dewan Pers juga mengingatkan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Wartawan bekerja untuk memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi.

Karena itu, profesi tersebut perlu dihormati ketika menjalankan tugas.

“Seorang wartawan mengajukan pertanyaan adalah untuk menggali informasi mendengarkan versi narasumber atas sebuah peristiwa yang itu merupakan bagian dari proses jurnalistik yang dilindungi oleh pasal 4 ayat 3. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 99 tentang Pers. Semua itu merupakan bagian dari upaya wartawan dalam menjalankan perannya seperti diamanatkan dalam pasal 6 Undang-Undang Pers yaitu memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supermasi hukum dan hak asasi manusia serta menghormati kebinekaan,” kata Komaruddin Hidayat.

PWI Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Kritik juga datang dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

PWI menilai pernyataan Hotman telah melukai martabat profesi wartawan.

Organisasi tersebut kemudian meminta klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.

Sejumlah organisasi pers lainnya juga menyampaikan sikap serupa.

Inti kritiknya sama.

Wartawan memang bisa salah.

Pertanyaan juga bisa saja tidak disukai narasumber.

Namun, perbedaan pendapat tidak seharusnya berubah menjadi penghinaan terhadap profesi.

Apalagi peristiwa tersebut terjadi dalam forum terbuka dan disaksikan banyak orang.

Hotman Paris Telah Minta Maaf

Setelah kontroversi berkembang, Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video di akun media sosial pribadinya pada 20 Juli 2026. Unggahan permintaan maaf dan klarifikasi ini viral usai mendapat 42 ribu lebih suka.

Hotman mengaku meminta maaf kepada wartawan yang bersangkutan serta organisasi wartawan di Indonesia.

“Pernyataan maaf dari saya Hotman Paris sehubungan dengan himbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya. Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan, “Lu punya otak enggak sih?” Namun perlu saya jelaskan yang dikutip oleh media hanya bagian akhirnya, tidak dikutip secara utuh,” kata Hotman.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk merendahkan profesi jurnalistik.

Menurut Hotman, ucapannya muncul karena emosi saat menjawab pertanyaan yang dianggap terus berulang.

Ia menjelaskan bahwa dirinya merasa sudah menyampaikan tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan tertentu.

Namun, situasi tanya jawab yang berlangsung membuat emosinya terpancing.

Meski demikian, Hotman tetap mengakui bahwa pernyataannya telah menimbulkan masalah.

Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf.

“Tapi terlepas dari fakta kejadian sebenarnya, waktu itu sudah sama-sama emosional. tetap saya mengatakan menyatakan maaf kepada wartawan tersebut maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia karena selama ini juga saya sangat dekat kepada semua wartawan sekali lagi tidak ada niat apapun cuma karena diberondong dengan dua pertanyaan yang saya sudah bilang saya tidak bisa jawab karena saya tidak punya kapasitas untuk menjawab tapi ditanya lagi ditanya lagi sehingga saya jadi emosional,” kata Hotman dalam klarifikasinya.

Kontroversi Berlangsung di Tengah Kasus Febrie

Kontroversi ini terjadi ketika Hotman Paris sedang menangani perkara besar.

Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Kasus tersebut berkaitan dengan sejumlah perkara besar yang menjadi perhatian publik.

Selain polemik dengan wartawan, pernyataan Hotman terkait dugaan keterkaitan Presiden Prabowo dengan kasus tersebut juga memicu bantahan dari Partai Gerindra.

Gerindra menyatakan bahwa Presiden Prabowo tidak pernah mencampuri proses penegakan hukum.

“Gerindra menyayangkan statement Hotman Paris yang mengaitkan kasus mantan Jampidsus dengan presiden Prabowo. Ini sangat tidak benar, dan bertentangan dengan komitmen Presiden Prabowo tentang pemberantasan korupsi. Presiden Prabowo tidak pernah campuri penegakan hukum,” kata Ketua DPP Gerindra, Bambang Haryadi, 19 Juli 2026

Polemik ini membuat perhatian publik semakin besar.

Satu sisi membahas perkara hukum yang sedang ditangani Hotman.

Sisi lain menyoroti cara seorang advokat berkomunikasi dengan media.

Pelajaran dari Kontroversi Hotman Paris

Kontroversi ini menunjukkan bahwa satu kalimat bisa menyebar sangat cepat di era media sosial.

Terlebih jika kalimat tersebut diucapkan oleh figur publik dengan jumlah pengikut besar.

Bagi wartawan, pertanyaan merupakan bagian dari pekerjaan.

Bagi narasumber, tidak semua pertanyaan harus dijawab.

Namun, keduanya tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga komunikasi dan etika.

Dewan Pers mengingatkan pentingnya etika.

Hotman Paris pun telah menyampaikan permintaan maaf.

Kini, publik tinggal menunggu apakah polemik tersebut benar-benar mereda.

Kontroversi pernyataan Hotman Paris Hutapea kepada wartawan mengingatkan pentingnya komunikasi publik. Ini tidak hanya soal muatan yang ingin disampaikan. Cara menyampaikannya juga bisa menjadi berita. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
© Copyright 2026, All Rights Reserved  |  @2021-2026 | Published by Intrend.id
DMCA.com Protection Status