Trend in Siber

Gempa M5,3 Guncang Selatan Cilacap Jateng, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Intrend.id – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah sekitar Cilacap Jawa Tengah (Jateng), Jumat 4 September 2026 siang. Gempa terjadi pukul 12.05.02 WIB dengan magnitudo pemutakhiran M5,3 dan kedalaman 69 kilometer.

Gempa Jateng hari ini di area selatan Jawa, menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,27° LS dan 109,02° BT. Lokasinya sekitar 59 kilometer sebelah selatan Cilacap.

BMKG melaporkan gempa Cilacap ini tidak berpotensi tsunami. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tidak memicu ancaman tsunami.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa termasuk kategori gempa bumi menengah yang berkaitan dengan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan normal fault atau sesar turun.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,27° LS ; 109,02° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 59 km Selatan Kota Cilacap, Jawa Tengah. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” ungkap Wijayanto dalam keterangan resmi di laman BMKG.

Gempa Terasa di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa Cilacap Jateng hari ini dirasakan di sejumlah daerah. Berdasarkan estimasi shakemap dan laporan masyarakat, intensitas mencapai III MMI di Bantul, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, dan Kulonprogo.

Di Pangandaran, gempa dirasakan pada skala II-III MMI. Sementara Pacitan, Sleman, dan Wonogiri merasakan getaran dengan intensitas II MMI.

BMKG hingga pukul 12.40.02 WIB belum mendeteksi adanya gempa susulan (aftershock).

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya isu yang sumbernya tidak jelas. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” ungkap BMKG.

21 Perjalanan KA Sempat Berhenti

Dampak gempa juga terasa pada perjalanan kereta api. KAI Daop 5 Purwokerto sempat menghentikan 21 perjalanan KA melalui prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB).

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin mengatakan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan jalur aman.

“Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB). Tindakan tersebut merupakan prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan KA tetap aman,” ungkap Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, Jumat 4 September 2026.

Petugas kemudian memeriksa rel, jembatan, terowongan, serta berbagai fasilitas pendukung. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa.

Setelah jalur dinyatakan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta kembali dilanjutkan.

Daftar KA yang sempat mengalami BLB:

1. Fajar Utama Yogya – 35 menit
2. Gajahwong – 31 menit
3. Argo Dwipangga – 13 menit
4. Taksaka – 27 menit
5. Joglosemarkerto – 36 menit
6. Argo Wilis – 40 menit
7. Sawunggalih – 38 menit
8. Lodaya – 39 menit
9. Argo Semeru – 29 menit
10. Gaya Baru Malam Selatan – 36 menit
11. Malabar – 36 menit
12. Kutojaya Selatan – 66 menit
13. Purwojaya – 12 menit
14. Pasundan – 29 menit
15. Angkutan Barang – 39 menit
16. Madiun Jaya – 38 menit
17. Angkutan Barang – 54 menit
18. Mataram – 41 menit
19. Joglosemarkerto – 31 menit
20. Manahan – 40 menit
21. Bangunkarta – 33 menit

Demikian laporan gempa Cilacap Jateng hari ini. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status