Intrend.id – Tim Nasional Sepak Bola (Timnas) Spanyolkembali menjadi juara Piala Dunia.
Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak tambahan waktu di MetLife Stadium, 20 Juli 2026 WIB.
Ferran Torres mencetak gol kemenangan La Roja itu pada menit ke-106. Extra Time penentuan.
Satu gol.
Namun nilainya sangat besar.
Gol tersebut membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah kesuksesan pada 2010.
Lebih dari itu, Spanyol menyelesaikan turnamen dengan catatan luar biasa.
Dari tujuh pertandingan, mereka menang enam kali dan hanya sekali bermain imbang.
Yang paling mencengangkan adalah pertahanan mereka.
Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Itu menjadi rekor baru untuk tim juara Piala Dunia.
Mereka bukan sekadar mencetak banyak gol.
Mereka juga sangat sulit ditembus.
Awal yang Tidak Mudah
Perjalanan Spanyol tidak langsung berjalan mulus.
Pada laga pertama penyisihan Grup H, mereka ditahan Cape Verde 0-0.
Hasil tersebut sempat membuat banyak orang bertanya-tanya.
Apakah Spanyol benar-benar siap menjadi juara?
Jawabannya datang beberapa hari kemudian.
La Roja langsung bangkit.
Mereka menghancurkan Arab Saudi dengan skor 4-0.
Lamine Yamal membuka keunggulan pada menit ke-10.
Gol itu menjadi gol pertamanya di Piala Dunia.
Mikel Oyarzabal kemudian mengambil alih panggung.
Ia mencetak dua gol pada menit ke-21 dan 24.
Satu gol bunuh diri Hassan Al-Tambakti membuat kemenangan Spanyol semakin besar.
Ferran Torres sebenarnya sempat mencetak gol kelima.
Namun gol tersebut dianulir karena offside.
Spanyol kemudian menutup fase grup dengan kemenangan tipis 1-0 atas Uruguay.
Álex Baena menjadi pencetak gol tunggal.
Kesalahan Fernando Muslera dimanfaatkan dengan baik.
Spanyol pun finis sebagai juara Grup H dengan tujuh poin.
Mereka mencetak lima gol dan belum kebobolan.
Pertahanan mulai menunjukkan tanda-tanda serius.
Oyarzabal Menjadi Mesin Gol
Memasuki fase gugur babak 32 besar, Spanyol semakin leluasa.
Austria menjadi korban berikutnya.
Pada babak 32 besar, Spanyol menang 3-0.
Oyarzabal kembali mencetak dua gol.
Pedro Porro menyumbang satu gol lainnya.
Menariknya, dua gol Oyarzabal lahir dari situasi yang melibatkan umpan Marc Cucurella.
Koneksi di sisi kiri Spanyol berjalan sangat efektif.
Oyarzabal juga semakin percaya diri.
Ia tidak hanya menjadi pemain yang bergerak di antara lini.
Ia berubah menjadi penyelesai akhir yang sangat berbahaya.
Pada akhirnya, Oyarzabal menjadi salah satu pencetak gol penting dalam perjalanan Spanyol.
Melibas Portugal di Era Akhir Ronaldo
Babak 16 besar mempertemukan Spanyol dengan Portugal.
Pertandingan berjalan ketat.
Portugal memiliki pengalaman.
Spanyol memiliki kontrol permainan.
Ketika pertandingan seolah akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Mikel Merino muncul.
Pada menit 90+1, ia mencetak gol kemenangan.
Spanyol menang 1-0.
Portugal tersingkir.
Bagi Cristiano Ronaldo, hasil tersebut juga menjadi pukulan besar.
Mimpi sang megabintang untuk kembali membawa Portugal berjaya di Piala Dunia berakhir.
Spanyol melaju ke babak berikutnya.
Mereka semakin dekat dengan trofi.
Belgia Memberikan Perlawanan
Di perempat final, lawan Spanyol adalah Belgia.
Pertandingan ini jauh lebih terbuka.
Spanyol unggul lebih dulu melalui Fabián Ruiz.
Ia memanfaatkan bola muntah setelah Thibaut Courtois melakukan penyelamatan.
Namun Belgia membalas.
Charles De Ketelaere mencetak gol melalui sundulan.
Skor menjadi 1-1.
Pertandingan terlihat akan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Lalu, lagi-lagi, Merino muncul.
Pada menit ke-88, ia memanfaatkan bola muntah setelah kiper pengganti Belgia gagal mengamankan tembakan Pau Cubarsí.
Gol itu membawa Spanyol menang 2-1.
Merino kembali menjadi pahlawan.
Dua pertandingan fase gugur.
Dua gol penting.
Tidak heran jika namanya kemudian menjadi salah satu simbol perjalanan Spanyol menuju final.
Tumbangkan Prancis di Semifinal
Semifinal menghadirkan duel besar.
Spanyol vs Prancis.
Di atas kertas, Prancis memiliki banyak bintang.
Namun Spanyol tampil sangat tenang.
Mereka tidak panik.
Mereka menguasai bola.
Mereka juga tidak memberi banyak ruang kepada lini serang Prancis.
Gol pertama datang dari titik penalti.
Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne.
Mikel Oyarzabal maju sebagai eksekutor.
Ia menjalankan tugas dengan sempurna.
Spanyol unggul 1-0.
Pada babak kedua, Pedro Porro menggandakan keunggulan.
Gol tersebut lahir dari kombinasi apik bersama Dani Olmo.
Satu-dua sentuhan cepat.
Pergerakan cerdas.
Penyelesaian yang tenang.
Prancis tak mampu membalas dan kalah 0-2.
Spanyol melaju ke final.
Mereka belum kebobolan sejak pertandingan melawan Belgia.
Final yang Menentukan
Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua raksasa.
Spanyol melawan Argentina, Minggu 20 Juli 2026 WIB dini hari.
Argentina datang sebagai juara bertahan.
Mereka juga memiliki Lionel Messi yang tampil luar biasa sepanjang turnamen.
Namun final berjalan sangat ketat.
Kedua tim sama-sama berhati-hati.
Spanyol lebih dominan dalam penguasaan bola.
Argentina bertahan dan mencoba mencari peluang melalui transisi.
Namun situasi berubah setelah Enzo Fernández menerima kartu merah.
Argentina harus bermain dengan 10 orang.
Spanyol semakin leluasa mengontrol pertandingan.
Meski begitu, Emiliano Martínez tampil luar biasa.
Ia membuat 12 penyelamatan.
Jumlah tersebut menjadi rekor dalam sejarah final Piala Dunia.
Argentina masih bertahan.
Tetapi tekanan Spanyol terus meningkat.
Pada menit ke-106, momen penentu akhirnya datang.
Nico Williams menerima bola dari sisi sayap.
Ia kemudian memberikan umpan silang yang disambut dan dikembalikan ke area berbahaya.
Ferran Torres berada di posisi yang tepat.
Tanpa banyak berpikir, ia melepaskan tendangan voli.
Bola menghujam gawang Argentina.
Spanyol unggul 1-0.
Stadion langsung bergemuruh.
Gol tersebut terasa seperti pengulangan sejarah.
Pada 2010, Andrés Iniesta mencetak gol kemenangan Spanyol di final.
Pada 2026, Ferran Torres kembali menjadi pahlawan dengan gol di babak tambahan waktu.
Argentina mencoba bangkit.
Namun mereka tidak mampu menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran setelah berada dalam tekanan Spanyol.
Peluit panjang akhirnya berbunyi.
Spanyol juara dunia.
Pertahanan yang Menjadi Fondasi
Hal paling menarik dari Spanyol 2026 adalah evolusi gaya bermain mereka.
Spanyol masih memiliki ciri khas penguasaan bola.
Mereka masih sabar membangun serangan.
Mereka masih mampu melakukan kombinasi umpan pendek.
Namun tim ini tidak lagi hanya bergantung pada tiki-taka klasik.
Mereka lebih fleksibel.
Lebih cepat saat melakukan transisi.
Dan jauh lebih kuat ketika bertahan.
Hanya satu gol yang bersarang ke gawang Spanyol sepanjang turnamen.
Catatan itu sangat luar biasa.
Unai Simón tampil konsisten.
Rodri menjadi pengatur permainan sekaligus pemimpin di lini tengah.
Pau Cubarsí menunjukkan kematangan bertahan luar biasa meski masih muda.
Lamine Yamal menghadirkan kreativitas di lini serang.
Sementara pemain seperti Oyarzabal, Merino, Porro, dan Torres menjadi penentu di momen-momen penting.
Kombinasi Spanyol ini menunjukkan tim yang memiliki banyak variasi.
Bukan hanya satu.
Oyarzabal dan Para Pencetak Gol Spanyol
Mikel Oyarzabal menjadi salah satu pencetak gol terbanyak Spanyol.
Ia mencetak gol dalam beberapa pertandingan penting.
Brace melawan Arab Saudi.
Brace melawan Austria.
Kemudian satu gol penalti melawan Prancis.
Performa tersebut menjadikannya salah satu pemain paling konsisten di lini depan.
Mikel Merino juga tidak kalah penting.
Ia mencetak gol kemenangan melawan Portugal.
Kemudian kembali menjadi penentu saat menghadapi Belgia.
Pedro Porro mencetak dua gol.
Lamine Yamal menyumbang satu gol.
Álex Baena juga mencetak satu gol.
Fabián Ruiz ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Dan tentu saja, Ferran Torres mencetak gol paling penting.
Gol yang mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia.
Penghargaan Individu Melengkapi Kesuksesan
Keberhasilan Spanyol semakin lengkap dengan penghargaan individu.
Rodri dinobatkan sebagai pemenang Golden Ball.
Penghargaan tersebut mencerminkan pengaruhnya terhadap permainan Spanyol.
Ia menjadi pusat sirkulasi bola.
Menjaga keseimbangan.
Dan mengontrol tempo.
Unai Simón meraih Golden Glove.
Sementara Pau Cubarsí mendapatkan penghargaan Pemain Muda Terbaik.
Tiga penghargaan tersebut menggambarkan kekuatan Spanyol.
Kiper yang konsisten.
Gelandang yang mengendalikan permainan.
Bek muda yang tampil matang.
Mbappé Top Skor Piala Dunia 2026
Meski Prancis gagal mencapai final, Kylian Mbappé tetap menjadi salah satu bintang terbesar turnamen dan menjadi top skor alias pencetak gol terbanyak.
Ia memenangkan Golden Boot Piala Dunia 2026 dengan 10 gol.
Mbappé juga mencatatkan empat assist.
Ia menjadi pemain pertama sejak Gerd Müller pada 1970 yang mencetak setidaknya 10 gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Lebih spesial lagi, Mbappé menjadi pemain pertama yang memenangkan Golden Boot Piala Dunia dua kali.
Sebelumnya, ia juga menjadi pencetak gol terbanyak pada 2022.
Lionel Messi finis dengan delapan gol.
Erling Haaland dan Jude Bellingham sama-sama mencetak tujuh gol.
Ousmane Dembélé mencatatkan enam gol.
Mikel Oyarzabal menjadi pencetak gol terbanyak Spanyol dengan lima gol.
Piala Dunia dengan Banyak Gol
Piala Dunia 2026 juga menjadi salah satu turnamen paling produktif dalam sejarah.
Lebih dari 280 gol tercipta dalam lebih dari 100 pertandingan.
Jerman bahkan mencatat kemenangan besar 7-1 atas Curaçao.
Prancis juga terlibat dalam pertandingan dramatis dengan skor 6-4 melawan Inggris pada perebutan tempat ketiga.
Namun Spanyol memilih jalan yang berbeda.
Mereka tidak selalu menang dengan skor besar.
Mereka menang dengan efisiensi.
Mereka mencetak sekitar 11 hingga 12 gol.
Namun hanya kebobolan satu.
Itulah yang membuat perjalanan mereka begitu istimewa.
Juara dengan Identitas Baru
Spanyol 2026 membuktikan bahwa tiki-taka tidak harus mati.
Gaya tersebut bisa berkembang.
Bisa berubah.
Bisa menjadi lebih modern.
Spanyol tetap menguasai bola.
Namun mereka juga mampu bertahan lebih dalam.
Mereka mampu melakukan serangan balik.
Mereka memiliki pemain muda yang berani.
Mereka juga memiliki pemain berpengalaman yang tahu kapan harus mengontrol pertandingan.
Hasil akhirnya adalah kombinasi yang sangat sulit dikalahkan.
Enam kemenangan.
Satu hasil imbang.
Satu gol kebobolan.
Satu trofi Piala Dunia.
Kini Spanyol bukan hanya menjadi juara karena bermain indah.
Mereka menjadi juara karena tahu bagaimana memenangkan pertandingan.
Kadang dengan penguasaan bola.
Kadang dengan gol menit akhir.
Kadang dengan pertahanan total.
Di final, mereka menang lewat satu momen brilian Ferran Torres.
Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi milik Spanyol.
La Roja kembali ke puncak dunia.
Dan kali ini, mereka melakukannya dengan versi yang lebih lengkap.
Tiki-taka masih ada.
Namun sekarang, ia datang bersama pertahanan baja.
Tim Nasional Sepak Bola (Timnas) Spanyol layak menyandang predikat Juara Piala Dunia. (*)





