Viral TikToker Malaysia @isawkwardguy Diblokir? Tak Bisa Diakses di Indonesia, Singapura dan Brunei
Intrend.id – Nama TikToker asal Malaysia J (@isawkwardguy) mendadak ramai dibahas di media sosial karena dugaan diblokir. Akunnya disebut tidak bisa diakses (atau diblokir) oleh sejumlah pengguna di Indonesia, Singapura, dan Brunei.
Kabar akun TikToker asal Malaysia J tak bisa diakses (diblokir?) tersebut ramai diperbincangkan di X pada Kamis, 20 Agustus 2026. Sejumlah pengguna mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan akun TikTok @isawkwardguy tidak muncul ketika dicari.
Sementara itu, pengguna di Malaysia disebut masih bisa mengakses akun tersebut secara normal.
Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Indonesia, Singapura, Brunei maupun TikTok terkait dugaan pembatasan tersebut.
Siapa @isawkwardguy?
J dikenal sebagai kreator asal Malaysia yang sering membuat konten humor absurd, awkward dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Akun TikTok @isawkwardguy memiliki sekitar 570 ribu pengikut dengan 48 juta lebih likes.
Kontennya cukup beragam. Ia sering membahas kehidupan keluarga Malaysia, situasi sosial yang canggung hingga pengalaman sehari-hari.
J juga kerap menyelipkan komentar soal politik, pekerjaan, paspor dan perbandingan negara-negara Asia Tenggara.
Gaya bercandanya sering membawa konsep “SEA siblings”. Indonesia, Malaysia, Singapura dan negara ASEAN lainnya menjadi bahan candaan.
Karena itu, kontennya cukup mudah viral di kawasan Asia Tenggara.
Selain TikTok, J juga aktif di Instagram dan YouTube melalui kanal J Is Awkward. Ia juga memiliki akun X dengan jumlah pengikut yang lebih kecil.
Akun J Disebut Tak Bisa Diakses dari Tiga Negara
Perbincangan soal akun tersebut mulai ramai setelah sejumlah pengguna non-Malaysia mengaku tidak bisa menemukan akun TikTok J.
Pengguna Indonesia menjadi salah satu yang membagikan pengalaman tersebut. Mereka mengunggah tangkapan layar sebagai bukti bahwa akun @isawkwardguy tidak muncul dalam pencarian.
Laporan serupa kemudian muncul dari pengguna Singapura dan Brunei.
Sejumlah netizen menduga adanya pembatasan berdasarkan lokasi atau geo-restriction.
Namun, belum diketahui siapa pihak yang melakukan pembatasan tersebut.
Belum jelas pula apakah masalah tersebut merupakan pemblokiran pemerintah, kebijakan TikTok, pembatasan konten berdasarkan negara atau gangguan teknis.
Karena belum ada penjelasan resmi, semua dugaan tersebut masih sebatas spekulasi.
Netizen Sebut Konten J Terlalu “Kuat”
Kabar tersebut langsung memunculkan berbagai reaksi.
Sebagian netizen merasa heran. Mereka bercanda bahwa konten J pasti sangat “kuat” sampai disebut bisa membuat pengguna di beberapa negara tidak dapat mengaksesnya.
Ada pula yang mempertanyakan alasan pembatasan.
“Why all the gahmen so butthurt by his jokes?” tulis salah satu pengguna dalam diskusi yang beredar.
Netizen lainnya meminta agar J tidak diblokir.
“Free this guy man, he is way too funny to be banned,” tulis pengguna lain.
Sebagian pengguna juga mengaitkan dugaan pembatasan dengan konten J yang sesekali membahas politik dan isu kesadaran masyarakat.
Namun, belum ada bukti resmi yang menunjukkan bahwa konten politik menjadi penyebab akun tersebut tidak bisa diakses.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia, Singapura atau Brunei mengenai isu tersebut.
TikTok juga belum memberikan penjelasan publik yang mengonfirmasi adanya pemblokiran terhadap akun J di tiga negara tersebut.
J sendiri juga belum diketahui memberikan pernyataan resmi yang secara luas beredar mengenai dugaan pembatasan tersebut.
Karena itu, informasi yang beredar saat ini masih bersumber dari pengalaman pengguna dan tangkapan layar di media sosial.
Ada kemungkinan pembatasan memang terjadi. Namun, penyebab dan pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan.
Di tengah ramainya isu tersebut, J masih memiliki platform lain. Kontennya tetap dapat ditemukan melalui Instagram dan YouTube.
Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi soal batasan konten digital di Asia Tenggara. Terutama untuk konten yang menyentuh politik, isu sosial, identitas nasional dan hubungan antarnegara.
Bagi netizen ASEAN, candaan lintas negara memang sering menjadi hiburan. Tapi ketika masuk ke isu sensitif, respons setiap negara bisa berbeda.
Akun TikToker asal Malaysia J itu untuk saat ini belum ada penjelasan bagi publik. Semua masih menunggu statemen resmi. Apakah akun @isawkwardguy benar-benar diblokir di Indonesia, Singapura dan Brunei, atau hanya mengalami pembatasan teknis dan kebijakan platform, masih menjadi tanda tanya. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









