Apa Itu Peristiwa Ekuinoks yang Akan Terjadi Jumat 20 Maret 2026? Dikenal Hari Tanpa Bayangan

Intrend.id – Apa itu peristiwa ekuinoks? Pertanyaan ini muncul usai informasi mengenai fenomena langit yang dinilai menarik bakal terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026. Namanya ekuinoks Maret.
Menjawab pertanyaan apa itu peristiwa ekuinoks yang bakal terjadi pada Maret 2026 adalah berkaitan dengn salah satu momen penting dalam dunia astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun.
Sederhananya ekuinoks adalah kondisi saat posisi Matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa atau ekuator Bumi. Dalam istilah ilmiah, ini berkaitan dengan Ekuinoks, yaitu ketika durasi siang dan malam di seluruh dunia hampir sama, sekitar 12 jam.
Pada ekuinoks Maret, Matahari tampak bergerak dari belahan Bumi selatan menuju belahan Bumi utara. Peristiwa ini menandai awal musim semi (vernal equinox) di belahan utara, dan awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan selatan.
Fenomena ini terjadi karena kemiringan sumbu Bumi sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari. Saat ekuinoks, posisi sumbu ini tidak condong ke arah atau menjauhi Matahari, sehingga penyinaran menjadi lebih seimbang.
Di Indonesia yang berada di sekitar khatulistiwa, dampak ekuinoks biasanya tidak terlalu ekstrem. Namun, ada beberapa efek yang bisa dirasakan.
Salah satunya adalah fenomena hari tanpa bayangan. Saat Matahari tepat berada di atas kepala pada siang hari, bayangan benda bisa terlihat sangat pendek, bahkan hampir menghilang dalam waktu singkat.
Selain itu, suhu udara pada siang hari berpotensi terasa sedikit lebih panas. Hal ini karena intensitas penyinaran Matahari yang lebih maksimal di wilayah ekuator.
Meski begitu, penting dipahami bahwa ekuinoks tidak menyebabkan lonjakan suhu ekstrem seperti yang sering beredar di masyarakat. Fenomena ini lebih berkaitan dengan posisi Matahari, bukan peningkatan aktivitas panas secara drastis.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ekuinoks merupakan fenomena rutin yang terjadi setiap tahun, yakni sekitar 20-21 Maret dan 22-23 September.
Selain berdampak pada durasi siang dan malam, ekuinoks juga berperan dalam pergantian musim di berbagai belahan dunia. Di negara empat musim, momen ini jadi penanda perubahan cuaca yang cukup signifikan.
Menariknya, ekuinoks juga punya nilai budaya di beberapa negara. Misalnya perayaan Nowruz di Iran yang menandai tahun baru, bertepatan dengan datangnya musim semi.
Simpulan dari jawaban apa itu peristiwa ekuinoks yang bakal terjadi pada 20 Maret 2026 adalah fenomena alam yang menandai keseimbangan siang dan malam serta peralihan musim di Bumi. Buat Indonesia, ini jadi momen unik untuk melihat Matahari tepat di atas kepala, tanpa perlu khawatir berlebihan soal dampaknya. (*)









