Bernadya Bakal Rilis Album Baru, Nostalgia 2000-an dengan Warna Baru

Intrend.id – Penyanyi muda Bernadya akhirnya bicara soal album terbarunya. Setelah bikin galau massal lewat mini album Terlintas dan album debut Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, kini ia siap menyuguhkan sesuatu yang beda. Bukan sekadar beda rasa, tapi beda fase hidup.
“Ini cukup berbeda. Albumnya sekarang soal fase baru hidupku,” ujar Bernadya kepada wartawan di Jakarta Kamis, 5 Februari 2026.
Musikus berusia 21 tahun ini mengaku album penuh keduanya akan membawa nuansa yang lebih kompleks. Kalau dulu identik dengan gelap dan sunyi, kini Bernadya datang dengan spektrum rasa yang lebih luas.
Ia gambarkan album barunya dengan kata-kata: muda, nostalgia, pahit-manis, intens, bawah sadar, dan sedikit tidak jelas—seperti hidup itu sendiri.
Dari sisi musik, Bernadya ingin membawa pendengarnya kembali ke era 2000-an. Tapi bukan sekadar meniru, melainkan meramu nostalgia dengan tafsir personal.
“Kami enggak mau melabel semua musik 2000-an, tapi nostalgic ke satu masa yang mungkin pernah mereka tinggali,” jelasnya.
Perubahan besar juga terlihat dari persona visual. Jika sebelumnya Bernadya lekat dengan busana hitam, kini ia tampil lebih berani dengan warna-warni.
Menurutnya, perubahan itu berangkat dari mood, tapi selaras dengan isi album. “Lagu-lagunya punya banyak warna. Misalnya Kita Buat Menyenangkan itu warnanya oranye,” tuturnya.
CEO JUNI Records, Adryanto Pratono, mengungkapkan proyek album ini sudah dimulai sejak tahun lalu, tepat setelah konser Untungnya, Untungnya di Graha Bhakti Budaya. “Kami sudah pegang beberapa demo. Sekarang progresnya sudah sekitar 85 persen, dari visual sampai mixing,” katanya.
Sejauh ini, sekitar delapan lagu sudah disiapkan, dan masih terbuka kemungkinan penambahan trek baru. Dalam proses produksi, Bernadya menggandeng nama-nama besar seperti Petra Sihombing dan Rendy Pandugo. Untuk pertama kalinya, ia juga bekerja dengan vocal director Kamga. “Aku terbantu banget, jadi rekamannya lebih maksimal,” ujarnya.
Meski judul album masih dirahasiakan, Bernadya membocorkan benang merah temanya: Cherophobia, ketakutan akan kebahagiaan. Tema ini terasa relevan dengan perjalanan emosionalnya.
Meski album pertama Bernadya sukses besar, ia memilih tidak membebani diri dengan ekspektasi. Ia ingin menulis dengan jujur, tanpa tekanan. Lagu Kita Buat Menyenangkan pun sudah dirilis sebagai penanda lahirnya era baru—sebuah kode bahwa gelap tak selamanya abadi, dan bahagia mungkin sedang mengetuk pelan. (*)









