Hasil Real Madrid vs Inter Milan Liga Champions: Mourinho Buka Kemenangan
Intrend.id – Real Madrid vs Inter Milan berakhir dengan hasil 2-1. Skor ini menjadi penutup laga dua raksasa Eropa itu pada Matchday 1 UEFA Champions League 2026/2027.
Duel Real Madrid vs Inter Milan dengan hasil skor 2-1 ini berlangsung di Santiago Bernabéu, Madrid, Selasa, 8 September 2026 waktu setempat, atau Rabu dini hari, 9 September 2026 WIB.
Kick-off dimulai pukul 21.00 CEST atau 02.00 WIB. Pertandingan berakhir sekitar pukul 04.00 WIB setelah tambahan waktu.
Kemenangan ini menjadi pembuka manis bagi José Mourinho dalam kembalinya ke Real Madrid dan panggung Champions League. Madrid memang tidak dominan secara permainan, tetapi mereka tampil sangat efektif.
Sementara itu, Inter Milan asuhan Cristian Chivu harus pulang dengan tangan kosong meski menguasai jalannya pertandingan pada babak kedua.
Madrid Langsung Menghukum Kesalahan Inter
Real Madrid membuka skor pada menit ke-13/14.
Kesalahan sederhana dalam build-up Inter menjadi awal petaka. Curtis Jones mengirim umpan buruk ke arah Yann Bisseck ketika berada di bawah tekanan ringan.
Bisseck gagal mengontrol bola. Brahim Díaz langsung mencuri kesempatan dan kemudian memberikan bola kepada Kylian Mbappé.
Tanpa banyak basa-basi, Mbappé menyelesaikan peluang dari tengah kotak penalti.
1-0 untuk Madrid.
Gol tersebut menjadi gol kelima Mbappé pada awal musim 2026/2027. Pergerakannya kembali menunjukkan kenapa striker Prancis itu menjadi ancaman utama Madrid di lini depan.
Inter sebenarnya masih berusaha mengontrol permainan. Namun, kesalahan kedua datang tidak lama kemudian.
Pada menit ke-22/23, Federico Valverde memberikan tekanan agresif kepada Josep Martínez. Kiper Inter terlalu lama mengambil keputusan ketika mencoba mengamankan bola di area pertahanan sendiri.
Valverde berhasil mencuri bola.
Gelandang Uruguay itu kemudian tinggal menceploskan bola ke gawang kosong.
Madrid unggul 2-0.
Dua gol tersebut menggambarkan pendekatan Mourinho dengan sangat jelas: tidak perlu menguasai bola sepanjang pertandingan jika setiap kesalahan lawan bisa dihukum dengan cepat.
Inter Menguasai Bola, Courtois Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah.
Inter meningkatkan tekanan dan mendominasi penguasaan bola. Nerazzurri tercatat menguasai sekitar 64 persen possession, sedangkan Madrid hanya sekitar 36 persen.
Inter juga melepaskan sekitar 21 tembakan, berbanding 16 milik Madrid.
Masalahnya, Madrid punya Thibaut Courtois.
Kiper asal Belgia tersebut tampil luar biasa. Courtois membuat sekitar tujuh penyelamatan penting dan beberapa laporan mencatat jumlah totalnya bisa mencapai delapan.
Lautaro Martínez, Marcus Thuram, Hakan Çalhanoğlu hingga Curtis Jones beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Madrid.
Courtois terus menggagalkan mereka.
Penampilan tersebut terasa semakin spesial karena laga ini menjadi salah satu penampilan monumental Courtois di Champions League, dengan jumlah penampilannya telah mendekati atau mencapai angka 100.
Tanpa Courtois, skor pertandingan sangat mungkin berubah.
Carlos Augusto Bikin Inter Punya Harapan
Tekanan Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76/77.
Lautaro Martínez menusuk dari sisi kanan kotak penalti sebelum mengirimkan umpan tarik ke tengah.
Carlos Augusto sudah menunggu.
Bek asal Brasil itu menyelesaikan peluang dari jarak dekat dan membuat skor berubah menjadi 2-1.
Inter semakin percaya diri setelah gol tersebut.
Madrid mulai bertahan lebih dalam. Mourinho memasukkan tenaga tambahan untuk memperkuat lini tengah dan pertahanan.
Inter terus mencoba mencari gol penyama kedudukan.
Namun, waktu tidak cukup bagi tim asuhan Chivu.
Peluit panjang berbunyi.
Real Madrid 2-1 Inter Milan.
Valverde Jadi Pemain Terbaik
Federico Valverde layak mendapatkan sorotan besar.
Selain mencetak gol kedua, gelandang Uruguay tersebut menjadi mesin pressing Madrid. Ia aktif menekan pemain Inter, membantu pertahanan dan tetap memberikan energi ketika tim melakukan transisi menyerang.
Tidak heran jika Valverde akhirnya dinobatkan sebagai Player of the Match.
Mbappé juga menunjukkan kualitasnya dengan penyelesaian klinis pada gol pembuka. Brahim Díaz berperan penting melalui assist, sementara Jude Bellingham dan Vinícius Júnior beberapa kali mengancam lewat situasi transisi.
Namun, Madrid memang masih menyisakan sejumlah peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan.
Di kubu Inter, Lautaro menjadi salah satu pemain paling aktif. Ia mencatat assist untuk gol Carlos Augusto dan terus mencoba menciptakan ancaman.
Carlos Augusto juga tampil positif dengan gol yang menjaga harapan Inter.
Sayangnya, dua kesalahan fatal di awal pertandingan menjadi harga yang terlalu mahal.
Mourinho Menang dengan Cara Klasik
Kemenangan ini terasa seperti pertandingan yang sangat identik dengan Mourinho.
Madrid tidak membutuhkan penguasaan bola besar. Mereka memilih bertahan dalam struktur yang kompak, menunggu momen pressing, kemudian menyerang cepat ketika bola berhasil direbut.
Dua gol pertama bahkan lahir dari tekanan langsung terhadap build-up Inter.
Setelah unggul 2-0, Madrid semakin pragmatis. Mereka memberikan ruang kepada Inter untuk menguasai bola, tetapi berusaha menutup area berbahaya di depan kotak penalti.
Strategi tersebut sempat berantakan ketika Carlos Augusto memperkecil skor.
Namun, Courtois dan lini pertahanan Madrid berhasil menjaga keunggulan.
Di sisi lain, Chivu sebenarnya berhasil membuat Inter tampil dominan secara teritorial. Tim Italia tersebut mampu mengontrol bola, menciptakan banyak serangan dan bahkan membentur tiang.
Tetapi Champions League sering kali ditentukan oleh detail kecil.
Dan Madrid memanfaatkan detail tersebut dengan sempurna.
Real Madrid Kantongi Tiga Poin
Kemenangan 2-1 atas Inter Milan membuat Real Madrid mengawali league phase Champions League 2026/27 dengan tiga poin.
Inter harus menerima kekalahan meski menguasai pertandingan secara statistik.
Hasil ini sekaligus menjadi awal positif bagi Mourinho dalam kembalinya ke panggung Champions League bersama Madrid.
Ada tekanan besar setelah Madrid sebelumnya kalah dari Real Betis di La Liga. Namun, Los Blancos mampu menunjukkan karakter berbeda di Eropa.
Efisien, sabar dan klinis.
Sementara itu, Inter bisa mengambil banyak hal positif dari pertandingan ini. Penguasaan bola dan jumlah peluang menunjukkan bahwa mereka mampu menekan Madrid.
Masalahnya cuma satu: kesalahan di level tertinggi tidak boleh dilakukan berulang kali.
Dua blunder di babak pertama membuat Inter harus mengejar pertandingan sejak awal.
Pada akhirnya, Madrid tidak tampil sempurna. Tetapi mereka tahu bagaimana memenangkan pertandingan.
Dan itulah yang membuat kemenangan ini terasa sangat “Mourinho”.
Di Bernabéu, Inter menguasai bola.
Madrid menguasai momen-momen yang menentukan.
Skor akhir Real Madrid vs Inter Milan 2-1. Full time. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









