Trend in Sports

Haaland Brace di Laga Manchester City vs Porto Liga Champions

Intrend.id – Manchester City menang 2-0 atas FC Porto pada Matchday 1 UEFA Champions League (Liga Champions) 2026/2027. Bermain di Estádio do Dragão, Porto, Selasa, 8 September 2026 waktu setempat atau Rabu dini hari, 9 September 2026, The Citizens tampil dominan dan pulang membawa tiga poin.

Erling Haaland menjadi bintang utama dalam laga Manchester City vs FC Porto di Liga Champions kali ini. Pemain Norwegia ini mencetak dua gol alias brace.

Kemenangan ini menjadi awal positif bagi Manchester City asuhan Enzo Maresca di league phase Champions League. City mengontrol permainan sejak awal dan mampu menjaga clean sheet meski harus menghadapi tekanan Porto serta kondisi hujan yang cukup menyulitkan.

Babak Pertama Tanpa Gol

City langsung mengambil kendali permainan.

Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki pemain Manchester City. Mereka mencoba membangun serangan melalui lini tengah dan memanfaatkan pergerakan Haaland di depan.

Namun, Porto tidak tinggal diam.

Tim asuhan Francesco Farioli bermain cukup rapat. Mereka berusaha menutup ruang di sekitar kotak penalti dan sesekali melakukan pressing ketika City membangun serangan dari belakang.

Diogo Costa menjadi salah satu pemain penting Porto.

Kiper Portugal tersebut beberapa kali menggagalkan peluang City, termasuk kesempatan yang mengarah kepada Haaland.

Hingga turun minum, skor masih 0-0.

Pertandingan bahkan sempat diwarnai ketegangan di lorong menuju ruang ganti saat jeda. Atmosfer panas tersebut membuat duel semakin menarik.

Haaland Pecah Kebuntuan

City akhirnya menemukan gol yang mereka cari tidak lama setelah babak kedua dimulai.

Pada menit ke-47, Erling Haaland membuka keunggulan.

Enzo Fernández mengirimkan bola lambung ke dalam kotak penalti. Haaland kemudian melompat dan menyambutnya dengan sundulan keras.

Bola sempat mengenai bagian dalam tiang sebelum akhirnya masuk ke gawang.

Porto 0-1 Manchester City.

Gol tersebut membuat City semakin nyaman.

Porto dipaksa keluar dari blok pertahanan mereka. Kondisi tersebut justru memberikan ruang lebih besar kepada para pemain City untuk melakukan transisi.

Haaland tetap menjadi ancaman utama.

Striker Norwegia tersebut terus bergerak mencari celah di antara bek Porto. Phil Foden, Rayan Cherki dan Antoine Semenyo juga ikut memberikan tekanan dari berbagai sisi.

Di sisi lain, Diogo Costa masih berusaha menjaga Porto tetap hidup.

Haaland Kembali Menghukum Porto

Porto mencoba mengejar pada menit-menit akhir.

Namun, usaha tersebut justru membuat pertahanan mereka semakin terbuka.

Manchester City memanfaatkan situasi tersebut pada masa injury time.

Menit ke-90+1, Haaland kembali mencetak gol.

Rayan Aït-Nouri berhasil mencapai garis akhir sebelum mengirimkan umpan tarik ke depan gawang.

Haaland sudah berada di posisi yang tepat.

Tanpa perlu mengontrol bola terlalu lama, ia langsung melakukan penyelesaian first-time yang melewati Diogo Costa.

Porto 0-2 Manchester City.

Brace Haaland mengunci kemenangan The Citizens.

Peluit panjang kemudian berbunyi beberapa menit berselang.

City pulang dari Portugal dengan tiga poin dan clean sheet.

Haaland Jadi Pembeda

Performa Haaland benar-benar menjadi pembeda.

Dua peluang berkualitas berhasil dikonversinya menjadi gol. Ia juga terus memberikan ancaman lewat duel udara dan kekuatan fisik.

Beberapa penilaian bahkan memberikan rating sangat tinggi kepada Haaland, sekitar 9,5.

Sementara itu, Diogo Costa juga patut mendapatkan apresiasi meski dua kali kebobolan. Ia melakukan banyak penyelamatan penting dan menjadi alasan Porto tidak kalah dengan skor lebih besar.

Enzo Fernández juga tampil penting.

Selain memberikan assist untuk gol pertama, gelandang tersebut aktif membantu City membangun serangan dan menciptakan peluang.

Rayan Aït-Nouri juga memberikan kontribusi penting dari bangku cadangan setelah assist-nya menghasilkan gol kedua Haaland.

Di lini belakang, Rúben Dias, Marc Guéhi dan rekan-rekannya mampu menjaga pertahanan tetap solid. Gianluigi Donnarumma akhirnya mencatat clean sheet.

City Dominan Secara Statistik

Manchester City menunjukkan dominasi yang cukup jelas.

City menguasai sekitar 64 persen penguasaan bola, sedangkan Porto hanya 36 persen.

Dalam urusan tembakan, City juga unggul jauh. The Citizens mencatat sekitar 20 tembakan, termasuk sekitar 10 yang mengarah ke gawang.

Porto hanya menghasilkan sekitar lima tembakan dan dalam sejumlah catatan bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.

City juga unggul dalam expected goals atau xG. Beberapa data mencatat xG Manchester City berada di kisaran 2,3 hingga 2,6, sementara Porto hanya sekitar 0,2–0,3.

City juga lebih sering menyentuh bola di kotak penalti lawan dan mendapatkan lebih banyak sepak pojok.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa kemenangan City bukan sekadar keberuntungan.

Mereka memang lebih mengontrol pertandingan.

Maresca Tunjukkan Sepak Bola Efektif

Enzo Maresca menerapkan pendekatan yang terstruktur.

City berusaha menguasai bola, mengontrol tempo dan memindahkan permainan melalui lini tengah. Ketika menemukan ruang, mereka langsung mengirim bola ke area berbahaya untuk dimanfaatkan Haaland.

Strategi tersebut bekerja dengan baik.

City tidak terburu-buru meski babak pertama berakhir tanpa gol. Mereka terus memainkan pola yang sama sampai akhirnya mendapatkan celah.

Setelah unggul, Maresca melakukan pergantian pemain untuk menjaga intensitas.

Masuknya Aït-Nouri bahkan langsung memberikan dampak melalui assist untuk gol kedua.

Porto sendiri tampil cukup disiplin pada babak pertama. Farioli menggunakan struktur yang kompak untuk membuat City kesulitan menciptakan peluang bersih.

Namun, masalah Porto ada di lini depan.

Mereka terlalu minim ancaman untuk benar-benar membuat Donnarumma bekerja keras.

Ketika tertinggal, Porto memang meningkatkan tekanan. Tetapi pertahanan City mampu mengatasi situasi tersebut.

Man City Awali Champions League dengan Tiga Poin

Kemenangan 2-0 atas Porto membuat Manchester City mengawali perjalanan di Champions League 2026/2027 dengan sempurna.

Tiga poin, dua gol Haaland dan clean sheet menjadi modal ideal untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

Bagi Haaland, brace ini kembali menunjukkan betapa berbahayanya dirinya di kompetisi Eropa.

Bagi Maresca, kemenangan di Estádio do Dragão menjadi bukti bahwa City mampu bermain sabar sekaligus efektif dalam pertandingan tandang yang sulit.

Porto sebenarnya mampu bertahan cukup baik selama 45 menit pertama. Namun, begitu Haaland mendapatkan ruang, semuanya berubah.

Satu sundulan.

Satu penyelesaian first-time.

Dua gol.

FC Porto 0-2 Manchester City.

Haaland kembali menjadi mimpi buruk lawan dan membawa Manchester City pulang dari pertandingan Liga Champions di Portugal dengan tiga poin penting di awal league phase Champions League. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status