Veda Ega Crash di Sirkuit Assen Moto3 Belanda 2026, DNF Namun Sempat Tembus Posisi Kedua

Intrend.id – Balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen menghadirkan drama luar biasa bagi Veda Ega Pratama. Balapan berlangsung sengit sejak lampu start padam hingga bendera finis dikibarkan.
Namun ikhtiar Veda Ega di Sirkuit Assen Moto3 Belanda 2026, Minggu 28 Juni 2026 waktu Indonesia, belum membuahkan hasil menggembirakan para pendukungnya.
Pembalap muda Spanyol, Max Quiles, sukses keluar sebagai pemenang setelah tampil tenang dalam pertarungan ketat di kelompok depan. Sementara itu, harapan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah mengalami kecelakaan (crash) saat sedang berjuang memperebutkan posisi depan.
Meski gagal finis, penampilan Veda tetap memberikan banyak sinyal positif untuk masa depannya di Moto3.
Max Quiles Jawara di Assen
Balapan berlangsung dalam kondisi yang sangat kompetitif. Posisi pimpinan silih berganti hampir di setiap lap.
Memasuki lap-lap terakhir, Max Quiles berhasil melepaskan diri bersama kompatriotnya, David Almansa. Keduanya membuka jarak dari rombongan pemburu hingga akhirnya Quiles menyentuh garis finis pertama.
David Almansa finis di posisi kedua dengan selisih hanya 0,513 detik.
Sementara podium ketiga menjadi milik pembalap Argentina Marco Morelli.
Hasil Top 10 Moto3 Belanda 2026
1. Max Quiles (ESP) – KTM
2. David Almansa (ESP) +0.513s – KTM
3. Marco Morelli (ARG) +2.433s – KTM
4. Valentin Perrone (ARG) +2.551s – KTM
5. Jesus Rios (ESP) +2.921s – Honda
6. Brian Uriarte (ESP) +4.438s – KTM
7. Hakim Danish (MAS) +4.475s – KTM
8. Joel Kelso (AUS) +5.895s – Honda (with time penalty)
9. Adrian Fernandez (ESP) +7.240s – Honda (with time penalty)
10. Casey O’Gorman (IRE) +8.010s – Honda
Sejumlah pembalap juga menerima penalti waktu akibat melanggar batas lintasan. Balapan semakin kacau karena beberapa insiden yang membuat banyak rider gagal finis.
Veda Ega Pratama Bangkit Setelah Kecelakaan Latihan
Akhir pekan di Assen sebenarnya dimulai dengan situasi sulit bagi Veda Ega Pratama.
Pada sesi latihan Jumat, pembalap Honda Team Asia itu mengalami kecelakaan sehingga hanya mampu menempati posisi ke-23.
Hasil tersebut memaksanya memulai perjuangan dari sesi Q1.
Namun mental Veda benar-benar diuji.
Alih-alih menyerah, pembalap berusia 17 tahun itu justru tampil luar biasa.
Di Q1, Veda mencatat waktu 1 menit 41,090 detik dan finis ketiga sehingga berhak lolos ke Q2.
Momentum positif berlanjut di Q2.
Pada percobaan pertama, Veda langsung membukukan waktu 1 menit 40,690 detik.
Catatan itu cukup untuk mengamankan posisi start ketujuh.
Jaraknya dengan peraih pole position Max Quiles hanya sekitar 0,560 detik.
Di kelas Moto3 yang terkenal sangat rapat, selisih tersebut tergolong ringkas.
Posisi start dari baris ketiga menjadi pencapaian terbaik Veda musim ini.
Sempat Naik ke Posisi Kedua
Harapan besar muncul saat balapan dimulai.
Veda langsung tampil agresif sejak lap pertama.
Kecepatan motor Honda Team Asia terlihat sangat kompetitif.
Bahkan pada lap keempat hingga kelima, Veda berhasil naik hingga posisi kedua.
Ia mampu bersaing langsung dengan rombongan terdepan yang memperebutkan kemenangan.
Penampilan itu membuktikan bahwa hasil kualifikasi bukan kebetulan.
Veda benar-benar memiliki kecepatan untuk bersaing memperebutkan podium.
Sayangnya, balapan Moto3 memang terkenal penuh kontak antarpembalap.
Veda sempat bersinggungan dengan Adrian Fernandez.
Insiden tersebut membuat posisinya melorot ke sekitar urutan sembilan hingga sepuluh.
Kecelakaan Mengakhiri Harapan
Setelah kehilangan beberapa posisi, Veda mencoba melakukan comeback.
Namun nasib berkata lain.
Sekitar lap ketujuh hingga kedelapan, Veda mengalami kecelakaan di area tikungan cepat Assen.
Motor mengalami kerusakan sehingga ia tidak bisa melanjutkan balapan.
Pembalap asal Indonesia itu akhirnya masuk pit dan dinyatakan gagal finis atau did not finish (DNF).
Hasil ini tentu mengecewakan mengingat peluang meraih poin besar bahkan podium sebenarnya terbuka lebar.
Kecepatan Veda Tetap Jadi Modal Besar
Meski pulang tanpa poin, performa Veda tetap layak mendapat apresiasi.
Ada beberapa catatan positif yang bisa dibawa dari Assen.
Pertama, mentalnya sangat kuat setelah bangkit dari kecelakaan latihan.
Kedua, kecepatannya terbukti mampu bersaing dengan para pembalap terbaik Moto3 musim ini.
Ketiga, ia berhasil menunjukkan perkembangan besar dibanding awal musim.
Sebelumnya Veda juga tampil impresif saat finis kelima di Brno.
Artinya, performa kompetitif bukan lagi kejutan sesaat.
Yang kini masih perlu ditingkatkan adalah konsistensi hingga garis finis.
Klasemen Masih Terjaga
Sebelum balapan Assen, Veda berada di sekitar posisi enam klasemen sementara dengan koleksi sekitar 82 poin.
DNF di Belanda memang menjadi kehilangan poin yang cukup besar.
Namun musim masih panjang.
Masih banyak seri tersisa untuk mengejar ketertinggalan.
Jika mampu menjaga kecepatan seperti yang ditunjukkan di Assen, peluang meraih podium bahkan kemenangan perdana tetap terbuka.
Peluang Cerah untuk Balapan Berikutnya
Moto3 dikenal sebagai kelas yang sangat ketat.
Perbedaan waktu antarpembalap sering kali hanya beberapa persepuluh detik.
Karena itu, kemampuan Veda menembus posisi kedua di tengah persaingan sengit menjadi bukti bahwa ia sudah berada di level yang tepat.
Assen memang berakhir dengan kekecewaan.
Namun balapan ini juga memperlihatkan potensi besar pembalap muda Indonesia tersebut.
Kecepatan, keberanian bertarung, dan mental pantang menyerah menjadi modal penting menghadapi seri-seri berikutnya.
Usai Veda Ega balapan di Moto3 Belanda 2026, kini para penggemar balap Indonesia berharap rookie muda itu bisa segera bangkit dan mengubah potensi besar itu menjadi podium pada balapan Moto3 selanjutnya. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









