Intrend.id – Operasi pencarian korban Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terus berlangsung Memasuki hari keempat, Tim SAR Gabungan bahkan memperluas area pencarian hingga 408 nautical mile persegi (nm²).
Perluasan wilayah pencarian korban tenggelam KM Nurul Salsa ini dilakukan setelah tim mengevaluasi arah arus laut, kondisi angin, serta kemungkinan korban terbawa arus dari lokasi awal kapal tenggelam.
Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu, 18 Juli 2026, sebanyak 52 orang berhasil diselamatkan, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara 23 orang masih dalam pencarian.
Pencarian KM Nurul Salsa Dibagi Menjadi Dua Sektor
Basarnas Makassar bersama berbagai unsur terkait terus menyisir wilayah perairan Selayar.
Pencarian dibagi menjadi dua sektor utama. Search and Rescue Unit (SRU) 1 menyisir wilayah sekitar Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang dengan luas area sekitar 140 nm² menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana.
Sementara itu, SRU 2 menggunakan KN SAR Kamajaya 104 untuk menyisir wilayah dari Pulau Mataalang hingga Selat Makassar dengan luas sekitar 308 nm².
Dalam operasi ini, sejumlah unsur ikut terlibat, mulai dari Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, Pos SAR Selayar, kapal nelayan, hingga unsur terkait lainnya.
Tim juga menemukan sejumlah perlengkapan keselamatan, termasuk life jacket, yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan perluasan area pencarian.
Kronologi KM Nurul Salsa Mengalami Mati Mesin hingga Tenggelam
KM Nurul Salsa diketahui berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 05.00 WITA.
Di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin di perairan sebelah barat Pulau Polassi. Lokasi tersebut berjarak sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.
Situasi semakin sulit karena kondisi gelombang laut dilaporkan mencapai sekitar 2,5 meter. Kapal akhirnya tenggelam dan membuat para penumpang serta awak kapal harus dievakuasi.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan unsur SAR setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut.
“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin hingga tenggelam di perairan Selayar, kami langsung menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar Arif dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu.
Puluhan Penumpang Berhasil Diselamatkan
Upaya penyelamatan langsung dilakukan oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.
Pada Kamis, 16 Juli 2026 sekitar pukul 04.00 WITA, KM Harapan Kita yang sedang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan mengevakuasi 41 orang, termasuk awak kapal.
Sementara itu, enam orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi dan kemudian dievakuasi ke Pulau Polassi.
Dalam perkembangan berikutnya, jumlah korban yang berhasil ditemukan selamat terus bertambah. Namun, puluhan orang masih belum ditemukan sehingga operasi SAR terus diperpanjang.
Gubernur Sulsel Ikut Pantau Pencarian Korban
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan Basarnas Makassar dalam pencarian korban KM Nurul Salsa.
Menurutnya, dukungan telah dikerahkan untuk membantu mempercepat proses pencarian.
“Kami berkoordinasi dan telah kerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doanya agar penumpang dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Andi Sudirman, Jumat, 17 Juli 2026, melalui laman resmi Pemprov Sulsel.
Basarnas juga terus melaporkan perkembangan operasi kepada pemerintah daerah.
Muhammad Arif Anwar menegaskan bahwa seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan para personel SAR.
Pesawat TNI AU hingga Kapal Perang Dikerahkan
Operasi pencarian korban KM Nurul Salsa dilakukan melalui jalur laut dan udara.
Sejumlah unsur yang dikerahkan di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, KN SAR Kamajaya 104, KRI Marlin, KM Harapan Kita GT 104, serta pesawat Boeing B737-200 milik TNI AU.
Dengan perluasan area pencarian hingga 408 nm², tim berharap peluang menemukan korban yang masih hilang semakin besar.
Hingga saat ini, operasi masih berlangsung berdasarkan Search and Rescue Action Plan (SARMAP). Fokus utama tim adalah menemukan seluruh korban yang masih dalam pencarian.
Basarnas meminta dukungan dan doa masyarakat agar para korban KM Nurul Salsa yang tenggelam dan belum ditemukan bisa segera dievakuasi dalam kondisi selamat. (*)





