Trend in SiberTrend in Sports

Kontroversi Folarin Balogun Lolos dari Skorsing, FIFA Tunda Hukuman di Piala Dunia 2026

Intrend.id – Nama Folarin Balogun menjadi kontroversi dnan paling banyak dibicarakan di Piala Dunia 2026 akhir-akhir ini. Bukan hanya karena ketajamannya di depan gawang, tetapi juga akibat keputusan kontroversial FIFA yang membuat striker Amerika Serikat itu tetap bisa bermain di babak 16 besar.

Folarin Balogun tampil sebagai ujung tombak utama Amerika Serikat sepanjang turnamen namun menuai kontroversi saat babak 32 besar. Penyerang berusia 25 tahun itu menjadi andalan pelatih Mauricio Pochettino berkat kecepatan, kekuatan fisik, dan naluri mencetak gol yang tajam.

Lahir di Brooklyn, New York, pada 3 Juli 2001 dari orang tua berdarah Nigeria, Balogun menghabiskan masa kecilnya di London, Inggris. Ia berkembang di akademi Arsenal sejak usia muda dan sempat membela tim nasional Inggris di berbagai kelompok umur sebelum memilih memperkuat tim senior Amerika Serikat pada 2023.

Kariernya melejit saat dipinjamkan Arsenal ke Stade de Reims. Di klub Prancis itu, Balogun mencetak 22 gol dalam satu musim Ligue 1, sebuah rekor bagi pemain Amerika Serikat di lima liga top Eropa.

Performa impresif tersebut membuat AS Monaco merekrutnya pada Agustus 2023 dengan nilai transfer sekitar 40 juta euro. Bersama Monaco, Balogun terus berkembang hingga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Klub musim 2025/2026.

Di Piala Dunia 2026, kontribusinya juga sangat besar.

Balogun mencetak beberapa gol penting, termasuk dua gol saat Amerika Serikat mengalahkan Paraguay pada laga pembuka fase grup. Ketajamannya menjadikan dirinya sebagai top skor sementara tim berjuluk USMNT.

Namun perjalanan Balogun sempat terancam berhenti.

Pada pertandingan babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina, ia mendapat kartu merah langsung akibat tekel terhadap lawan pada menit ke-64. Keputusan tersebut lahir setelah wasit melakukan peninjauan melalui VAR.

Hukuman otomatis satu pertandingan membuat Balogun semula dipastikan absen pada duel babak 16 besar menghadapi Belgia yang dijadwalkan Selasa, 7 Juli 2026.

Keputusan itu memicu perdebatan. Banyak pihak menilai pelanggaran Balogun lebih pantas diganjar kartu kuning. Balogun sendiri mengaku menerima keputusan wasit, meski berpendapat hukuman kartu kuning sudah cukup.

Situasi berubah setelah Komite Disiplin FIFA melakukan peninjauan ulang.

Melalui pembaruan disiplin yang diumumkan pada 5 Juli 2026, FIFA menyatakan pelaksanaan hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap Balogun ditangguhkan dalam masa percobaan selama satu tahun berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.

Artinya, kartu merah Balogun tetap tercatat, tetapi sanksi larangan bertanding tidak diberlakukan sehingga ia tetap memenuhi syarat tampil menghadapi Belgia.

Pernyataan resmi FIFA mengenai Folarin Balogun yang dirilis pada 5 Juli 2026 melalui situs web dan pembaruan informasi disipliner mereka berbunyi sebagai berikut: “Berdasarkan ketentuan Pasal 27 FDC, pelaksanaan skorsing pertandingan otomatis bagi pemain AS, Folarin Balogun, ditangguhkan selama masa percobaan satu [1] tahun.”

Keputusan ini memungkinkan Balogun untuk tampil dalam pertandingan babak 16 besar USMNT melawan Belgia. Komite Disiplin FIFA merujuk pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memberikan wewenang kepada mereka untuk menangguhkan sanksi dalam kondisi tertentu (biasanya untuk masa percobaan selama 1–4 tahun).

Kode tersebut secara lengkap menjelaskan: “Badan peradilan dapat memutuskan untuk menangguhkan pelaksanaan tindakan disipliner baik secara penuh maupun sebagian. Dengan menangguhkan pelaksanaan sanksi tersebut, badan peradilan menetapkan masa percobaan selama satu hingga empat tahun bagi pihak yang dijatuhi sanksi.”

Keputusan tersebut langsung memicu kontroversi.

Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyebut hasil peninjauan itu sebagai keputusan yang adil. Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Belgia menyatakan terkejut dan mempertanyakan konsistensi penerapan aturan.

Perdebatan semakin ramai setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan terhadap kasus tersebut. Trump bahkan mengunggah pernyataan di media sosial yang berisi ucapan terima kasih kepada FIFA setelah keputusan diumumkan.

Trump mengunggah pesan di platform Truth Social miliknya: “Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan ketidakadilan yang besar!” — Presiden DONALD J. TRUMP.

Meski demikian, FIFA menegaskan keputusan diambil melalui mekanisme Komite Disiplin berdasarkan ketentuan dalam Pasal 27 Kode Disiplin FIFA yang memungkinkan pelaksanaan suatu sanksi ditangguhkan dalam masa percobaan.

Kini Folarin Balogun yang masih menjadi kontroversi akan kembali menjadi andalan Amerika Serikat dalam laga hidup-mati melawan Belgia. Kehadirannya memberi tambahan kekuatan bagi USMNT yang berharap melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, meski keputusan FIFA tersebut masih terus menjadi bahan perdebatan di dunia sepak bola. (*)

Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status