Hiburan

Lagu Icing AESPA Viral Padahal Baru Terdaftar di ASCAP 2026

Intrend.id – Nama AESPA mendadak trending gara-gara “Icing”, satu judul manis tapi misterius. Lagu ini belum rilis, belum ada teaser, belum ada MV, tapi hype-nya udah kayak konser sold out tiga hari berturut-turut. Ini bikin jagat K-Pop rame, timeline X panas, grup chat MY auto full notifikasi.

“Icing” AESPA diketahui muncul di database hak cipta musik internasional seperti ASCAP (American Society of Composers, Authors and Publishers) dan BMI (Broadcast Music, Inc.). Begitu screenshot registrasi beredar, fandom MY langsung pasang mode investigasi. Dari yang awalnya cuma bisik-bisik, jadi trending topik global dalam hitungan jam.

Yang bikin makin seru, daftar kredit penulis lagu juga ikut kebuka. Ada nama McMahon—yang dikenal lewat karya untuk Bebe Rexha di lagu “I Got You” dan band Walk the Moon lewat “Shut Up and Dance”—plus Scola Tia Marie. Kombinasi ini bikin fans makin yakin kalau “Icing” bukan track kaleng-kaleng. Ini vibe global, rasa internasional, tapi tetap bisa dibikin savage ala aespa.

Momentum kemunculan “Icing” juga nggak random. Pertengahan Februari 2026, SM Entertainment sudah mengonfirmasi bahwa aespa bakal merilis full album kedua mereka di Q2 2026. Setelah era 2024 lewat “Armageddon” dan “Whiplash” yang sukses meledak, kini fans berspekulasi album baru—yang sementara dijuluki “AE2”—akan jadi level berikutnya dari universe KWANGYA.

Bukan cuma “Icing”, beberapa judul lain seperti “Beautiful Dreamer” dan “Beep Beep” juga terdeteksi dalam kredit yang belum dirilis. Netizen langsung main tebak-tebakan tracklist. Ada yang bilang “Icing” cocok jadi title track karena catchy dan metaforis. Ada juga yang yakin ini cuma B-side tapi bakal jadi sleeper hit. Reaksi fans campur aduk: hype, lega, sampai bercanda, “On the cake banget sih ini!”

Secara makna, arti “icing” dalam bahasa Inggris berarti lapisan gula di atas kue—topping manis yang jadi finishing touch. Dalam konteks aespa, ini bisa jadi metafora kesuksesan, sweet revenge, atau “icing on the cake” setelah perjalanan panjang mereka dari “Black Mamba” sampai “Supernova”. Konsep manis tapi galak? Sweet but savage? Itu banget aespa.

Kalau melihat pola comeback mereka sebelumnya, registrasi hak cipta biasanya jadi alarm awal. Setelah itu teaser concept photo, lalu highlight medley, dan boom—MV sinematik penuh CGI dan lore. Dengan konsep metaverse dan avatar æ yang jadi identitas kuat, kemungkinan besar “Icing” juga bakal tetap nyambung ke narasi KWANGYA yang belum selesai.

Saat ini belum ada pengumuman resmi soal tanggal rilis, apakah “Icing” bakal jadi title track, pre-release single, atau sekadar B-side powerful. Yang jelas, antusiasme publik udah keburu naik. Nama Karina, Giselle, Winter, dan Ningning kembali jadi perbincangan hangat. Visual, vokal, rap, sampai stage presence mereka selalu jadi paket lengkap yang sulit ditandingi.

Di tengah jadwal tur dunia dan ekspansi global, perilisan album penuh kedua ini terasa seperti langkah strategis. Setelah membuktikan konsistensi lewat mini album dan hit besar, full album 2026 bisa jadi puncak fase baru karier aespa. “Icing” pun dipandang sebagai simbol—lapisan terakhir sebelum ledakan yang lebih besar.

Fenomena ini juga menunjukkan betapa kuatnya ekosistem fandom digital. Tanpa teaser resmi pun, hanya lewat database seperti ASCAP dan BMI, hype bisa tercipta organik. Chart account dan fansite ikut menyebarkan informasi, membuat komunitas K-Pop Indonesia hingga internasional ramai membahas teori konsep.

Sampai Februari 2026 ini, belum ada lirik resmi, belum ada audio snippet, dan belum ada konfirmasi detail dari SM Entertainment. Semua yang beredar masih sebatas spekulasi dan ekspektasi. Tapi justru di situlah letak serunya. Rasa penasaran dibangun pelan-pelan, hype dipelihara perlahan, lalu comeback datang dengan gebrakan tak terduga.

Kalau benar “Icing” masuk dalam full album kedua aespa di Q2 2026, maka musim panas tahun ini bakal terasa lebih panas dari biasanya. MY sudah siap streaming, voting, dan trending. Tinggal tunggu hitungan mundur dimulai.

Icing AESPA menunjukkan satu hal yang pasti: manisnya belum terasa, tapi gula-gulanya sudah tercium. Dan kalau aespa memang sedang menyiapkan “Icing” sebagai topping karier mereka berikutnya, maka dunia K-Pop siap menyambut dengan satu kata—legendary. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status