Langkah Dian Sastro di Dunia Film Lintas Negara Lewat Esok Tanpa Ibu

Intrend.id – Dian Sastrowardoyo atau Dian Sastro kembali mencuri perhatian, bukan hanya sebagai aktris, tetapi juga sebagai produser yang aktif mendorong kolaborasi lintas negara. Lewat film “Esok Tanpa Ibu”, Dian terlibat dalam proyek kolaborasi internasional antara sineas Indonesia dan Malaysia yang dinilai menjadi tonggak penting bagi perkembangan perfilman Tanah Air.
Film terbaru Dian Sastro ini disutradarai sineas asal Malaysia Ho Wi Ding. Tokoh lainnya diperankan sepenuhnya oleh jajaran aktor Indonesia, di antaranya Ringgo Agus Rahman, dan Ali Fikry. “Esok Tanpa Ibu” merupakan produksi Base Entertainment yang digarap bersama Beacon Films dan Refinery Media asal Singapura, serta mendapat dukungan dari Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA).
Sebagai produser sekaligus pemeran, Dian mengaku antusias bisa bekerja sama dengan Ho Wi Ding. Menurutnya, proses kreatif lintas negara tersebut berjalan lancar dan menyenangkan, meski melibatkan perbedaan bahasa dan latar budaya.
“Walaupun beda bahasa, proses syutingnya lancar sekali. The best,” ujar Dian dalam konferensi pers film Esok Tanpa Ibu di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin 19 Januari 2026.
Dian menilai kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sineas Indonesia telah siap bekerja di level internasional. Ia melihat kesamaan cara kerja dan standar profesional antara kru lokal dan luar negeri sebagai pencapaian tersendiri.
“Menurut aku ini menarik banget. Artinya skill dan cara kerja kita sudah nyambung dengan filmmaker luar negeri,” katanya.
Lebih jauh, Dian menegaskan bahwa kerja sama lintas negara penting untuk memperkaya perspektif kreatif dan membuka ruang pertukaran ide. Ia berharap model kolaborasi seperti ini bisa semakin sering dilakukan demi kemajuan industri film nasional. Dirinya juga sempat bercerita tentang behind scen yang jatuh dari kuda saat proses syuting Film ‘Esok Tanpa Ibu’.
Sutradara Ho Wi Ding juga menyampaikan kesan positif selama bekerja dengan para aktor Indonesia. Ia mengaku terkesan dengan profesionalisme Dian, Ringgo Agus Rahman, dan Ali Fikry selama proses produksi.
“Saya merasa beruntung bisa bekerja bersama kalian. Ini kombinasi yang sempurna untuk pertama kalinya,” ujar Ho Wi Ding. Ia pun berharap bisa kembali terlibat dalam proyek film di Indonesia pada masa mendatang.
Dari sisi cerita, Esok Tanpa Ibu menawarkan narasi emosional yang relevan dengan kehidupan keluarga modern. Film ini mengisahkan seorang remaja 16 tahun yang berubah drastis setelah ibunya koma. Untuk mengatasi kesedihan, ia menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) ciptaan temannya yang mampu meniru suara, wajah, dan kepribadian sang ibu.
Penulis naskah Esok Tanpa Ibu, Gina S. Noer, menyebut film ini membahas relasi kompleks antara ibu, teknologi, dan lingkungan. Menurutnya, terdapat benang merah antara ibu sebagai manusia, ibu pertiwi, dan ibu bumi.
“Ketika kita bicara soal ibu, AI, dan lingkungan, semuanya saling terhubung. Semakin kita menghargai ibu bumi, kita akan semakin menghargai perempuan,” kata Gina.
Para penggemar Dian Sastro dan pemain lainnya, tunggu penayangan Film Esok Tanpa Ibu di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026. Film ini membawa pesan hangat tentang kehilangan, harapan, dan kemanusiaan di tengah pesatnya teknologi. (*)









