Intrend.id – Kabupaten Karawang resmi jadi tuan rumah Kirab Budaya “Milangkala Tatar Sunda” pada Sabtu 9 Mei 2026. Agenda itu akan memeriahkan suasana Karawang malam ini, Sabtu 9 Mei 2026. Acara budaya besar ini menjadi bagian dari rangkaian napak tilas sejarah Pajajaran yang digelar keliling Jawa Barat sejak awal Mei lalu.
Milangkala Tatar Sunda 2026 dalam Kirab Budaya Karawang mengusung tema “Subang Larang, Nebar Kaheman”. Kirab budaya ini bukan sekadar pawai biasa.
Acara tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat budaya Sunda sekaligus mengenalkan sejarah karuhun kepada generasi muda di tengah era modern.
Kirab budaya dimulai pukul 19.30 WIB dengan rute utama dari Jalan Insinyur Haji Juanda, melintasi Jalan Arif Rahman Hakim, masuk ke Jalan Tuparev, lalu berakhir di Alun-Alun Karawang.
Salah satu ikon utama yang paling ditunggu warga adalah prosesi Mahkota Binokasih yang dibawa menggunakan Kereta Kijagarasa. Mahkota Binokasih sendiri dikenal sebagai simbol kebesaran kerajaan Sunda dan menjadi bagian penting dalam sejarah Pajajaran.
Acara ini juga dimeriahkan parade kesenian dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Berbagai seni tradisional khas Sunda bakal tampil sepanjang kirab, mulai dari tari tradisional, reak, surak ibra, hingga atraksi budaya lainnya.
Tak cuma itu, iring-iringan berkuda yang membawa tokoh pemerintahan Jawa Barat dan Bupati Karawang ikut menjadi daya tarik tersendiri. Penampilan grup musik Emka 9 di Alun-Alun Karawang sekitar pukul 22.00 WIB bakal menjadi penutup acara malam ini.
Karena diprediksi dipadati ribuan warga, masyarakat diimbau menghindari jalur utama kirab mulai pukul 18.00 WIB. Beberapa titik seperti Galuh Mas, Kantor Pemda, hingga Jalan Ahmad Yani diperkirakan mengalami kemacetan akibat penutupan dan pengalihan arus lalu lintas.
Selama pelaksanaan kirab budaya akan ada pengalihan arus lalulintas untuk mengantisipasi kemacetan serta menjamin keselamatan ribuan peserta kirab dan masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut.
“Warga Karawang agar menghindari jalur peserta kirab dan gunakan jalur alternatif agar perjalanan lancar dan tidak terjebak kepadatan lalulintas,” kata Kasi Humas Polres Karawang, IPDA Cep Wildan, melalui Inilah Koran, Sabtu 9 Mei 2026.
Milangkala Tatar Sunda sendiri artinya perayaan hari jadi Tatar Sunda atau Jawa Barat yang berlangsung pada 2–18 Mei 2026. Tema besarnya tahun ini adalah “Ngaraksa Warisan, Ngahudangkeun Kareueus Sunda” yang berarti menjaga warisan dan membangkitkan kebanggaan Sunda. Milang berarti menghitung dan kala berarti waktu atau wanci.
Acara ini digelar secara rutin tiap tahun oleh Pemprov Jabar yang digagas sejak Gubernur Dedi Mulyadi. Tujuannya untuk mengingat sejarah masa lalu dan terutama momen Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda dina 18 Méi 669 M, melestarikann budaya Sunda, dan membangkitkan persatuan warga Sunda.
Selain Karawang, rangkaian kirab budaya juga digelar di berbagai daerah lain seperti Sumedang, Ciamis, Tasikmalaya, Bogor, hingga Cirebon sebelum puncak acara digelar di Bandung pada 16–18 Mei 2026.
Berikut ini jadwal kirab budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026 di Jawa Barat.
– 2 Mei: Sumedang (Binokasih Mulang Salaka)
– 3 Mei: Ciamis (Kawali Mulang Ka Diri)
– 4 Mei: Tasikmalaya (Kampung Naga Mapag Bagja)
– 5 Mei: Cianjur
– 6 Mei: Bogor
– 8 Mei: Depok
– 9 Mei: Karawang
– 10 Mei: Cirebon
– 16–17 Mei: Puncak di Bandung
– 18 Mei: Hari Tatar Sunda (peringatan puncak)
Tradisi Milangkala Tatar Sunda juga erat kaitannya dengan sejarah panjang Kerajaan Sunda sejak tahun 669 Masehi. Acara ini menjadi pengingat perjalanan budaya Sunda sekaligus upaya menjaga identitas masyarakat Sunda di tengah perkembangan zaman.
Menariknya lagi, masyarakat juga kembali dikenalkan dengan Kalender Sunda atau Kala Ider Sunda yang sudah ada sejak zaman dahulu. Kalender tersebut punya sistem sendiri berdasarkan matahari, bulan, hingga kombinasi keduanya.
Antara lain Kala Surya (berdasar pada matahari mirip kalender Masehi (365/366 hari), Kala Candra (berdasar pada bulan) — 354/355 hari, dan Kala Cakra (kombinasi).
Melalui acara ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama berbagai komunitas budaya berharap generasi muda makin bangga terhadap budaya Sunda dan ikut menjaga warisan leluhur agar tetap hidup sampai masa depan.
Wilujeng Milangkala Tatar Sunda 2026. Hayu urang Sunda ngahiji ngajaga budaya karuhun. Nyuhun buhun, Nata nagara. Prung. (*)


