Mengenal Naykilla Penyanyi Hipdut yang Duet Bareng Afgan

Intrend.id – Naykilla atau bernama lengkap Nayla Rahmania adalah penyanyi dan penulis lagu Indonesia yang tengah naik daun. Lahir pada 2 Januari 2003, kini Naykilla berusia 23 tahun. Naykilla punya profil yang dikenal sebagai musisi muda dengan warna musik segar yang memadukan pop, hip hop, R&B, hingga dangdut dalam satu racikan unik yang populer disebut “hipdut”.
Asal dan Latar Belakang Keluarga
Dalam profil dan biodata Naykilla tercatat berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Ia tumbuh dalam keluarga yang sarat nuansa musik. Sang ibu berprofesi sebagai penyanyi, sementara ayahnya adalah pemain keyboard. Lingkungan inilah yang membuat kecintaannya pada musik tumbuh sejak kecil.
Ia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dan adik dari Sara Fajira, penyanyi yang dikenal luas lewat lagu “Lathi”. Dukungan keluarga, terutama sang kakak, menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan karier Naykilla di industri musik Tanah Air.
Awal Karier dan Perkembangan Musik
Perjalanan profesional Naykilla dimulai sekitar tahun 2019 melalui single debut orisinalnya berjudul *Believe*. Lagu tersebut menjadi penanda bahwa ia bukan sekadar penyanyi cover, tetapi musisi yang serius membangun karya sendiri.
Seiring waktu, ia merilis sejumlah lagu seperti Dreams (2021), Honey & Lemon, Changed, You, dan 2ND pada 2022. Dari rilisan ke rilisan berikutnya, terlihat perkembangan karakter vokal dan kedewasaan musikalnya. Lirik-liriknya banyak mengangkat tema mimpi, pencarian jati diri, hingga dinamika percintaan yang dekat dengan generasi muda.
Selain bernyanyi, Naykilla juga aktif sebagai rapper dan penulis lagu. Ia terlibat langsung dalam proses kreatif, baik dalam penulisan lirik maupun pengembangan melodi, sehingga identitas musikalnya terasa personal dan autentik.
Viral Lewat “Garam & Madu”
Nama Naykilla semakin dikenal luas setelah merilis lagu “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” pada 20 Desember 2024 bersama Tenxi dan Jemsii. Lagu ini viral di TikTok dan YouTube, bahkan kerap muncul di halaman For You Page (FYP).
“Garam & Madu” memadukan unsur hip hop dan dangdut dalam format hipdut. Liriknya menggunakan tiga bahasa—Indonesia, Inggris, dan Jawa—dengan metafora garam sebagai simbol kesedihan dan madu sebagai lambang kebahagiaan. Perpaduan ini sukses menarik perhatian Gen Z dan pendengar lintas usia.
Viralitas lagu tersebut membuat profil Naykilla banyak dicari. Ia pun dikenal sebagai salah satu pionir muda dalam mempopulerkan hipdut di industri musik Indonesia.
Kolaborasi dengan Afgan
Kolaborasi menarik datang ketika Naykilla berduet dengan Afgan membawakan lagu “Kacamata” dalam program live perform Retrospektif Duets. Versi ini dibuat dalam format lo-fi (low fidelity), yaitu gaya musik dengan kualitas suara yang sengaja dibuat lebih mentah dan santai.
Dalam versi duet tersebut, “Kacamata” terdengar lebih playful, centil, dan manis. Naykilla bahkan mendapat bagian lirik baru yang disesuaikan dengan citra uniknya.
Penggalan lirik seperti:
“Apa kau minus 20?
Apa ku perlu mendekat?
Biasanya sampai sini
Ku sudah menang telak…
Cuci muka coba lagi.
Sebelum ku putar balik.
Mumpung ku masih cantik-cantiknya”
menambah nuansa genit dan segar dalam lagu tersebut. Video duet yang diunggah ke kanal YouTube Afgan pada 18 Februari 2026 langsung ditonton puluhan ribu kali dalam waktu kurang dari sehari dan dibanjiri komentar positif.
Afgan sendiri memuji Naykilla sebagai sosok berbakat dan unik, lofi, serta mengapresiasi kontribusinya dalam membuat lagu tersebut terasa lebih fresh.
Lofi adalah singkatan dari low fidelity. Ciri khas musiknya adalah kualitas suara yang sengaja dibuat ‘rendah’. Biasanya memiliki tempo lambat, lebih menonjolkan pada suara mentah agar terdengar santai dan hangat.
“‘Kacamata’ (lofi version) bersama Naykilla yang berbakat. Dia bahkan punya bagiannya sendiri di lagu ini. Terima kasih Naykilla sudah membuat lagu ini menjadi lebih fresh dan meninggalkan bagian milikmu di dalamnya. Kamu benar-benar unik,” tulis Afgan di caption unggahannya.
Gaya Musik dan Inspirasi
Secara musikal, Naykilla mengusung kombinasi pop kontemporer Indonesia dengan pengaruh hip hop Asia Tenggara dan sentuhan dangdut. Eksplorasi ini menjadikannya salah satu wajah baru yang membawa warna berbeda di industri musik nasional.
Ia juga terinspirasi oleh musisi internasional seperti Billie Eilish dan Doja Cat, terutama dalam hal eksplorasi gaya vokal dan keberanian bereksperimen dengan genre.
Album yang melekat pada namanya adalah Centyl, yang semakin menguatkan citra playful dan ekspresif dalam karya-karyanya.
Media Sosial dan Identitas Artistik
Naykilla aktif memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan karya dan membangun koneksi dengan penggemar. Ia rutin membagikan cover lagu, proses kreatif, hingga cuplikan penampilan panggungnya.
Meski telah meraih viralitas besar, ia terus mengembangkan kemampuan menulis lagu dan memperluas eksplorasi genre. Dengan fondasi keluarga musikal, pengalaman kolaborasi, serta identitas artistik yang kuat, Naykilla menunjukkan potensi besar sebagai musisi multitalenta.
Naykilla telah membuktikan diri sebagai salah satu talenta menjanjikan di industri musik Indonesia di usia yang masih muda. Lewat hipdut yang unik, kolaborasi lintas genre, dan kreativitas tanpa batas, ia terus melangkah memperkuat eksistensinya di panggung musik nasional. (*)









