Pertandingan Persija vs Persib Bakal Digelar di Samarinda, Stadion Segiri Jadi Saksi El Clasico Indonesia
Intrend.id – Pertandingan antara Persija Jakarta vs Persib Bandung resmi pindah venue ke Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Keputusan ini langsung menjadi kabar anyar bagi pecinta sepak bola nasional, khususnya Jakmania dan Bobotoh, yang sejak lama menunggu laga klasik penuh gengsi tersebut.
Pertandingan Persija vs Persib pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri Samarinda itu sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS). Namun operator kompetisi I.League memutuskan memindahkan pertandingan ke Samarinda lewat Circular #55 tentang Penyesuaian Venue Super League 2025/2026 yang diterbitkan pada Rabu, 6 Mei 2026.
Atmosfer pertandingan ini memang beda level. Persija vs Persib bukan sekadar laga biasa, tapi rivalitas klasik yang selalu penuh tensi, drama, dan emosi. Makanya ketika venue dipindahkan jauh dari Jakarta, publik langsung heboh.
Apalagi, Stadion Segiri Samarinda bukan stadion sembarangan. Stadion legendaris itu merupakan markas Borneo FC Samarinda, klub yang saat ini lagi gacor-gacornya di papan atas klasemen Liga 1. Pesut Etam menempel ketat Persib di posisi dua klasemen sementara dengan poin sama 72 dengan Persib di posisi puncak.
Stadion Segiri Jadi Opsi Terpilih
Awalnya banyak yang mengira duel Persija vs Persib tetap bakal dimainkan di Pulau Jawa. Tapi ternyata situasinya tidak semudah itu.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa kondisi keamanan di Jakarta sepanjang Mei menjadi alasan utama memindahkan tempat pertandingan.
Menurut Ferry, bulan Mei dipenuhi berbagai agenda massa di Ibu Kota Jakarta, termasuk peringatan Hari Buruh atau May Day yang membuat aparat keamanan tidak memberikan izin pertandingan digelar di Jakarta.
Padahal pertandingan baru dimainkan pada Minggu, 10 Mei 2026. Jeda waktunya memang cukup jauh dari 1 Mei, tapi pihak liga tetap memilih langkah aman.
“Seperti diketahui bahwa bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan dari aspek sepak bola itu sendiri,” ujar Ferry Paulus di Mabes Polri, Rabu 6 Mei 2026.
Ia juga menyebut pihak liga sebenarnya sudah berusaha mencari venue alternatif lain di Pulau Jawa hingga Bali. Namun jadwal kompetisi yang padat bikin opsi itu mentok.
Klub-klub seperti Persis Solo, PSIM Yogyakarta, hingga Arema FC sama-sama menjalani laga kandang pada pekan yang berdekatan. Sementara Bali United juga dijadwalkan bermain kandang lawan Borneo FC sehari setelah laga Persija vs Persib.
Karena regulasi liga melarang penggunaan stadion dalam waktu terlalu berdekatan, opsi Bali otomatis gugur.
“Semula kita merencanakan untuk di Bali. Tetapi Bali bertanding tanggal 11. Bahwa regulasi kita melarang untuk berhimpitan bertanding di satu stadion di hari yang berdekatan,” lanjut Ferry.
Akhirnya pilihan tersisa cuma satu: Stadion Segiri Samarinda.
Kebetulan pada pekan ke-32, stadion tersebut kosong karena Borneo FC Samarinda sedang menjalani laga tandang melawan Bali United. “Jadi di Kalimantan Timur nggak ada pertandingan lain selain pertandingan yang akan kita gelar antara Persija dan Persib,” kata Ferry.
Samarinda Jadi Perhatian Nasional
Keputusan ini otomatis bikin Samarinda mendadak jadi pusat perhatian pecinta sepak bola Indonesia. Kota Tepian bakal kedatangan dua klub dengan basis suporter terbesar dan paling fanatik di tanah air.
Meski laga dimainkan pada Minggu 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB itu tanpa suporter tamu, aura panas pertandingan tetap dipastikan terasa.
Menariknya lagi, Samarinda bukan wilayah netral sepenuhnya. Banyak pecinta Persija maupun Persib di Kaltim yang diprediksi bakal ikut meramaikan atmosfer kota menjelang pertandingan.
Belum lagi posisi Borneo FC yang saat ini justru sedang bersaing ketat dengan Persib di papan klasemen Liga 1. Kedua tim sama-sama mengoleksi 72 poin dan lagi sikut-sikutan menuju tangga juara.
Situasi ini bikin atmosfer kompetisi makin panas. Stadion Segiri yang biasanya jadi kandang Pesut Etam kini berubah jadi arena duel klasik dua raksasa sepak bola Indonesia.
Jakmania Paling Kecewa
Kalau ada pihak yang paling sedih dengan keputusan ini, jawabannya jelas Jakmania.
Pasalnya, mereka sudah tujuh tahun menunggu Persija kembali menjamu Persib di Jakarta. Duel klasik di ibu kota selalu punya nuansa berbeda karena atmosfer suporternya terkenal luar biasa.
Namun harapan itu lagi-lagi buyar.
Banyak Jakmania di media sosial langsung meluapkan kekecewaan mereka setelah pengumuman resmi keluar. Tidak sedikit yang merasa duel sebesar ini seharusnya tetap bisa dimainkan di Jakarta dengan pengamanan ekstra.
Meski begitu, operator liga tampaknya tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun terkait keamanan pertandingan.
Apalagi rivalitas Persija dan Persib memang punya sejarah panjang yang sering memicu tensi tinggi baik di dalam maupun luar lapangan.
Persib Hormati Keputusan Liga
Di sisi lain, Persib Bandung memilih bersikap tenang dan menghormati keputusan operator kompetisi.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan pihaknya tidak pernah mengintervensi keputusan venue pertandingan.
“Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh I.League terkait penyesuaian venue pertandingan. Kami memahami keputusan tersebut diambil melalui koordinasi bersama berbagai pihak dan mempertimbangkan kepentingan kompetisi secara menyeluruh,” ujar Adhitia dikutip dari laman resmi Persib, 6 Mei 2026.
Adhitia juga menekankan bahwa Persib siap bermain di stadion mana pun selama sesuai regulasi.
Menurutnya, fokus utama Maung Bandung saat ini bukan soal venue, melainkan menjaga performa tim agar tetap maksimal di laga penting nanti.
“Bagi Persib, pertandingan adalah bagian dari profesionalisme. Kami selalu siap bertanding di stadion mana pun dan akan selalu menghormati serta menaati seluruh regulasi maupun keputusan yang ditetapkan operator liga,” katanya.
Ia juga berharap duel Persija vs Persib bisa berjalan aman, damai, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Bobotoh Dilarang Hadir di Stadion
Meski laga dimainkan jauh dari Jakarta, Bobotoh ternyata tetap tidak boleh hadir langsung di Stadion Segiri.
Larangan itu mengacu pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026 yang menyebut suporter tim tamu masih dilarang hadir selama masa transformasi sepak bola nasional.
Artinya, baik Bobotoh maupun Jakmania tidak diperkenankan datang sebagai suporter tamu.
Head of Communication Persib, Adhi Pratama, meminta Bobotoh menaati aturan tersebut demi menghindari sanksi untuk klub.
“Kami mengimbau dengan sangat agar Bobotoh tidak memaksakan diri datang ke Stadion Segiri. Mari bersama-sama menghormati ketentuan mengenai larangan suporter tamu. Dukungan dari rumah maupun melalui kegiatan nonton bareng resmi di Bandung akan menjadi bentuk dukungan terbaik bagi tim sekaligus membantu menjaga keamanan dan kondusivitas pertandingan,” kata Adhi.
Ia menegaskan dukungan terbaik bisa dilakukan dari rumah atau melalui acara nobar resmi yang sudah disiapkan manajemen Persib.
Nobar Biru Siap Ramaikan Bandung
Biar suasana tetap seru, Persib sudah menyiapkan program “Nobar Biru” di berbagai titik di Bandung.
Acara nonton bareng resmi itu bakal digelar di beberapa lokasi seperti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), CGV Paris Van Java, Paskal, Miko Mall, hingga Graha Persib.
Manajemen berharap program tersebut bisa jadi wadah dukungan positif sekaligus menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Buat Bobotoh, nobar ini jelas jadi pelarian terbaik karena duel lawan Persija selalu punya tensi emosional tinggi.
Bojan Hodak Santai Hadapi Venue Baru
Pelatih Persib, Bojan Hodak, juga terlihat santai menghadapi perpindahan venue.
Menurutnya, Persib siap bermain di mana saja selama kondisi tim tetap prima.
Hodak memastikan mayoritas pemain dalam kondisi oke setelah menjalani pemulihan usai laga kontra PSIM Yogyakarta.
“Semua (pemain) oke. Atmosfer kembali bagus. Eli (Eliano Reijnders) sempat terkena benturan lagi di pertandingan terakhir, tapi dia akan baik-baik saja besok. Marc (Klok) akan kami pantau besok atau lusa. Jadi, saya harap kami punya skuad penuh untuk pertandingan nanti,” kata Hodak, Rabu 6 Mei 2026.
Ia juga memberi kabar terbaru soal kondisi beberapa pemain yang sempat mengalami benturan.
Eliano Reijnders disebut hanya mengalami benturan ringan dan diperkirakan siap tampil. Sementara kondisi Marc Klok masih dipantau tim medis.
Sedangkan Fitrah Maulana yang sebelumnya bermain menggunakan pelindung wajah juga dipastikan aman.
“Dia terkena bola di bagian yang sama dengan benturan yang didapatkan pekan lalu. Jadi sebenarnya tidak apa-apa. Dia cuma kaget, tapi untungnya dia memakai pelindung (topeng). Jadi semuanya aman,” ujar Hodak.
Duel Penentu Arah Juara Liga 1
Pertandingan Persija vs Persib kali ini bukan cuma soal gengsi rivalitas klasik. Laga ini juga punya pengaruh besar terhadap perebutan gelar juara Liga 1 musim 2025/2026.
Persib sedang bersaing ketat dengan Borneo FC di papan atas klasemen. Sementara Persija juga masih berusaha finis di posisi terbaik musim ini dengan poin 65 nomor 3 klasemen sementara Liga 1.
Karena itu, duel di Stadion Segiri dipastikan berlangsung panas sejak menit awal.
Persib tentu ingin mencuri poin penuh demi menjaga peluang juara. Sedangkan Persija pasti ogah dipermalukan meski harus bermain jauh dari Jakarta.
Atmosfer pertandingan diprediksi tetap meledak walaupun tanpa kehadiran suporter tamu.
Samarinda sekarang sedang bersiap jadi saksi pertandingan Persija vs Persib paling ditunggu di sepak bola Indonesia. Dan ketika peluit kick-off dibunyikan di Stadion Segiri nanti, jutaan pasang mata pecinta bola tanah air bakal tertuju ke Kalimantan Timur. (*)









