Practice Veda Ega Pratama Moto3 Belanda 2026 Masuk Q1

Intrend.id – Perjuangan Veda Ega Pratama pada hari pertama Moto3 GP Belanda 2026 Practice belum berjalan mulus. Pembalap muda Indonesia itu harus puas mengakhiri sesi latihan gabungan di posisi ke-23 sehingga dipastikan memulai perjuangan dari sesi Qualifying 1 (Q1).
Namun peluang Veda Ega untuk lolos ke Q2 masih terbuka sangat lebar. Selisih waktunya dengan batas akhir tiket otomatis ke Q2 hanya sekitar 0,012 detik menurut beberapa laporan. Jarak yang sangat tipis ini menunjukkan persaingan Moto3 kembali berlangsung superketat.
Seri GP Belanda berlangsung di TT Circuit Assen pada 26-28 Juni 2026. Sirkuit legendaris yang dijuluki The Cathedral of Speed itu dikenal memiliki karakter cepat, mengalir, dan membutuhkan ritme yang konsisten sepanjang lap.
Pada sesi Free Practice 1 (FP1) yang digelar Jumat pagi, 26 Juni 2026, Veda Ega Pratama menempati posisi ke-20. Pembalap Honda Team Asia bernomor motor 9 tersebut mencatat waktu terbaik 1 menit 41,970 detik.
Catatan itu terpaut 1,101 detik dari pembalap tercepat, Álvaro Carpe, yang membukukan waktu 1 menit 40,869 detik. Posisi kedua ditempati David Almansa, disusul Máximo Quiles di urutan ketiga.
Memasuki sesi latihan gabungan pada sore hari, Veda sebenarnya berhasil memperbaiki catatan waktunya menjadi 1 menit 40,918 detik. Namun persaingan yang luar biasa rapat membuat peningkatan waktu tersebut belum cukup mengangkat posisinya ke zona aman.
Veda akhirnya finis di peringkat ke-23 klasemen gabungan. Sementara posisi teratas ditempati Joel Kelso yang juga mencatat waktu 1 menit 40,918 detik sebagai patokan tercepat hari pertama.
Guido Pini berada di posisi kedua, sedangkan Eddie O’Shea melengkapi tiga besar hasil latihan gabungan.
Hari pertama di Assen juga tidak sepenuhnya berjalan mulus bagi Veda. Pembalap berusia 17 tahun itu sempat mengalami insiden terjatuh pada sesi latihan sore.
Meski kecelakaan tersebut tidak tergolong serius, insiden itu diduga mengganggu kesempatan Veda untuk memperbaiki waktu pada lap-lap terakhir. Alhasil, ia gagal mengamankan tiket langsung menuju Q2.
Namun situasi ini bukan sesuatu yang asing bagi pembalap asal Indonesia tersebut. Sepanjang musim debutnya di Moto3, Veda berkali-kali menunjukkan kemampuan bangkit saat sesi kualifikasi maupun balapan.
Salah satu kekuatan terbesar Veda musim ini adalah kecepatan satu putaran atau one-lap pace. Dalam beberapa seri sebelumnya, ia beberapa kali berhasil menembus Q2 dan bahkan mengamankan posisi start di barisan depan.
Kemampuan comeback Veda juga sudah terbukti. Pada GP Ceko di Brno, misalnya, ia memulai balapan dari posisi ke-20 akibat penalti grid. Namun berkat ritme balap yang konsisten, ia mampu finis di posisi kelima.
Prestasi terbaik Veda musim ini juga sangat membanggakan. Pembalap binaan Astra Honda itu sukses meraih podium ketiga di GP Brasil, sekaligus mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Grand Prix.
Hingga memasuki seri GP Belanda, Veda menempati posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 82 poin. Capaian tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi seorang rookie yang baru menjalani musim pertamanya di level Kejuaraan Dunia.
Meski hasil latihan di Assen belum sesuai harapan, peluang untuk bangkit masih sangat terbuka. Karakter Sirkuit Assen sebenarnya cukup disukai Veda karena memiliki banyak tikungan cepat yang mengalir.
Yang perlu diperbaiki adalah konsistensi pada sektor-sektor cepat serta pemanfaatan slipstream saat time attack. Di Moto3, mencari towing atau mengikuti pembalap lain sering menjadi faktor penting untuk memangkas waktu beberapa persepuluh detik.
Apabila mampu tampil maksimal di Q1, peluang Veda lolos ke Q2 cukup besar. Selisih waktu yang sangat tipis dengan zona aman membuktikan kecepatannya tidak jauh berbeda dibanding para pembalap papan atas.
Jika berhasil menembus Q2, Veda berpeluang mengamankan posisi start di kisaran 10 hingga 15 besar. Bahkan bukan tidak mungkin ia bisa lebih depan apabila mendapatkan setelan motor yang tepat dan lap bersih tanpa gangguan lalu lintas.
Sesi kualifikasi Moto3 GP Belanda dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026. Q1 akan dimulai sekitar pukul 12.45 waktu setempat dan langsung dilanjutkan dengan Q2 beberapa menit kemudian.
Balapan utama sendiri akan digelar pada Minggu, 28 Juni 2026. Target Veda jelas, kembali bersaing di rombongan depan dan menjaga peluang menambah podium kedua musim ini.
Melihat performa sepanjang musim, tidak ada alasan untuk meragukan kemampuan pembalap muda Indonesia tersebut. Veda sudah berkali-kali membuktikan bahwa posisi start bukanlah penentu hasil akhir.
Jika mampu menemukan ritme terbaiknya di Assen, peluang Veda mencetak hasil besar masih sangat terbuka. Kini seluruh perhatian tertuju pada sesi kualifikasi Sabtu.
Mampukah Veda Ega Pratama melewati Q1 dan kembali membuat kejutan di Moto3 GP Belanda 2026? Menarik untuk dinantikan. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









