Trend in Sports

Viral Atlet Angkat Berat Bali Gagal Tampil di Kejuaraan Dunia Administrasi

Intrend.id – Kisah pahit dialami I Gede Wahyu Surya Wiguna, atlet angkat berat asal Buleleng, Bali. Meski sudah kantongi undangan resmi dari International Powerlifting Federation (IPF), ia dipastikan gagal tampil di kejuaraan dunia di Druskininkai, Lithuania.

Kegagalan I Gede Wahyu Surya Wiguna ini bukan karena performa, namun dipicu masalah administrasi. Hingga batas akhir pendaftaran, surat rekomendasi dari pengurus pusat tak kunjung terbit, padahal proses pengajuan sudah dilakukan dari tingkat daerah.

Kekecewaan Wahyu pun viral di media sosial. Dalam unggahannya di akun Instagram _wahyusurya, 7 April 2026, ia mengaku sudah menunggu lama, tapi tetap tak bisa berangkat. Padahal, atlet ini sebelumnya sempat mencetak rekor di Jepang.

“Saya kecewa,” kata Wahyu Surya dalam video itu, dikutip Kamis 9 April 2026.

Salah satu yang bikin publik makin heboh adalah soal dana jaminan. Wahyu menyebut ada permintaan dana sebesar 20.000 dolar AS atau sekitar Rp339 juta sebagai syarat keberangkatan.

Menanggapi polemik ini, pengurus daerah akhirnya buka suara. Sekretaris Umum Pabersi Buleleng, Ketut Widhi Sandiada, menjelaskan bahwa undangan dari IPF memang sudah diterima dan proses rekomendasi sudah diajukan lewat jalur resmi. Namun sampai batas akhir pendaftaran, rekomendasi dari pusat belum keluar.

Ia menegaskan, kasus ini bukan cuma dialami Wahyu, tapi juga beberapa atlet lain di daerah. Hingga kini, belum ada penjelasan detail dari pengurus pusat soal keterlambatan tersebut.

Terkait dana jaminan Rp339 juta, Widhi menepis anggapan pungutan liar. Menurutnya, dana itu merupakan ketentuan resmi dalam kejuaraan internasional.

Dana tersebut digunakan untuk keperluan tes doping sesuai aturan World Anti-Doping Agency (WADA). Sifatnya hanya titipan dan akan dikembalikan jika tidak ada pelanggaran.

“Dana itu untuk kebutuhan tes doping sesuai aturan World Anti-Doping Agency (WADA). Sifatnya titipan dan akan dikembalikan jika tidak ada pelanggaran. Jadi bukan pungutan liar,” tegasnya di akun Instagram KONI Buleleng (@konibuleleng.official).

Di sisi lain, Ketua Harian KONI Buleleng, Putu Nova Putra, mengaku memahami kekecewaan Wahyu. Ia menegaskan pihak daerah selalu mendukung atlet untuk tampil di level internasional.

Namun, soal rekomendasi tetap jadi kewenangan pengurus pusat. Meski begitu, KONI tetap berupaya menjembatani komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Polemik I Gede Wahyu Surya Wiguna ini pun jadi sorotan publik. Banyak yang menilai atlet berprestasi seharusnya mendapat dukungan penuh, bukan terhambat urusan administratif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status